Rencana ekspansi bisnis yang mendadak dibatalkan memicu tekanan pada saham PT Hotel Fitra International Tbk. Emiten perhotelan yang berbasis di Majalengka tersebut memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana akuisisi perusahaan pelayaran PT Poseidon Shipping Indonesia.
Keputusan ini langsung direspons negatif oleh pasar. Pada penutupan perdagangan 10 Maret 2026, saham FITT jatuh hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) dengan penurunan sekitar 14,39% ke level Rp595 per saham.
Dengan penurunan tersebut, kapitalisasi pasar perusahaan tercatat berada di kisaran Rp776 miliar.
Rencana Akuisisi FITT Resmi Dibatalkan
Sebelumnya, manajemen FITT berencana mengakuisisi saham milik PT Anaga Group Indonesia di Poseidon Shipping Indonesia.
Rencana transaksi ini telah dituangkan dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham (PPJB) yang ditandatangani pada 3 Februari 2026. Akuisisi tersebut sempat menjadi perhatian karena menandai upaya diversifikasi bisnis FITT dari sektor perhotelan menuju industri logistik dan pelayaran.
Namun setelah melakukan evaluasi lebih lanjut, perusahaan memutuskan untuk membatalkan transaksi tersebut.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan manfaat transaksi terhadap keberlangsungan usaha perusahaan.
Saat ini, para pihak yang terlibat dalam perjanjian tersebut sedang menyelesaikan proses administrasi terkait pengakhiran PPJB.
Dampak ke Saham dan Strategi Bisnis FITT
Pembatalan rencana akuisisi ini memicu reaksi cepat dari investor di pasar saham. Saham FITT langsung mengalami tekanan jual hingga menyentuh batas ARB pada perdagangan hari yang sama.
Meski demikian, manajemen menyampaikan bahwa pembatalan transaksi tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional perusahaan.
FITT juga menegaskan bahwa aktivitas bisnis tetap berjalan normal sambil mengevaluasi berbagai peluang pengembangan usaha di masa depan.
Sebagai emiten yang bergerak di sektor perhotelan, fokus utama perusahaan saat ini tetap pada penguatan bisnis inti serta eksplorasi strategi ekspansi yang dinilai lebih sejalan dengan keberlanjutan perusahaan.
Ke depan, langkah strategis yang akan diambil FITT akan menjadi perhatian investor, terutama terkait arah ekspansi bisnis setelah batalnya rencana akuisisi di sektor pelayaran.
0 Komentar