FlashNews

8/recent/ticker-posts

Prospek Saham CNMA 2026: Cinema XXI Bidik 90 Juta Penonton & Laba Rp810 Miliar

Daftar Isi [Tampilkan]

 

Setelah sempat mengalami koreksi pada tahun buku 2025, PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk. (CNMA) atau Cinema XXI diprediksi akan kembali ke jalur pertumbuhan pada 2026. Kombinasi antara efisiensi biaya operasional dan deretan film blockbuster Hollywood menjadi katalis utama yang diyakini para analis akan mendongkrak bottom line perseroan.

Sejumlah sekuritas ternama mulai merevisi naik target laba CNMA, mencerminkan optimisme terhadap pemulihan industri hiburan layar lebar di tanah air.

 

Revisi Naik Estimasi Laba: Efek Efisiensi Kuartal IV/2025

Analis dari Indo Premier Sekuritas dan Sucor Sekuritas sepakat bahwa masa depan CNMA tahun ini tampak lebih cerah. Berikut adalah poin-poin revisi proyeksi laba mereka:

  • Indo Premier Sekuritas: Menaikkan estimasi laba 2026 sebesar 5% menjadi Rp810 miliar. Hal ini didorong oleh keberhasilan perusahaan menekan biaya utilitas (listrik) dan biaya operasional (opex) yang terlihat sejak akhir 2025.
  • Sucor Sekuritas: Memasang target lebih agresif di angka Rp820 miliar, didukung oleh asumsi kenaikan harga tiket rata-rata (ATP) dan lonjakan belanja makanan & minuman (F&B) pengunjung.

 

Senjata Utama 2026: Avengers, Spider-Man, hingga Toy Story 5

Salah satu penggerak utama bisnis bioskop adalah konten. Tahun 2026 dinilai memiliki line-up film Hollywood yang sangat kuat, yang diprediksi mampu menarik hingga 88 - 90 juta penonton.

Beberapa film yang dijadwalkan menjadi pendulang admission (tiket) terbesar antara lain:

  1. Marvel Cinematic Universe (MCU): Spider-Man: Brand New Day dan Avengers: Doomsday.
  2. Animasi Keluarga: Minions 3 dan Toy Story 5.
  3. Disney & DC: Moana live-action serta Supergirl.

Peningkatan jumlah penonton ini juga dibarengi dengan kenaikan Spend Per Head (SPH) atau rata-rata belanja F&B yang pada 2025 saja sudah tumbuh 5,9% menjadi Rp25.814 per orang.

Indikator Kinerja

Realisasi 2025

Proyeksi 2026 (Estimasi)

Laba Bersih

Rp704,75 Miliar

Rp810 - Rp820 Miliar

Jumlah Penonton

85 Juta

88 - 90 Juta

Harga Tiket (ATP)

Rp46.057

~Rp46.983

Net Profit Margin

-

13,2%

 

Strategi Ekspansi Jaringan Layar Baru

Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman, menegaskan bahwa perusahaan akan terus melakukan ekspansi secara selektif. Hingga akhir 2025, Cinema XXI telah mengoperasikan 1.388 layar di 267 bioskop yang tersebar di 86 kota/kabupaten.

Kehadiran perdana di wilayah seperti Indramayu, Tuban, hingga Kota Metro (Lampung) menunjukkan strategi perusahaan untuk merambah pasar luar kota besar (Tier 2 dan Tier 3) yang memiliki potensi pertumbuhan penonton baru yang signifikan.

 

Analisis untuk Investor

Meskipun laba bersih 2025 turun tipis 3,32% menjadi Rp704,75 miliar, pencapaian tersebut sebenarnya melampaui konsensus pasar (106% dari estimasi). Dengan operasional yang semakin efisien (rasio opex turun menjadi 38,8%) dan margin kotor yang membaik di angka 61,6%, CNMA memiliki fundamental yang solid untuk memanfaatkan momentum booming film di tahun 2026.

Apakah Anda termasuk salah satu penonton yang menantikan deretan film Marvel di Cinema XXI tahun ini? Lonjakan lalu lintas penonton ke bioskop bisa menjadi sinyal positif bagi pergerakan harga saham CNMA di bursa.

 

Posting Komentar

0 Komentar