Aksi korporasi kembali terjadi di sektor properti. PT Bumi Serpong Damai Tbk dengan kode saham BSDE menambah kepemilikan sahamnya di PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) dengan nilai transaksi sekitar Rp559,26 miliar.
Langkah ini semakin memperkuat kontrol grup Sinar Mas Land terhadap salah satu pengembang properti yang fokus pada proyek kawasan komersial dan perumahan di wilayah Jabodetabek.
BSDE Tambah 130 Juta Saham DUTI
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, transaksi pembelian saham dilakukan pada 10 Maret 2026.
Dalam transaksi tersebut, BSDE membeli sekitar 130,06 juta saham DUTI dengan harga Rp4.300 per saham.
Dengan pembelian ini, struktur kepemilikan BSDE di DUTI meningkat secara signifikan:
|
Keterangan |
Sebelum Transaksi |
Setelah Transaksi |
|
Kepemilikan BSDE di DUTI |
92,38% |
99,41% |
|
Jumlah Saham Dibeli |
- |
130,06 juta saham |
|
Nilai Transaksi |
- |
Rp559,26 miliar |
Manajemen perusahaan menyebut aksi ini dilakukan sebagai bagian dari strategi investasi untuk memperkuat posisi dalam grup properti tersebut.
Peran DUTI dalam Ekosistem Sinar Mas Land
Sebagai bagian dari jaringan bisnis Sinar Mas Land, DUTI memiliki peran penting dalam pengembangan proyek properti di kawasan strategis.
Perusahaan ini bergerak di beberapa lini bisnis utama:
- pengembangan real estate
- konstruksi dan pembangunan kawasan
- pengelolaan properti komersial
Beberapa portofolio utama DUTI antara lain:
- pusat perdagangan ITC
- kawasan perumahan
- gedung perkantoran
- kawasan komersial terpadu
Fokus pengembangan DUTI sebagian besar berada di wilayah Jabodetabek, yang masih menjadi pasar properti terbesar di Indonesia.
Kinerja Keuangan DUTI 2025 Turun Tajam
Meski aksi akumulasi saham dilakukan oleh BSDE, kinerja keuangan DUTI pada 2025 justru mengalami tekanan cukup signifikan.
Sepanjang tahun 2025, perusahaan mencatat:
|
Indikator Keuangan |
2024 |
2025 |
|
Pendapatan |
Rp4,42 triliun |
Rp2,73 triliun |
|
Laba Bersih |
Rp1,37 triliun |
Rp623,59 miliar |
|
Perubahan Laba |
- |
Turun 54,48% |
Pendapatan perusahaan turun sekitar 38,2% secara tahunan, yang kemudian berdampak pada penurunan laba bersih lebih dari separuh dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan ini juga tercermin pada laba per saham (EPS) yang ikut menyusut dibandingkan periode sebelumnya.
Mengapa BSDE Tetap Menambah Kepemilikan?
Meski laba DUTI menurun, langkah BSDE meningkatkan kepemilikan hingga mendekati 100% menunjukkan strategi jangka panjang grup.
Beberapa kemungkinan alasan di balik aksi ini antara lain:
1. Konsolidasi bisnis dalam grup
Kepemilikan yang hampir penuh memudahkan integrasi strategi pengembangan
properti.
2. Optimisme terhadap prospek properti
Sektor properti dinilai memiliki potensi pemulihan seiring stabilnya suku bunga
dan meningkatnya permintaan hunian.
3. Kontrol lebih besar terhadap aset strategis
DUTI memiliki sejumlah proyek komersial bernilai tinggi di kawasan urban.
Aksi pembelian saham oleh BSDE senilai Rp559 miliar membuat kepemilikannya di DUTI melonjak hingga 99,41%. Langkah ini menegaskan upaya konsolidasi bisnis dalam ekosistem Sinar Mas Land.
Meski kinerja keuangan DUTI pada 2025 mengalami penurunan signifikan, strategi akumulasi saham menunjukkan keyakinan induk usaha terhadap potensi jangka panjang sektor properti dan nilai aset yang dimiliki perusahaan.
0 Komentar