Saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) kini tengah menjadi sorotan panas di pasar modal. Di tengah transformasi bisnisnya menjadi operator tambang mandiri, terjadi pergerakan signifikan dari deretan investor institusi global. Fenomena "tukar guling" saham antara investor lokal dan asing ini memberikan sinyal menarik bagi para pelaku pasar.
Data terbaru per 6 Maret 2026 menunjukkan adanya perubahan peta kepemilikan saham DEWA yang cukup kontras. PT Andhesti Tungkas terpantau melepas sekitar 550 juta lembar saham sejak awal tahun. Meski melakukan divestasi, Andhesti masih menggenggam 3,25 miliar lembar saham.
Di sisi lain, investor global kelas berat justru mulai "menampung" saham emiten kontraktor tambang ini:
- Dimensional Fund Advisors LP: Menambah koleksi 15,88 juta lembar dengan total kepemilikan 113,45 juta lembar. Menariknya, rata-rata harga beli (cost basis) Dimensional berada di level Rp481.
- American Century Cos Inc: Tidak ketinggalan dengan menambah 31,45 juta lembar saham. Kini lembaga tersebut menguasai 48,32 juta lembar dengan rata-rata harga Rp452,15.
Analisis Valuasi Saham DEWA: Premium tapi Layak Koleksi?
Secara fundamental, saham DEWA memang tergolong "premium" atau mahal jika dibandingkan dengan rata-rata sektor energi. Hingga Maret 2026, harga saham DEWA mencatatkan P/E Ratio 65,50x dan PBV 4,56x—jauh di atas rata-rata IDX Sector Energy.
Namun, Analis Bahana Sekuritas, Jeremy Mikael, menilai valuasi ini wajar karena adanya titik balik pendapatan struktural. DEWA diproyeksikan mencatat pertumbuhan laba bersih (CAGR) sebesar 44% pada periode 2025-2028. Transformasi dari ketergantungan pada subkontraktor menjadi operasi internal penuh pada 2027 diprediksi akan mendongkrak margin keuntungan secara signifikan.
Target Harga Analis: Potensi Cuan 100% Lebih!
Meskipun harga terkini (6/3/2026) berada di level Rp436, konsensus analis tetap memberikan pandangan bullish untuk jangka panjang. Berikut adalah ringkasan rekomendasi analis:
|
Indikator |
Data Terbaru (Maret 2026) |
|
Harga Terkini |
Rp436 |
|
Konsensus Target Harga |
Rp906,25 |
|
Potensi Keuntungan (Return) |
106,9% |
|
Rekomendasi Analis |
13 Analis merekomendasikan BELI |
Tiga faktor utama pendorong harga adalah internalisasi operasi 100%, rasio utang yang terkendali, serta potensi diversifikasi pendapatan melalui ekspansi ke tambang emas (anak usaha BRMS).

0 Komentar