Pasar saham Asia Tenggara kembali dikejutkan dengan pembaruan daftar saham pilihan atau High-Conviction Picks periode Maret 2026 dari raksasa perbankan investasi, JP Morgan. Menariknya, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) atau Antam berhasil mempertahankan posisinya sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia yang masuk dalam daftar prestisius tersebut.
Bagi Anda para investor ritel yang sedang mencari instrumen aman di tengah ketidakpastian global, mari simak alasan di balik optimisme JP Morgan terhadap saham emas satu ini.
Target Harga Baru: JP Morgan Naikkan Proyeksi ke Rp4.350
JP Morgan tidak hanya mempertahankan ANTM, tetapi juga menaikkan target harga sahamnya. Jika pada Februari 2026 target yang dipasang berada di level Rp4.210, kini analis menyematkan angka baru di Rp4.350.
Dengan harga saham yang berada di kisaran Rp4.020 pada penutupan sesi I (6/3/2026), masih terdapat ruang pertumbuhan (upside) yang cukup menarik. Status Overweight (Setara Beli) tetap diberikan karena ANTM dinilai memiliki fundamental yang kokoh meski pasar secara umum sedang fluktuatif.
Dua Katalis Utama Pendorong Saham Antam
Analis JP Morgan, Benny Kurniawan, menyoroti dua faktor krusial yang membuat Antam "bersinar" di bulan ini:
- Harga Komoditas Ganda: ANTM mendapatkan keuntungan ganda dari kenaikan harga nikel sekaligus kenaikan harga emas global yang dipicu oleh tensi geopolitik Timur Tengah.
- Pemulihan Pasokan Emas: Setelah sempat terhambat akibat insiden banjir lumpur di tambang Grasberg (Freeport) pada 2025, pasokan emas untuk Antam diprediksi pulih lebih cepat. Freeport diperkirakan kembali beroperasi penuh pada kuartal kedua tahun ini, yang akan memperlancar volume perdagangan emas ANTM.
Selain itu, Antam dikenal royal kepada pemegang saham dengan kebijakan dividen 100% dari laba bersih, ditambah valuasi saham yang dinilai masih sangat wajar.
Strategi Investasi: Akumulasi Bertahap untuk Jangka Menengah
Meskipun harga emas sedang memanas, investor disarankan untuk tetap bijak dalam mengatur portofolio. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menyarankan strategi akumulasi bertahap bagi investor dengan profil risiko moderat.
Berikut adalah beberapa tips strategi bagi investor ritel:
- Aset Defensif: Tingkatkan eksposur pada saham emas sebagai pelindung nilai (safe-haven).
- Siapkan Kas: Selalu miliki cadangan kas yang cukup untuk menangkap peluang saat terjadi koreksi tajam yang mendadak.
- Hindari Spekulasi Pendek: Mengingat faktor geopolitik yang fluktuatif, pandangan jangka menengah jauh lebih rasional dibandingkan perdagangan harian (day trading).

0 Komentar