Pasar emas global dan domestik tengah berada dalam fase yang sangat dinamis pada pekan pertama Maret 2026. Konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran sempat menerbangkan harga emas ke level tertinggi baru, sebelum akhirnya mengalami koreksi teknis.
Bagi investor yang mencari aset safe haven, memahami pergerakan pekan depan sangatlah krusial. Simak rangkuman prediksi dan level kunci yang perlu Anda pantau berikut ini.
Analisis Global: Emas Dunia Berpotensi Balik ke US$5.400
Setelah menyentuh angka fantastis mendekati US$5.400 per troy ounce akibat ketegangan perang, harga emas dunia terpantau kembali ke kisaran US$5.100 per Jumat (6/3/2026). Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menilai koreksi sebesar 5% ini adalah dampak dari aksi profit taking di tengah penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi.
Namun, potensi penguatan kembali masih terbuka lebar. Berikut adalah proyeksi teknikal emas (XAU/USD) untuk pekan depan:
- Skenario Bullish: Jika tekanan beli berlanjut, emas berpotensi menguji kembali level resistance di US$5.400.
- Skenario Bearish: Jika sentimen pasar berubah drastis dan menembus titik kunci US$4.630, harga bisa meluncur menuju area support di kisaran US$4.415.
Update Harga Emas Antam Hari Ini: Momen "Buy on Weakness"?
Di pasar domestik, harga emas batangan bersertifikat Antam justru terpantau turun pada perdagangan Jumat (6/3/2026). Penurunan ini bisa menjadi peluang bagi investor lokal untuk melakukan akumulasi di harga yang lebih rendah.
Berikut adalah rincian harga emas Antam terbaru per gram:
- 0,5 gram: Rp1.562.000 (Turun Rp12.500)
- 1 gram: Rp3.024.000 (Turun Rp25.000)
- 10 gram: Rp29.735.000
- Harga Buyback: Rp2.787.000 per gram (Turun Rp32.000)
Perlu diingat, bagi Anda yang berencana menjual kembali (buyback) dengan nominal di atas Rp10 juta, akan dikenakan potongan PPh 22 sebesar 1,5% (untuk pemegang NPWP) sesuai dengan aturan PMK No 34/2017.
Sentimen Kunci yang Mempengaruhi Harga ke Depan
Mengapa harga emas begitu fluktuatif? Ada tiga faktor utama yang akan menentukan arah harga pada pekan kedua Maret 2026:
- Risiko Geopolitik: Konflik di Timur Tengah tetap menjadi motor utama minat investor pada aset lindung nilai.
- Inflasi Energi: Lonjakan harga energi global meningkatkan kekhawatiran inflasi, yang biasanya berdampak positif bagi harga emas sebagai pelindung nilai mata uang.
- Kebijakan The Fed: Pelaku pasar masih menantikan arah suku bunga Federal Reserve yang menjadi penentu kekuatan dolar AS terhadap komoditas.
0 Komentar