Empat saham bank terbesar di Indonesia—PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)—sedang berada pada fase valuasi yang relatif murah pada awal 2026.
Jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun terakhir, rasio price to earnings ratio (PER) dan price to book value (PBV) keempat bank ini kini berada di level yang lebih rendah. Kondisi tersebut membuat saham bank besar kembali dilirik sebagai pilihan defensif di tengah fluktuasi pasar saham.
Selain valuasi yang lebih murah, daya tarik lain dari saham bank jumbo ini adalah potensi dividen besar yang rutin dibagikan kepada investor setiap tahun.
Valuasi Saham Bank Besar Sedang Diskon
Mengacu pada data pasar terbaru, valuasi saham BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI pada Maret 2026 terlihat lebih rendah dibandingkan rata-rata historis lima tahun terakhir.
Penurunan valuasi ini terjadi seiring tekanan pasar dan aksi jual investor asing dalam beberapa waktu terakhir. Namun secara fundamental, kinerja perbankan nasional masih tergolong solid.
Berikut perbandingan valuasi keempat saham bank tersebut:
|
Saham |
Harga (Maret 2026) |
PER Saat Ini |
PBV Saat Ini |
Rata-rata PER 5 Tahun |
Rata-rata PBV 5 Tahun |
|
BBCA |
Rp6.850 |
14,93x |
3,04x |
23,47x |
4,41x |
|
BBRI |
Rp3.570 |
9,45x |
1,65x |
13x |
2,21x |
|
BMRI |
Rp4.900 |
8,13x |
1,55x |
10,23x |
1,85x |
|
BBNI |
Rp4.300 |
7,93x |
0,92x |
9,23x |
1,15x |
Dari tabel tersebut terlihat bahwa seluruh saham bank besar saat ini diperdagangkan di bawah rata-rata valuasi historisnya.
Bagi investor jangka panjang, kondisi seperti ini sering dianggap sebagai momentum akumulasi, terutama jika fundamental perusahaan tetap kuat.
Potensi Dividen Jumbo dari Bank Big Four
Selain valuasi murah, saham bank besar juga terkenal sebagai mesin pembagi dividen bagi investor.
Selama beberapa tahun terakhir, rasio pembagian dividen (dividend payout ratio) bank-bank besar Indonesia relatif tinggi, bahkan sering melampaui 60% dari laba bersih.
Berikut gambaran dividen terbaru dari masing-masing bank:
- BBCA
- Dividen tahun buku 2024 mencapai Rp300 per saham
- Setara sekitar Rp36,98 triliun atau 67,4% laba bersih
- BBRI
- Dividen tahun buku 2024 sebesar Rp345 per saham
- Total payout mencapai 85% laba bersih
- BMRI
- Dividen tahun buku 2024 sebesar Rp466,18 per saham
- Total sekitar Rp43,5 triliun atau 78% laba
- BBNI
- Dividen tahun buku 2025 sebesar Rp349,41 per saham
- Total Rp13,03 triliun atau 65% laba bersih
Dengan laba perbankan yang masih kuat, potensi pembagian dividen besar pada tahun-tahun berikutnya tetap terbuka.
Modal Kuat Buka Ruang Dividen Lebih Tinggi
Salah satu faktor yang membuat bank mampu membagikan dividen besar adalah kondisi permodalan yang sangat kuat.
Sebagai contoh, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) di sektor perbankan Indonesia berada jauh di atas batas minimum regulator.
Pada salah satu bank terbesar, CAR bahkan mencapai sekitar 23% pada akhir 2025, memberikan ruang bagi manajemen untuk tetap agresif membagikan dividen sambil menjaga ekspansi bisnis.
Struktur modal yang kuat membuat bank memiliki fleksibilitas untuk:
- Membagikan dividen tinggi kepada pemegang saham
- Tetap menyalurkan kredit untuk pertumbuhan bisnis
- Menjaga stabilitas keuangan jangka panjang
Saham Bank Bisa Jadi Pilihan Defensif
Dalam kondisi pasar yang fluktuatif, saham perbankan besar sering dianggap sebagai aset defensif dalam portofolio investasi.
Ada beberapa alasan mengapa saham bank besar relatif stabil:
- Fundamental bisnis yang kuat
- Laba yang konsisten tumbuh
- Likuiditas saham tinggi
- Dividen rutin setiap tahun
Kombinasi antara valuasi yang sedang diskon dan potensi dividen besar membuat saham BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI kembali menarik untuk diperhatikan investor.
Bagi investor jangka panjang, momentum valuasi murah seperti saat ini sering kali menjadi peluang untuk mengakumulasi saham bank berkualitas sebelum siklus pasar kembali berbalik.

0 Komentar