FlashNews

8/recent/ticker-posts

Penjualan Naik, HERO Balik Cetak Laba Rp160 Miliar pada 2025

Daftar Isi [Tampilkan]


 

PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO), emiten ritel yang menaungi jaringan IKEA dan Guardian di Indonesia, berhasil membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencatatkan laba setelah sebelumnya merugi.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, HERO membukukan penjualan Rp4,84 triliun, meningkat 6,69% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp4,54 triliun pada 2024.

 

Berbalik dari Rugi Jadi Laba

Seiring peningkatan pendapatan, perseroan mencatat beberapa komponen beban operasional, antara lain:

  • Beban pokok pendapatan: Rp2,65 triliun
  • Beban usaha: Rp2,1 triliun
  • Biaya keuangan: Rp120,65 miliar
  • Beban pajak penghasilan: Rp12,73 miliar

Setelah memperhitungkan seluruh komponen tersebut, HERO membukukan laba tahun berjalan Rp160,33 miliar pada 2025. Capaian ini berbalik positif dibandingkan rugi Rp5,58 miliar pada 2024.

Perbaikan kinerja tersebut juga tercermin pada laba per saham (EPS) yang mencapai Rp38 per saham pada akhir tahun buku 2025.

 

Posisi Aset dan Ekuitas

Dari sisi neraca, perseroan melalui anak usaha PT Rumah Mebel Nusantara mencatatkan:

  • Total aset: Rp4,42 triliun
  • Total liabilitas: Rp2,76 triliun
  • Total ekuitas: Rp1,65 triliun

Struktur keuangan ini menunjukkan perusahaan tetap menjaga keseimbangan antara aset, kewajiban, dan modal sendiri dalam mendukung operasional bisnis ritel.

 

Guardian Targetkan Lonjakan Penjualan Ramadan

Sementara itu, jaringan ritel kesehatan dan kecantikan Guardian yang berada di bawah HERO menargetkan pertumbuhan penjualan double digit selama Ramadan 2026.

Managing Director Guardian Indonesia, Anna Hull, mengatakan periode Ramadan selalu menjadi momentum penting bagi industri ritel kesehatan dan kecantikan di Indonesia.

“Tahun lalu pertumbuhan penjualan selama periode Ramadan mencapai double digit dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk tahun ini tentu kami menargetkan pertumbuhan yang lebih tinggi,” ujarnya.

 

Tren Konsumsi Bergeser ke Skincare dan Wellness

Menurut manajemen Guardian, tren konsumsi masyarakat beberapa tahun terakhir mengalami perubahan. Jika sebelumnya produk kosmetik seperti lipstik dan foundation menjadi kontributor utama penjualan, kini produk perawatan kulit (skincare) semakin mendominasi.

Peningkatan minat tersebut dipicu oleh semakin tingginya kesadaran konsumen terhadap kesehatan kulit dan kualitas bahan dalam produk kecantikan.

Selain skincare, kategori parfum (fragrance) juga mencatat pertumbuhan pesat menjelang Lebaran karena banyak konsumen ingin tampil lebih rapi dan percaya diri saat bersilaturahmi.

Pertumbuhan industri kecantikan di Indonesia juga didorong oleh besarnya populasi generasi muda, khususnya Gen Z, yang memiliki minat tinggi terhadap produk beauty dan wellness.

Kini, konsumen muda tidak hanya fokus pada penampilan luar melalui makeup, tetapi juga mulai memperhatikan vitamin dan suplemen untuk menjaga kesehatan tubuh, termasuk selama menjalankan ibadah Ramadan.

 

Posting Komentar

0 Komentar