Raksasa teknologi Indonesia, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (IDX: GOTO), baru saja merilis laporan keuangan tahun buku 2025 yang sukses mengejutkan pasar. Tidak hanya berhasil memangkas rugi bersih secara drastis, GOTO juga melaporkan capaian Adjusted EBITDA yang melampaui ekspektasi para analis.
Merespons kinerja tersebut, sejumlah sekuritas ternama langsung membarui pandangan mereka. Apakah sekarang saatnya beli? Simak rangkuman lengkapnya.
Kinerja Keuangan 2025: Rugi Bersih Turun Drastis
GOTO menunjukkan disiplin biaya yang luar biasa sepanjang tahun lalu. Berikut adalah poin-poin kunci kinerja GOTO 2025:
- Rugi Bersih: Turun 77% menjadi Rp1,18 triliun (dibandingkan Rp5,15 triliun pada 2024).
- Pendapatan Bersih: Naik 15,27% menjadi Rp18,32 triliun.
- Adjusted EBITDA Grup: Mencapai Rp2 triliun, melampaui panduan manajemen sebelumnya di angka Rp1,8–Rp1,9 triliun.
Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, menegaskan bahwa momentum positif ini akan berlanjut ke tahun 2026 dengan target Adjusted EBITDA yang jauh lebih tinggi, yakni di kisaran Rp3,2–Rp3,4 triliun.
Rangkuman Rekomendasi 12 Sekuritas Terbaru
Pasca rilis kinerja pada Rabu (11/3/2026), sebanyak 12 sekuritas memberikan pembaruan. Menariknya, 10 dari 12 sekuritas masih menyematkan rating BELI.
|
Sekuritas |
Rekomendasi |
Target Harga Terbaru |
Keterangan |
|
Citi / Indo Premier / UBS |
Buy |
Rp100 - Rp110 |
Mempertahankan Target Harga |
|
DBS Bank |
Buy |
Rp102 |
Mempertahankan Target Harga |
|
Deutsche Bank |
Buy |
Rp95 |
Dipangkas (Sebelumnya Rp105) |
|
Morgan Stanley |
Equalweight |
Rp79 |
Dinaikkan (Sebelumnya Rp78) |
|
Goldman Sachs |
Neutral |
Rp67 |
Dinaikkan (Sebelumnya Rp62) |
|
CGS International |
Add (Buy) |
Rp64 |
Dipangkas (Sebelumnya Rp77) |
Indo Premier Sekuritas dalam risetnya menegaskan kembali rating buy, mencatat bahwa segmen Fintech (tumbuh 66% secara kuartalan) dan On-Demand Services (ODS) menjadi motor utama profitabilitas GOTO.
Potensi Cuan (Upside) GOTO di 2026
Berdasarkan data konsensus dari 32 sekuritas di Terminal Bloomberg, rata-rata target harga saham GOTO berada di level Rp89,88.
Jika dibandingkan dengan harga penutupan Jumat (13/3/2026) di level Rp55, maka saham GOTO masih memiliki potensi imbal hasil sebesar 63,4%. Meski harga saham sempat fluktuatif, fundamental yang menguat memberikan fondasi solid bagi investor jangka panjang.
Proyeksi 2026: Fokus pada Fintech & Mass Market
Untuk tahun 2026, manajemen GOTO menetapkan strategi yang lebih agresif:
- Unit Fintech: Target EBITDA disesuaikan Rp1,4–Rp1,5 triliun.
- Unit ODS (Gojek): Target EBITDA disesuaikan Rp1,7–Rp1,8 triliun.
- Strategi: Memperluas jangkauan ke segmen mass market dan terus melakukan efisiensi operasional.
Direktur Keuangan GOTO, Simon Ho, menyebutkan bahwa perusahaan kini mencatatkan arus kas bebas yang positif, sebuah indikasi kuat bahwa ekosistem GOTO sudah jauh lebih mandiri secara finansial.
Secara fundamental, GOTO telah membuktikan kemampuannya untuk berbalik menuju profitabilitas. Meskipun beberapa sekuritas menyesuaikan target harga karena dinamika pasar, mayoritas analis tetap optimis bahwa GOTO adalah pilihan utama di sektor teknologi Indonesia.

0 Komentar