Sejumlah emiten sektor energi dan sumber daya alam di Bursa Efek Indonesia mulai menaikkan target produksi untuk tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk memanfaatkan momentum permintaan energi dan komoditas yang masih kuat di pasar global.
Beberapa perusahaan yang sudah menyampaikan target ambisius antara lain PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), serta emiten tambang emas PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Ketiganya menargetkan peningkatan produksi yang berpotensi menjadi rekor baru dalam sejarah perusahaan.
MEDC Targetkan Produksi Migas Tertinggi Sepanjang Sejarah
Perusahaan energi milik keluarga Panigoro, PT Medco Energi Internasional Tbk, menargetkan produksi minyak dan gas pada 2026 di kisaran 165.000 hingga 170.000 barrel oil equivalent per day (boepd).
Target ini lebih tinggi dibandingkan realisasi produksi pada 2025 yang mencapai sekitar 156.000 boepd. Bahkan pada kuartal IV 2025, produksi perseroan sempat menyentuh rata-rata 176.000 boepd.
Selain peningkatan produksi, sejumlah indikator cadangan migas perusahaan juga mengalami kenaikan.
|
Indikator Cadangan MEDC |
2024 |
2025 |
|
Cadangan 2P |
493 juta boe |
564 juta boe |
|
Sumber daya 2C |
896 juta boe |
±1 miliar boe |
|
Reserve Life Index |
10,4 tahun |
11,4 tahun |
Peningkatan cadangan ini menjadi faktor penting bagi keberlanjutan produksi migas perusahaan dalam jangka panjang.
PGEO Bidik Rekor Produksi Listrik Panas Bumi
Di sektor energi terbarukan, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk juga menargetkan pertumbuhan produksi listrik pada 2026.
Sepanjang 2025, perusahaan mencatat produksi listrik panas bumi sebesar 5.095 gigawatt hour (GWh), naik 5,55% dibandingkan produksi 2024 yang mencapai 4.827 GWh.
Untuk 2026, PGEO menargetkan produksi listrik sekitar 5.255 GWh, atau tumbuh sekitar 3,14% secara tahunan.
Saat ini perusahaan mengelola 15 wilayah kerja panas bumi dengan total kapasitas terpasang sekitar 1.932 megawatt (MW) yang terdiri dari:
- 727 MW dioperasikan langsung oleh perusahaan
- 1.205 MW melalui skema Kontrak Operasi Bersama
Kapasitas ini mencakup sekitar 70% dari total kapasitas panas bumi di Indonesia dan berpotensi mengurangi emisi hingga 10 juta ton CO₂ per tahun.
Investasi Proyek Panas Bumi Tembus US$1 Miliar
Untuk memperkuat kapasitas produksi listrik, PGEO juga menyiapkan sejumlah proyek pengembangan panas bumi yang tercantum dalam program pembangunan nasional.
Beberapa proyek yang masuk dalam Blue Book 2025–2029 milik Kementerian PPN/Bappenas antara lain:
- Lumut Balai Unit 3
- Lumut Balai Unit 4
- Gunung Tiga / Ulubelu Extension I
- Lahendong Unit 7–8 & Binary
Total investasi proyek tersebut mencapai lebih dari US$1,09 miliar.
Jika terealisasi, proyek-proyek tersebut diperkirakan akan menambah 215 MW kapasitas listrik rendah emisi yang mulai beroperasi bertahap pada 2029–2032.
Dalam jangka panjang, PGEO menargetkan pengembangan potensi panas bumi hingga 3 gigawatt (GW).
BRMS Targetkan Produksi Emas 80.000 Ons
Selain sektor energi, emiten tambang emas PT Bumi Resources Minerals Tbk juga menargetkan peningkatan produksi pada 2026.
Perusahaan menargetkan produksi emas mencapai sekitar 80.000 ons pada tahun ini.
Sebagai perbandingan, produksi emas perusahaan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan signifikan:
|
Tahun |
Produksi Emas BRMS |
|
2020 |
2.271 ons |
|
2023 |
23.270 ons |
|
2024 |
64.983 ons |
|
2025 |
70.000–72.000 ons |
Pertumbuhan produksi ini didukung oleh peningkatan kapasitas pabrik pengolahan emas di Palu yang akan ditingkatkan dari 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari.
Tambang Bawah Tanah Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Dalam jangka menengah, produksi emas BRMS diperkirakan meningkat lebih besar setelah pengoperasian tambang bawah tanah di Poboya, Palu.
Tambang ini memiliki kadar emas yang relatif tinggi, sekitar 3,5 hingga 4,9 gram per ton, sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi produksi.
Perusahaan menargetkan tambang bawah tanah tersebut mulai beroperasi pada semester II 2027, yang diharapkan mendorong kenaikan produksi pada akhir 2027 atau awal 2028.
Target peningkatan produksi yang disiapkan oleh emiten energi dan pertambangan menunjukkan optimisme terhadap prospek komoditas global.
- PT Medco Energi Internasional Tbk fokus meningkatkan produksi migas dan cadangan energi.
- PT Pertamina Geothermal Energy Tbk memperluas kapasitas listrik berbasis energi bersih.
- PT Bumi Resources Minerals Tbk mendorong produksi emas melalui peningkatan kapasitas tambang.
Jika target-target tersebut tercapai, kinerja operasional emiten sektor energi dan komoditas berpotensi mencatat pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

0 Komentar