
Emiten pengelola resor mewah Alila Villas Uluwatu, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA), mencatatkan rapor hijau yang sangat mengesankan sepanjang tahun buku 2025. Emiten yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro ini berhasil membuktikan kebangkitan sektor pariwisata premium dengan mencetak pertumbuhan laba hingga belasan kali lipat.
Strategi efisiensi dan penguatan struktur neraca disinyalir menjadi kunci utama di balik performa "meroket" perusahaan pengelola properti gaya hidup ini.
Laba Bersih Tumbuh 11,7 Kali Lipat
Berdasarkan laporan keuangan audit per Desember 2025, BUVA membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp99,19 miliar. Angka ini mencatatkan kenaikan fantastis sebesar 1.073,12% secara tahunan (year-on-year/YoY) jika dibandingkan dengan laba tahun 2024 yang hanya sebesar Rp8,45 miliar.
Lonjakan laba ini didukung oleh:
- Pendapatan Konsolidasi: Tumbuh 5,72% menjadi Rp375,58 miliar.
- Segmen Hotel: Menjadi kontributor utama dengan raihan Rp363,69 miliar.
- Laba Kotor: Tetap tumbuh 4,88% menjadi Rp263,02 miliar meski beban pokok pendapatan naik tipis.
Pencapaian ini berdampak langsung pada nilai laba per saham (earnings per share/EPS) yang melonjak signifikan dari Rp0,41 menjadi Rp4,03 per lembar.
Penurunan Utang dan Penguatan Ekuitas
Selain performa laba, yang paling mencuri perhatian investor adalah perbaikan drastis pada struktur neraca perseroan. BUVA menunjukkan kondisi keuangan yang jauh lebih sehat dibandingkan periode sebelumnya:
- Liabilitas Turun: Total utang perseroan menyusut 27,45% menjadi Rp556,12 miliar.
- Ekuitas Melesat: Modal sendiri atau ekuitas naik 51,91% menjadi Rp2,05 triliun.
- Total Aset: Menembus angka Rp2,6 triliun, tumbuh 23,19% YoY.
Kenaikan ekuitas yang masif ini tidak terlepas dari langkah strategis perseroan, termasuk rencana penambahan modal melalui rights issue yang memperkuat basis pendanaan internal perusahaan.
|
Indikator Keuangan |
2024 (Miliar Rp) |
2025 (Miliar Rp) |
Pertumbuhan (%) |
|
Laba Bersih |
8,45 |
99,19 |
+1.073,12% |
|
Total Pendapatan |
355,25 |
375,58 |
+5,72% |
|
Total Ekuitas |
1.350 |
2.050 |
+51,91% |
|
Total Liabilitas |
766,54 |
556,12 |
-27,45% |
Kondisi Saham BUVA di Lantai Bursa
Meski fundamental perusahaan menunjukkan performa yang solid, pergerakan saham BUVA di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih cenderung fluktuatif. Pada perdagangan Rabu (11/3/2026), saham BUVA berada di level Rp1.075 per saham.
Harga ini mencerminkan koreksi sebesar 22,66% sepanjang tahun berjalan (year-to-date/YtD). Namun, dengan posisi kas yang kuat di angka Rp285,25 miliar, perseroan memiliki ruang likuiditas yang cukup untuk mendukung rencana ekspansi di sektor F&B melalui Culina Global maupun proyek properti lainnya.
0 Komentar