Pasar modal Indonesia pada akhir pekan pertama Maret 2026 diwarnai oleh aksi borong saham yang dilakukan oleh sejumlah investor institusi dan tokoh legendaris. Data terbaru dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengungkap adanya transaksi jumbo yang memberikan sinyal optimisme pada beberapa sektor, khususnya properti dan media.
Memahami ke mana arah "uang besar" bergerak sangat penting bagi investor ritel untuk memetakan peluang investasi di tengah fluktuasi IHSG.
Akumulasi Fantastis: DMS Investama di KOTA dan Samuel Sekuritas di FILM
Dua transaksi yang paling mencuri perhatian berasal dari sektor properti lapis bawah dan industri kreatif:
- PT Kota Satu Properti Tbk (KOTA): PT DMS Investama melakukan aksi beli masif sebanyak 291,38 juta saham. Langkah ini mendongkrak kepemilikan mereka dari 40,78% menjadi 43,54%. Transaksi ini tercatat sebagai pembelian terbesar di antara pemilik saham di atas 5%.
- PT MD Pictures Tbk (FILM): Emiten milik Manoj Punjabi ini terus dikoleksi oleh PT Samuel Sekuritas Indonesia yang menambah 43,11 juta saham. Kepemilikan Samuel Sekuritas di FILM kini meningkat menjadi 8,18%.
Jejak Investor Legendaris: Lo Kheng Hong Tambah Porsi di DILD
Investor kawakan yang dijuluki "Warren Buffett Indonesia", Lo Kheng Hong, terpantau kembali menambah porsi investasinya. Kali ini, beliau menambah 2,90 juta saham di PT Intiland Development Tbk (DILD). Meskipun kenaikannya tipis (menjadi 6,74%), aksi konsisten ini menegaskan kepercayaan sang investor legendaris terhadap nilai intrinsik sektor properti residensial.
Sektor Properti dan Infrastruktur Jadi Primadona
Selain DILD dan KOTA, beberapa emiten properti dan pendukungnya juga mencatatkan akumulasi dari tangan-tangan besar:
- PT Summarecon Agung Tbk (SMRA): PT Semarop Agung menambah 3,38 juta saham, membulatkan kepemilikannya menjadi tepat 23,00%.
- PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA): PT Henan Putihrai Asset Management menyerap 4 juta saham, meningkatkan porsinya menjadi 10,18%.
- PT United Tractors Tbk (UNTR): Perusahaan alat berat ini juga mendapat suntikan kepercayaan dengan penambahan 2,75 juta saham (kepemilikan naik ke 5,25%).
- PT XL Axiata Tbk (EXCL): Dari sisi asing, UOB Kay Hian Private Limited menambah 5 juta saham EXCL menjadi 5,08%.
Daftar Aksi Divestasi: Investor yang Mulai Melepas Saham
Di sisi seberang, terdapat beberapa nama yang melakukan aksi jual atau pengurangan porsi kepemilikan:
|
Kode Saham |
Pemegang Saham |
Jumlah Dilepas |
Sisa Kepemilikan |
|
ITMA |
PT Fersindo Nusa Jaya |
20,88 Juta |
10,13% |
|
GPRA |
PT Abadimukti Gunalestari |
15,03 Juta |
48,88%* |
|
ATLA |
Rudi R. Sutantra |
10 Juta |
45,39% |
|
ELSA |
Haiyanto |
1,75 Juta |
5,98% |
*Catatan: Meskipun melepas saham, terjadi penyesuaian data porsi kepemilikan pada GPRA.
Apa Maknanya Bagi Investor Ritel?
Aksi akumulasi besar biasanya menjadi indikator bahwa harga saat ini dinilai masih murah (undervalued) atau ada potensi aksi korporasi/kinerja yang akan membaik di masa depan. Fokus investor besar pada sektor properti (KOTA, DILD, SMRA, SSIA) di awal Maret ini bisa menjadi sinyal bahwa sektor ini tengah memasuki fase recovery yang menarik untuk dipantau.
0 Komentar