FlashNews

8/recent/ticker-posts

Verah Wahyudi Masuk Pemegang Saham Besar TAMA, Borong 70 Juta Saham Saat Perdagangan Disuspensi

Daftar Isi [Tampilkan]

 

Nama baru tiba-tiba muncul dalam daftar pemegang saham besar PT Lancartama Sejati Tbk. Sosok tersebut adalah Verah Wahyudi S. Wong yang diketahui membeli saham dalam jumlah besar di emiten konstruksi tersebut.

Berdasarkan data kepemilikan efek yang dirilis oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia dan dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia per 9 Maret 2026, Verah tercatat memiliki 70,62 juta lembar saham TAMA.

Jumlah tersebut setara dengan kepemilikan sekitar 5,89% dari total saham beredar perusahaan.

Langkah ini langsung menarik perhatian pasar karena Verah sebelumnya dikenal sebagai mantan pengendali sekaligus Komisaris Utama PT Remala Abadi Tbk.

 

Struktur Pemegang Saham TAMA Berubah

Sebelum masuknya Verah sebagai pemegang saham besar, struktur kepemilikan saham TAMA didominasi oleh beberapa pemegang saham utama.

Berdasarkan laporan registrasi pemegang efek yang berakhir pada 28 Februari 2026, pemegang saham di atas 5% meliputi:

  • PT Lancartama dengan kepemilikan sekitar 603,97 juta saham atau 50,33%
  • Katrin Widjaja sebanyak 147,28 juta saham atau 12,27%
  • Publik sebanyak 448,74 juta saham atau sekitar 37,4%

Masuknya Verah dengan kepemilikan hampir 6% membuat struktur pemegang saham perusahaan menjadi lebih dinamis.

Di sisi lain, Verah sendiri masih tercatat sebagai pemegang saham besar di PT Remala Abadi Tbk dengan kepemilikan sekitar 551,37 juta saham atau setara 40,1% per akhir Februari 2026.

 

Saham TAMA Disuspensi Setelah Lonjakan Harga Tidak Wajar

Masuknya investor baru ini terjadi di tengah kondisi perdagangan saham TAMA yang sedang diawasi ketat oleh bursa.

Bursa Efek Indonesia memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham TAMA di pasar reguler dan tunai sejak sesi I pada 5 Maret 2026.

Suspensi dilakukan sebagai langkah perlindungan investor setelah terjadi peningkatan harga saham yang dinilai signifikan dan tidak wajar dalam waktu singkat.

Sebelumnya, saham TAMA juga sempat disuspensi pada 3 Maret 2026, kemudian dibuka kembali pada 4 Maret sebelum akhirnya kembali dihentikan pada 5 Maret.

 

Profil Singkat Emiten Konstruksi TAMA

PT Lancartama Sejati Tbk merupakan perusahaan kontraktor yang bergerak di sektor konstruksi properti, khususnya pembangunan perumahan dan proyek komersial.

Perusahaan ini telah beroperasi sejak 1990 dengan portofolio proyek yang sebagian besar berada di wilayah Jabodetabek dan Sumatra Selatan.

Jenis proyek yang dikerjakan perusahaan cukup beragam, mulai dari pembangunan ruko, perumahan, hingga gedung perkantoran.

TAMA sendiri telah masuk dalam pipeline pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia sejak Juli 2019, namun baru resmi melantai di bursa pada Februari 2020.

Dengan munculnya investor baru seperti Verah Wahyudi di jajaran pemegang saham besar, pergerakan saham dan arah strategi perusahaan ke depan kemungkinan akan semakin menjadi perhatian pelaku pasar.

 

Posting Komentar

0 Komentar