FlashNews

8/recent/ticker-posts

Laba Teladan Prima Agro (TLDN) Tembus Rp1,1 Triliun, Melejit 34% Sepanjang 2025

Daftar Isi [Tampilkan]

 

PT Teladan Prima Agro Tbk. (TLDN), emiten perkebunan kelapa sawit yang dinakhodai oleh Wishnu Wardhana, sukses mencatatkan pertumbuhan kinerja yang sangat solid sepanjang tahun buku 2025. Kenaikan volume penjualan dan efisiensi operasional berhasil mendorong laba bersih perseroan tumbuh dua digit.

Keberhasilan TLDN menjaga fundamental keuangan yang kuat juga tecermin dari perbaikan struktur neraca dan peningkatan nilai bagi pemegang saham.

 

Pendapatan Melonjak 28%, Wilmar Jadi Pelanggan Utama

Berdasarkan laporan keuangan audit 2025, TLDN membukukan pendapatan sebesar Rp5,42 triliun, melonjak 28,42% secara tahunan (year-on-year) dari Rp4,21 triliun pada 2024.

Penjualan minyak kelapa sawit (CPO) kepada pihak ketiga menjadi motor utama dengan kontribusi mencapai Rp4,7 triliun. Menariknya, struktur pendapatan TLDN cukup terkonsentrasi pada beberapa pemain besar industri hilir:

  • PT Wilmar Nabati Indonesia: Berkontribusi Rp1,84 triliun (34,09% dari total pendapatan).
  • PT Energi Unggul Persada: Menyumbang Rp1,09 triliun.
  • PT Karyanusa Ekadaya: Menyumbang Rp639,13 miliar.

 

Efisiensi di Tengah Kenaikan Beban Pokok

Meski beban pokok penjualan naik menjadi Rp3,55 triliun seiring peningkatan aktivitas produksi, TLDN tetap mampu menjaga margin keuntungan yang sehat. Laba bruto perseroan tercatat meningkat 27,98% menjadi Rp1,86 triliun.

Setelah dikurangi berbagai pos beban dan pajak, TLDN mengantongi laba bersih sebesar Rp1,10 triliun. Angka ini melejit 34,03% (YoY) dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp825,5 miliar.

Peningkatan laba bersih ini secara otomatis mendongkrak laba per saham dasar (earnings per share) menjadi Rp85,48, naik signifikan dari posisi Rp63,77 di tahun 2024.

Indikator Keuangan (FY 2025)

Nilai (Rupiah)

Pertumbuhan (YoY)

Pendapatan Bersih

5,42 Triliun

+28,42%

Laba Bruto

1,86 Triliun

+27,98%

Laba Bersih

1,10 Triliun

+34,03%

Laba Per Saham (EPS)

85,48

+34,04%

 

Struktur Neraca Semakin Kokoh

TLDN tidak hanya fokus pada pertumbuhan laba, tetapi juga menunjukkan perbaikan pada kualitas aset dan liabilitas:

  1. Aset Meningkat: Total aset tumbuh menjadi Rp6,01 triliun.
  2. Liabilitas Menurun: Total utang perseroan berhasil ditekan menjadi Rp2,37 triliun (turun dari Rp2,51 triliun pada 2024).
  3. Ekuitas Menguat: Total modal sendiri atau ekuitas naik menjadi Rp3,64 triliun, mencerminkan fundamental yang semakin stabil.

Kesimpulan bagi Investor

Kinerja TLDN di bawah kepemimpinan Wishnu Wardhana menunjukkan daya tahan yang luar biasa di sektor agribisnis. Dengan porsi penjualan yang besar ke grup besar seperti Wilmar dan keberhasilan menekan liabilitas, TLDN memiliki ruang likuiditas yang cukup untuk ekspansi maupun pembagian dividen di masa mendatang.

 

Posting Komentar

0 Komentar