FlashNews

8/recent/ticker-posts

Transformasi Total FITT: Tinggalkan Bisnis Hotel demi Merambah Sektor Tambang

Daftar Isi [Tampilkan]

 


Langkah drastis diambil oleh PT Hotel Fitra International Tbk. (FITT) pasca perubahan pengendali perusahaan pada akhir 2025. Emiten yang sebelumnya fokus pada industri pariwisata ini mengumumkan rencana besar untuk banting setir sepenuhnya ke sektor sumber daya pertambangan, jasa pertambangan, serta perdagangan produk tambang.

Keputusan ini diambil setelah manajemen di bawah kendali PT Jinlong Resources Investment melakukan evaluasi mendalam. Hasilnya, bisnis perhotelan yang selama ini dijalankan dinilai memiliki skala usaha terbatas dan belum mampu memberikan performa finansial yang optimal bagi para pemegang saham.

 

Alasan di Balik Reorientasi Bisnis ke Sektor Tambang

Direktur Utama FITT, Joni Rizal, menegaskan bahwa perubahan haluan ini merupakan strategi untuk menyelamatkan kelangsungan usaha (going concern) perseroan. Dalam public expose insidentil pada Selasa (14/4/2026), manajemen mengungkapkan bahwa sektor pertambangan memiliki prospek sinergi yang lebih kuat di bawah naungan pemilik baru.

Beberapa alasan utama di balik pengalihan fokus ini meliputi:

  • Kinerja Keuangan yang Lemah: Bisnis perhotelan FITT terus mencatatkan kerugian dan penurunan pendapatan yang signifikan.
  • Kapasitas Pengendali Baru: PT Jinlong Resources Investment memiliki rekam jejak dan keahlian dalam operasional proyek pertambangan.
  • Efisiensi Operasional: Sektor tambang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan perseroan pada satu lini bisnis yang tidak produktif dan meningkatkan efisiensi secara menyeluruh.

 

Membedah Kondisi Keuangan Perseroan

Keputusan untuk meninggalkan sektor pariwisata diperkuat oleh laporan keuangan terakhir yang menunjukkan performa kurang memuaskan. Meskipun rugi bersih mengalami penyusutan, penurunan pendapatan tetap menjadi lampu kuning bagi kesehatan finansial perusahaan.

Berikut adalah ringkasan perbandingan kinerja keuangan FITT (Januari–September 2025 vs 2024):

Indikator Keuangan

Jan-Sep 2025

Jan-Sep 2024

Pendapatan

Rp6,36 Miliar

Rp9,89 Miliar

Rugi Bersih

Rp5,66 Miliar

Rp6,95 Miliar

Total Aset

Rp98,63 Miliar

Rp102,33 Miliar

Total Ekuitas

Rp71,88 Miliar

Rp77,54 Miliar

Total Liabilitas

Rp26,74 Miliar

Rp24,79 Miliar

 

Pembatalan Divestasi dan Rencana Akuisisi Baru

Seiring dengan perubahan arah bisnis, FITT juga melakukan perombakan pada rencana aksi korporasinya. Perseroan memutuskan untuk membatalkan rencana RUPSLB terkait divestasi dua anak usahanya, yakni PT Bumi Majalengka Permai (BMP) dan PT Fitra Amanah Wisata (FAW). Selain itu, rencana akuisisi perusahaan pelayaran PT Poseidon Shipping Indonesia juga resmi dihentikan.

Sebagai gantinya, FITT kini sedang aktif melakukan evaluasi dan penjajakan terhadap target akuisisi baru di bidang pertambangan. Strategi ini diharapkan dapat menjadi mesin pertumbuhan baru yang mampu membalikkan posisi rugi menjadi laba dalam jangka waktu tiga hingga lima tahun ke depan.

 

Proyeksi Jangka Panjang: Diversifikasi dan Sinergi

Meskipun Joni Rizal belum merinci komoditas tambang spesifik yang akan disasar, manajemen optimis bahwa integrasi ke sektor energi ini akan memberikan dampak positif bagi neraca perusahaan. Dengan dukungan dari pengendali baru yang berpengalaman, FITT berharap setiap segmen usaha baru nantinya dapat saling mendukung dari sisi sumber daya manusia maupun basis pelanggan.

FITT kini berada di masa transisi yang krusial. Keberhasilan transformasi ini akan sangat bergantung pada ketepatan manajemen dalam memilih aset tambang yang akan diakuisisi serta kemampuan mereka dalam menavigasi volatilitas harga komoditas global yang menjadi karakteristik utama sektor pertambangan.

 

Posting Komentar

0 Komentar