Ticker

4/recent/ticker-posts

Saham MDKA Masih Rugi 3 Tahun, Tapi Analis Kompak Rekomendasikan Beli di Tengah Lonjakan Harga Emas

Daftar Isi [Tampilkan]

 

Kinerja keuangan belum tentu menjadi satu-satunya faktor yang menentukan prospek sebuah saham. Hal itu terlihat pada saham PT Merdeka Copper Gold Tbk yang meski mencatatkan kerugian selama tiga tahun berturut-turut, tetap mendapatkan dukungan kuat dari para analis pasar modal.

Optimisme terhadap emiten tambang yang terafiliasi dengan Garibaldi Thohir ini terutama didorong oleh prospek harga emas global yang terus menguat serta ekspansi proyek tambang yang dinilai akan menjadi pendorong kinerja ke depan.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Bloomberg LP, sebanyak 26 analis yang mengulas saham MDKA memberikan rekomendasi beli. Konsensus target harga saham tersebut berada di kisaran Rp3.631,05 per lembar dalam 12 bulan ke depan.

Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 9% dibandingkan harga pasar yang berada di sekitar Rp3.330 per saham.

Menariknya, beberapa institusi global bahkan memberikan proyeksi yang jauh lebih agresif.

 

Prospek Harga Emas dan Proyek Tambang Jadi Katalis Utama

 

Sejumlah analis melihat prospek saham MDKA tidak hanya ditopang oleh harga emas, tetapi juga oleh ekspansi proyek tambang yang sedang dikembangkan oleh perusahaan.

Analis dari UBS Group AG menaikkan target harga saham MDKA menjadi Rp5.150 per lembar. Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan valuasi hingga lima sampai enam kali EV/EBITDA pada periode 2026–2027.

Optimisme ini didasarkan pada dua asumsi utama. Pertama, percepatan produksi emas dari anak usaha PT Merdeka Gold Resources Tbk yang diproyeksikan mencapai puncak produksi sebesar 441.000 ons pada 2030.

Kedua, potensi monetisasi proyek tambang tembaga Tujuh Bukit yang diyakini dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perusahaan.

Secara operasional, anak usaha tersebut diperkirakan memproduksi sekitar 115.000 ons emas pada 2026. Angka ini diproyeksikan meningkat menjadi 265.000 ons pada 2028 dan terus naik hingga 441.000 ons pada 2030.

Peningkatan produksi ini didorong oleh ekspansi teknologi pengolahan tambang seperti heap leach dan carbon in leach yang memungkinkan efisiensi proses ekstraksi emas.

Selain bisnis emas, pertumbuhan juga diperkirakan datang dari sektor nikel melalui anak usaha PT Merdeka Battery Materials Tbk. Dengan beroperasinya fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) dan Acid Iron Metal, produksi nikel diproyeksikan meningkat dan mendukung profitabilitas perusahaan.

Dalam proyeksi jangka menengah, MDKA bahkan diperkirakan mulai mencatatkan laba pada periode 2026 hingga 2028 dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan yang diperkirakan mencapai lebih dari 50%.

 

Kerja Sama dengan Antam Perkuat Penyerapan Emas Domestik

 

Selain ekspansi produksi, MDKA juga memperkuat rantai bisnisnya melalui kerja sama strategis dengan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam perjanjian Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) yang melibatkan dua anak usaha MDKA, yaitu PT Bumi Suksesindo dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera.

Melalui kontrak yang berlaku selama dua tahun ini, Antam akan membeli sekitar 3 metrik ton emas per tahun dari Grup Merdeka. Kontrak tersebut juga memberikan opsi tambahan volume hingga 3 metrik ton setiap tahunnya.

Produksi emas yang dipasok berasal dari dua aset utama perusahaan, yaitu Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi dan Tambang Emas Pani di Gorontalo.

Tambang Pani sendiri baru mencatatkan tonggak penting dengan melakukan penuangan emas perdana pada Februari 2026. Pencapaian ini menandai dimulainya fase produksi dari salah satu proyek emas terbesar yang dikembangkan oleh Grup Merdeka.

Kerja sama dengan Antam memberikan kepastian penyerapan produksi emas di pasar domestik sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan terhadap industri emas nasional.

Dengan kombinasi ekspansi produksi emas, pengembangan proyek nikel, serta prospek harga komoditas yang menguat, banyak analis melihat MDKA berada pada fase transisi menuju pertumbuhan laba yang lebih kuat dalam beberapa tahun ke depan.

 

Posting Komentar

0 Komentar