Lembaga pemeringkat PT Pemeringkat Efek Indonesia kembali menegaskan peringkat kredit tertinggi idAAA/Stable bagi PT Bank SMBC Indonesia Tbk serta obligasi yang beredar. Peringkat ini berlaku untuk periode 6 Maret 2026 hingga 1 Maret 2027.
Bank dengan kode saham BTPN tersebut dinilai memiliki kapasitas yang sangat kuat dalam memenuhi kewajiban finansial jangka panjang dibandingkan mayoritas emiten di Indonesia.
Dukungan Kuat dari Induk Usaha
Dalam keterangan resminya, Pefindo menyebut peringkat tertinggi tersebut didukung oleh faktor utama berupa dukungan yang sangat kuat dari induk perusahaan, yaitu Sumitomo Mitsui Banking Corporation.
Selain itu, profil permodalan yang kuat serta posisi pasar yang solid juga menjadi pertimbangan penting dalam mempertahankan peringkat kredit Bank SMBC Indonesia.
Dengan dukungan dari grup perbankan global tersebut, bank ini dinilai memiliki fondasi keuangan yang kuat untuk menjaga stabilitas operasional dan kemampuan pembayaran kewajiban jangka panjang.
Profitabilitas Tertekan
Meski peringkat tetap berada di level tertinggi, Pefindo juga mencatat adanya tekanan pada kinerja profitabilitas perusahaan.
Hingga akhir 2025, Bank SMBC Indonesia mencatat kerugian bersih sebesar Rp102,1 miliar, berbalik dari laba Rp3,2 triliun pada 2024.
Namun demikian, dari sisi permodalan bank masih berada pada level yang sangat kuat. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat mencapai 29,3%, jauh di atas ketentuan minimum regulator.
Selain itu, cadangan kerugian kredit juga tergolong sangat memadai dengan rasio 150,5% terhadap kredit bermasalah (NPL).
Risiko Penurunan Peringkat
Pefindo menegaskan bahwa peringkat kredit bank ini dapat mengalami penurunan jika terjadi pelemahan signifikan dalam dukungan atau kepemilikan dari induk usaha.
Secara khusus, perubahan pada tingkat dukungan dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation dapat memengaruhi penilaian peringkat di masa depan.
Struktur Kepemilikan dan Fokus Bisnis
Per 31 Desember 2025, struktur kepemilikan Bank SMBC Indonesia didominasi oleh Sumitomo Mitsui Banking Corporation dengan porsi 91,05% saham.
Sementara itu, pemegang saham lainnya terdiri dari:
- PT Bank Central Asia Tbk sebesar 1,03%
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebesar 0,11%
- Publik sebesar 7,81%
Dengan total aset mencapai Rp245,8 triliun, Bank SMBC Indonesia saat ini fokus pada sejumlah segmen utama, termasuk pembiayaan korporasi, pensiunan, UMKM, dan konsumer.
Dukungan kuat dari induk usaha global serta permodalan yang solid membuat bank ini dinilai masih memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menjaga stabilitas keuangan dan memenuhi kewajiban jangka panjangnya.
0 Komentar