Perusahaan manajemen aset terbesar di dunia, BlackRock Inc., tercatat menambah kepemilikan saham di bank pelat merah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI). Aksi tersebut terjadi tak lama setelah perseroan mengumumkan pembagian dividen jumbo dari laba tahun buku 2025.
Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (13/3/2026), BlackRock membeli 1,84 juta lembar saham BBNI pada 12 Maret 2026. Setelah transaksi tersebut, total kepemilikan saham mereka di BNI meningkat menjadi 466,81 juta lembar saham.
Langkah investor institusi global ini mempertegas optimisme pasar terhadap prospek saham BBNI, terutama setelah perusahaan memutuskan membagikan dividen dalam jumlah besar kepada para pemegang saham.
Dividen Jumbo Rp13 Triliun
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 9 Maret 2026, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp13,02 triliun.
Jumlah tersebut setara dengan 65% dari laba bersih perseroan tahun 2025.
Sepanjang 2025, BNI mencatatkan laba bersih konsolidasian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp20,40 triliun.
Jika dihitung berdasarkan total saham beredar sebanyak 37,30 miliar lembar, maka:
- Dividen per saham: Rp349,26
- Harga saham BBNI: Rp4.240
- Dividend yield: sekitar 8,24%
Yield tersebut tergolong menarik bagi investor yang mencari saham dengan kombinasi dividen tinggi dan fundamental perbankan yang kuat.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, mengatakan keputusan pembagian dividen ini mencerminkan komitmen perseroan untuk memberikan nilai optimal bagi pemegang saham sekaligus menjaga kekuatan modal perusahaan.
“Keputusan strategis dalam RUPST ini merupakan bagian dari upaya menjaga kinerja berkelanjutan serta memperkuat fondasi permodalan perseroan,” ujarnya.
Mayoritas Sekuritas Kompak Rekomendasikan Beli
Optimisme terhadap saham BBNI juga tercermin dari konsensus analis.
Hingga 13 Maret 2026 pukul 12.00 WIB:
- 31 dari 36 sekuritas memberikan rekomendasi buy
- 4 sekuritas memberikan hold
- 1 sekuritas memberikan sell
Adapun target harga konsensus dalam 12 bulan ke depan berada di level Rp5.036,23 per saham.
Jika dibandingkan dengan harga saham saat ini di sekitar Rp4.240, target tersebut menyiratkan potensi kenaikan sekitar 18%.
Tren Dividen BNI Terus Tinggi
Pembagian dividen BNI dalam beberapa tahun terakhir juga menunjukkan tren yang konsisten.
Beberapa di antaranya:
- Dividen tahun buku 2024: Rp13,95 triliun
- Rp374,05 per saham
- Dividen tahun buku 2023: Rp10,45 triliun
- setara 50% laba bersih
Untuk tahun buku 2025, selain dividen Rp13,02 triliun, pemegang saham juga menyetujui 35% laba atau Rp7,01 triliun untuk ditahan sebagai saldo laba guna mendukung ekspansi bisnis.
Aksi beli saham oleh BlackRock Inc. setelah pengumuman dividen jumbo mengirimkan sinyal positif terhadap prospek saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Kombinasi antara dividend yield yang tinggi, fundamental perbankan yang solid, serta rekomendasi mayoritas analis yang bullish membuat saham BBNI tetap menarik bagi investor institusi global maupun investor domestik.

0 Komentar