Kabar kurang sedap datang bagi pemegang saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (IDX: PGAS). Raksasa perbankan investasi asal Amerika Serikat, JP Morgan, resmi menurunkan peringkat (rating) emiten Subholding Gas Pertamina ini dari Overweight (OW) menjadi Neutral (N).
Langkah ini diambil menyusul rilis laporan keuangan tahun 2025 yang mengungkap adanya kerugian bersih tak terduga pada penghujung tahun lalu. Apa saja poin krusial yang perlu diwaspadai investor? Berikut ulasannya.
Kejutan Rugi Bersih di Kuartal IV/2025
Penyebab utama kekecewaan pasar adalah performa PGAS pada kuartal IV/2025. Perusahaan mencatatkan rugi bersih sebesar US$23 juta, berbanding terbalik dengan laba US$93 juta pada kuartal sebelumnya (Q3/2025).
Kerugian ini dipicu oleh beban penurunan nilai aset (impairment) sebesar US$100 juta pada aset hulu South Sesulu. Angka ini setara dengan 30% dari laba inti perusahaan sepanjang 2025.
"Penurunan nilai aset ini berpotensi mengurangi jatah dividen yang akan datang, sehingga dividen jangka pendek tampaknya akan meleset dari ekspektasi pasar," tulis tim analis JP Morgan yang dipimpin Arnanto Januri.
Kinerja Setahun Penuh 2025: Laba Terpangkas 37%
Meskipun secara operasional margin distribusi gas masih solid di angka US$2/MMBTU, secara bottom line laba bersih PGAS mengalami tekanan hebat:
- Laba Bersih yang Diatribusikan: US$215,36 juta (Turun 37% YoY).
- Pendapatan: US$3,98 miliar (Naik 4,9% YoY).
- Laba Bruto: US$698,32 juta (Turun 7,8% YoY) akibat kenaikan beban pokok pendapatan.
Risiko Lonjakan Harga Minyak di 2026
JP Morgan menyoroti tantangan berat bagi PGAS di tahun 2026, terutama terkait transisi ke LNG (Liquefied Natural Gas).
- Ketergantungan LNG: Volume distribusi gas dari LNG diprediksi naik dari 12% menjadi 20% tahun ini.
- Harga Input: Harga pembelian kargo LNG terikat pada slope 16% terhadap Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP).
- Dampak Harga Minyak: Jika harga minyak bertahan di level US$82 per barel, JP Morgan memperkirakan penurunan 20% pada Earning Per Share (EPS) 2026 karena PGAS diprediksi tidak akan meneruskan (pass-through) seluruh kenaikan biaya ke konsumen.
Rekomendasi Analis & Target Harga
Walaupun rating diturunkan menjadi Netral, JP Morgan masih mematok target harga yang cukup optimistis untuk jangka panjang.
- Target Harga JP Morgan (Des 2026): Rp2.090.
- Konsensus Analis: Target harga rata-rata berada di level Rp2.027 (Potensi imbal hasil 5%).
- Estimasi Dividen: Jika pembayaran dividen dipatok 80% dari laba, imbal hasil (yield) dividen pada 2027 diperkirakan tetap menarik di angka 7%.
Bagi investor, tantangan PGAS di tahun 2026 adalah menjaga margin di tengah fluktuasi harga minyak mentah dan beban LNG yang membengkak. Meskipun fundamental arus kas bebas (FCF) masih kuat di atas US$300 juta, sentimen negatif dari impairment aset hulu dan potensi dividen yang lebih rendah membuat para analis cenderung berhati-hati.

0 Komentar