FlashNews

8/recent/ticker-posts

Bukalapak (BUKA) Bidik Profitabilitas 2026: Intip Senjata Rahasia dari Sektor Gim & Kas Rp16 Triliun

Daftar Isi [Tampilkan]


 

Setelah berhasil mencatatkan rapor biru dengan laba bersih Rp3,14 triliun sepanjang 2025, PT Bukalapak.com Tbk. (IDX: BUKA) kini menatap tahun 2026 dengan optimisme tinggi.

Dukungan dari sektor gim yang melonjak tajam serta posisi kas yang sangat tebal menjadi modal utama BUKA untuk melanjutkan tren positif. Sejumlah analis pun mulai memperbarui rekomendasi mereka. Apakah BUKA masih layak dikoleksi? Simak ulasan lengkapnya.

 

Sektor Gim: Mesin Pertumbuhan Utama

Salah satu kejutan terbesar dalam laporan keuangan BUKA adalah performa lini bisnis gim. Pada 2025, pendapatan gim melonjak drastis menjadi Rp5,34 triliun, berkontribusi sekitar 82% dari total pendapatan perseroan.

Analis Panin Sekuritas, Sarkia Adelia, menilai segmen ini akan tetap konsisten tumbuh secara top line melalui diversifikasi produk dan ekspansi pasar. Meskipun margin di sektor ini cenderung berfluktuasi, performanya diyakini tetap solid untuk mendukung kinerja 2026.

 

Amunisi Kas Rp16 Triliun & Peluang Akuisisi

Berbeda dengan banyak perusahaan teknologi lainnya, BUKA memiliki keunggulan dalam hal likuiditas. Hingga akhir 2025, perseroan menggenggam kas dan setara kas sebesar Rp16,21 triliun.

Kondisi "kantong tebal" ini memberikan fleksibilitas bagi manajemen untuk:

  • Ekspansi Organik & Anorganik: Membuka peluang akuisisi bisnis baru untuk memperkuat ekosistem.
  • Buyback Saham: Melanjutkan program pembelian kembali saham guna memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
  • Inovasi Produk: Terus bereksperimen di pasar yang terus berkembang.

 

Menuju Adjusted EBITDA Positif

Salah satu indikator kesehatan perusahaan teknologi, Adjusted EBITDA, menunjukkan perbaikan yang signifikan. Pada kuartal IV/2025, angka ini membaik ke level Rp9 miliar, naik drastis dari minus Rp147 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Analis Indo Premier Sekuritas, Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan, memproyeksikan tren ini akan berlanjut. Mereka mengestimasi Adjusted EBITDA BUKA akan mencapai level positif:

  • Estimasi 2026: Rp124 miliar.
  • Estimasi 2027: Rp230 miliar.

 

Update Rekomendasi & Target Harga Sekuritas

Meski fundamental menguat, sejumlah sekuritas melakukan penyesuaian pada target harga guna merefleksikan valuasi terbaru dan inisiatif buyback.

Sekuritas

Rekomendasi

Target Harga Baru

Alasan

Indo Premier

Beli (Upgraded)

Rp175

Potensi penurunan harga terbatas & restrukturisasi tuntas.

Panin Sekuritas

Beli

Rp170

Perubahan metodologi valuasi (gaming ecosystem peers).

Catatan: Laba bersih BUKA di 2025 sebesar Rp3,14 triliun juga didukung oleh keuntungan nilai investasi di Allo Bank sebesar Rp2,37 triliun, yang berhasil membalikkan posisi dari rugi investasi di tahun sebelumnya.

Dengan strategi transformasi yang berada di jalur yang tepat, BUKA tidak lagi sekadar marketplace, melainkan perusahaan teknologi dengan ekosistem gim dan investasi yang kuat. Sentimen Ramadan dan Lebaran di kuartal I/2026 juga diprediksi akan menjadi booster awal bagi kinerja tahun ini.

 

Posting Komentar

0 Komentar