FlashNews

8/recent/ticker-posts

Happy Hapsoro Lakukan Divestasi Masif di Saham BUVA Saat Laba Bersih Melonjak 11 Kali Lipat

Daftar Isi [Tampilkan]

 

Dinamika menarik terjadi pada emiten perhotelan mewah, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (IDX: BUVA). Di tengah laporan kinerja keuangan tahun 2025 yang impresif, pemegang saham pengendali, Happy Hapsoro, terpantau melakukan aksi divestasi dalam jumlah besar.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis Jumat (13/3/2026), Hapsoro bersama perusahaan investasinya melepas sebagian kepemilikan saham mereka. Berikut adalah rincian lengkapnya.

 

Rincian Transaksi Divestasi Happy Hapsoro

Penjualan saham dilakukan serentak pada 11 Maret 2026 dengan harga pelaksanaan Rp1.600 per saham. Angka ini jauh di atas harga pasar saat ini, yang mengindikasikan adanya transaksi di pasar negosiasi.

1. Penjualan Langsung oleh Hapsoro

  • Jumlah Saham Dijual: 17.000.000 lembar.
  • Kepemilikan Terbaru: Turun dari 0,25% menjadi 0,18% (43,84 juta lembar).
  • Estimasi Dana Tunai: Rp27,2 miliar.

2. Penjualan via PT Nusantara Utama Investama

Perusahaan investasi milik Hapsoro ini juga melakukan aksi serupa:

  • Jumlah Saham Dijual: 139.250.000 lembar.
  • Kepemilikan Terbaru: Turun dari 61,64% menjadi 61,07% (15,03 miliar lembar).

 

Kontras: Laba Bersih 2025 Melejit 11,7 Kali Lipat

Aksi jual ini tergolong menarik karena dilakukan saat BUVA menunjukkan pemulihan fundamental yang sangat kuat. Berdasarkan laporan IDNFinancials.com, BUVA mencatatkan lonjakan laba bersih yang fantastis pada tahun buku 2025.

  • Laba Bersih 2025: Rp99,19 miliar.
  • Laba Bersih 2024: Rp8,45 miliar.
  • Pertumbuhan: Naik 11,7 kali lipat.

Menariknya, lonjakan laba ini tidak dibarengi dengan kenaikan pendapatan yang setara. Pendapatan BUVA hanya tumbuh moderat sebesar 5,72% menjadi Rp375 miliar. Hal ini mengindikasikan adanya efisiensi operasional yang signifikan atau kemungkinan adanya keuntungan dari pos non-operasional lainnya.

 

Performa Saham BUVA: Tertekan di Pasar Reguler

Meski ada kabar baik dari sisi laba dan transaksi di harga premium oleh pengendali, harga saham BUVA di pasar reguler justru mengalami tekanan hebat.

  • Penutupan Jumat (13/3): Anjlok 6,92% ke level Rp940 per lembar.
  • Performa 1 Bulan: Merosot tajam sebesar 29,59%.

Adanya jarak (gap) yang lebar antara harga penjualan divestasi Hapsoro (Rp1.600) dengan harga pasar reguler (Rp940) memicu tanda tanya di kalangan investor mengenai arah strategis perseroan ke depan.

 

Langkah divestasi Happy Hapsoro melalui PT Nusantara Utama Investama menunjukkan adanya realokasi aset, meskipun porsi kepemilikan mereka tetap dominan sebagai pengendali. Di sisi lain, lompatan laba bersih 1.100% menjadi sinyal positif bagi fundamental perusahaan. Investor perlu mencermati apakah penurunan harga saat ini merupakan peluang buy on weakness atau justru respons pasar terhadap aksi jual sang pengendali.

 

Posting Komentar

0 Komentar