Emiten pertambangan PT Samindo Resources Tbk (MYOH) mencatat penurunan laba bersih sepanjang 2025, meski perusahaan tetap mampu menjaga kondisi keuangan yang solid melalui penguatan likuiditas dan arus kas operasional.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, MYOH membukukan laba bersih sebesar USD14,99 juta pada 2025, turun 7,4% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan USD16,19 juta pada 2024.
Pendapatan Turun, Laba Bruto Tertekan
Sepanjang 2025, MYOH mencatat pendapatan sebesar USD163,97 juta, turun 8,7% YoY dari USD179,56 juta pada tahun sebelumnya.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan turun 3,8% menjadi USD138,02 juta. Namun penurunan tersebut belum cukup menahan tekanan terhadap profitabilitas, sehingga laba bruto merosot 28% menjadi USD25,95 juta, dari USD36,04 juta pada 2024.
Sementara itu, laba sebelum pajak tercatat USD18,56 juta, turun 16,9% YoY. Setelah memperhitungkan beban pajak, laba bersih perusahaan menjadi USD14,99 juta.
Likuiditas dan Neraca Menguat
Meski laba menurun, posisi keuangan MYOH justru menunjukkan penguatan.
- Total aset: USD225,85 juta (naik 0,8% YoY)
- Aset lancar: USD163,05 juta (naik 14,8%)
- Total liabilitas: USD44,42 juta (turun 7,7%)
- Ekuitas: USD181,43 juta (naik 3,1%)
Penurunan liabilitas terutama berasal dari penyusutan liabilitas sewa jangka pendek dan panjang, yang turut memperkuat struktur permodalan perusahaan.
Arus Kas Operasional Tetap Solid
Dari sisi arus kas, kinerja MYOH juga menunjukkan perbaikan.
- Arus kas operasi: USD36,66 juta (naik 3,5%)
- Arus kas investasi: keluar USD7,07 juta (lebih rendah dari USD19,76 juta pada 2024)
- Arus kas pendanaan: keluar USD21,01 juta (lebih rendah dari USD27,93 juta)
Dengan kondisi tersebut, kas dan setara kas akhir tahun meningkat 12,1% menjadi USD69,55 juta.
Manajemen PT Samindo Resources Tbk menegaskan bahwa di tengah tekanan pendapatan, perusahaan tetap fokus menjaga likuiditas dan arus kas guna memastikan keberlanjutan operasional dan stabilitas bisnis ke depan.

0 Komentar