Setelah sempat tertekan pada paruh pertama tahun ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan pemulihan. Sepanjang Juli 2026, IHSG menguat sekitar 8,58% dan bahkan sempat mencatat reli selama 14 hari perdagangan berturut-turut hingga 21 Juli.
Kenaikan indeks tersebut membuka peluang baru bagi investor. Jika sebelumnya fokus utama adalah memulihkan kerugian akibat koreksi pasar, kini perhatian mulai beralih ke saham-saham yang mampu memberikan dua sumber keuntungan sekaligus, yakni capital gain dan dividen tunai.
Momentum ini juga bertepatan dengan musim pembagian dividen emiten untuk tahun buku 2025. Sejumlah perusahaan bahkan masih menjadwalkan pembayaran dividen pada akhir Juli hingga Agustus 2026.
Mengapa Saham Dividen Menarik Saat Pasar Menguat?
Dalam kondisi pasar yang mulai pulih, saham dengan fundamental kuat biasanya menjadi tujuan utama investor.
Jika perusahaan juga rutin membagikan dividen, investor memperoleh dua potensi keuntungan:
- kenaikan harga saham;
- pendapatan tunai dari dividen.
Kombinasi tersebut membuat saham dividen sering menjadi pilihan investor jangka panjang, terutama ketika ketidakpastian global masih cukup tinggi.
Enam Saham Dividen Pilihan Analis
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta merekomendasikan enam saham yang dinilai masih menarik dikoleksi.
1. Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
Rekomendasi: Add
Target harga: Rp3.220
Menurut Nafan, BBRI masih menjadi salah satu pilihan utama berkat:
- profitabilitas yang tinggi;
- fundamental yang kuat;
- konsistensi membagikan dividen.
Apabila pemulihan ekonomi berlanjut, saham ini juga dinilai masih memiliki peluang menghasilkan capital gain.
2. Bank Mandiri (BMRI)
Rekomendasi: Add
Target harga: Rp4.720
BMRI dinilai tetap menarik karena:
- laba bersih yang besar;
- kualitas aset terjaga;
- pertumbuhan kredit masih positif.
Selain menjadi emiten dengan nilai dividen terbesar tahun ini, prospek bisnis perbankan dinilai masih menopang kemampuan perseroan membayar dividen pada tahun-tahun berikutnya.
3. Bank Central Asia (BBCA)
Rekomendasi: Add
Target harga: Rp7.900
Dividend yield BBCA memang tidak setinggi bank-bank besar lainnya.
Namun menurut Nafan, kekuatan BBCA justru terletak pada:
- kualitas laba;
- likuiditas yang kuat;
- model bisnis yang defensif.
Karena itu BBCA tetap cocok bagi investor jangka panjang yang mengutamakan stabilitas.
4. AKR Corporindo (AKRA)
Rekomendasi: Add
Target harga: Rp1.635
AKRA menawarkan kombinasi menarik antara dividend yield dan prospek pertumbuhan bisnis.
Perseroan masih didukung oleh:
- bisnis distribusi energi;
- pengembangan kawasan industri JIIPE;
- pembagian dividen yang konsisten.
AKRA juga baru mengumumkan dividen interim sebesar Rp50 per saham atau sekitar Rp1 triliun, yang akan dibayarkan pada 14 Agustus 2026.
5. Telkom Indonesia (TLKM)
Rekomendasi: Add
Target harga: Rp3.030
TLKM dinilai sesuai bagi investor yang mengejar pendapatan dividen stabil.
Bisnis telekomunikasi memiliki karakteristik:
- arus kas yang kuat;
- pendapatan relatif stabil;
- kebutuhan layanan yang terus meningkat.
Meski demikian, investor juga perlu mencermati bahwa dividend payout ratio TLKM tahun ini mencapai 123,5%, artinya nilai dividen yang dibayarkan melebihi laba bersih tahun berjalan.
6. Kalbe Farma (KLBF)
Rekomendasi: Accumulative Buy
Target harga: Rp885
KLBF menjadi pilihan defensif di sektor kesehatan.
Walaupun dividend yield tidak setinggi emiten komoditas maupun perbankan, perusahaan dikenal memiliki:
- fundamental yang sehat;
- bisnis yang stabil;
- konsistensi membagikan dividen.
Emiten dengan Dividen Jumbo Tahun Buku 2025
Selain rekomendasi analis, sejumlah perusahaan juga membagikan dividen dalam jumlah besar sepanjang tahun ini.
| Emiten | Dividen |
|---|---|
| BMRI | Rp44,47 triliun |
| BBCA | Rp41,30 triliun |
| TLKM | Rp21,99 triliun |
| ADRO | Rp8,05 triliun |
| AADI | Rp7,90 triliun |
| ANTM | Rp5,05 triliun |
| ITMG | Rp2,06 triliun |
| MYOR | Rp1,32 triliun |
| PTBA | Rp1,32 triliun |
Dari sisi nilai nominal, Bank Mandiri menjadi pembagi dividen terbesar dengan total Rp44,47 triliun.
Sementara itu, Telkom Indonesia mencatat payout ratio tertinggi mencapai 123,5%, yang berarti dividen yang dibagikan lebih besar daripada laba bersih yang diakui pada tahun buku tersebut.
Masih Ada Peluang Berburu Dividen
Musim dividen belum sepenuhnya berakhir.
Beberapa emiten masih memiliki jadwal pembayaran dalam waktu dekat.
AKR Corporindo (AKRA)
- Dividen interim: Rp50 per saham
- Cum dividen: 31 Juli 2026
- Ex dividen: 3 Agustus 2026
- Pembayaran: 14 Agustus 2026
Mitratel (MTEL)
Mitratel juga akan membagikan dividen tunai sebesar:
- Rp2,08 triliun;
- Rp25,6 per saham;
- setara 98% laba bersih 2025.
Dividen tersebut dijadwalkan dibayarkan kepada pemegang saham pada 31 Juli 2026.
Tidak Semua Dividend Yield Tinggi Selalu Lebih Baik
Investor sering terpaku pada besarnya dividend yield.
Padahal, ada beberapa faktor lain yang sama pentingnya, seperti:
- kemampuan perusahaan mempertahankan laba;
- arus kas operasional;
- tingkat utang;
- prospek bisnis;
- kebijakan dividen jangka panjang.
Perusahaan dengan dividend yield sedang tetapi laba yang terus bertumbuh sering kali mampu memberikan total return lebih baik dibanding emiten yang hanya sesekali membayar dividen besar.
Strategi Memilih Saham Dividen
Sebelum membeli saham karena faktor dividen, investor sebaiknya memperhatikan beberapa hal.
Pertama, lihat apakah perusahaan memiliki rekam jejak membagikan dividen secara konsisten.
Kedua, perhatikan dividend payout ratio. Rasio yang terlalu tinggi bisa menjadi sinyal bahwa ruang untuk mempertahankan dividen pada masa depan menjadi lebih terbatas apabila laba turun.
Ketiga, jangan hanya mengejar dividen. Prospek pertumbuhan bisnis dan valuasi saham tetap menjadi faktor penting dalam menentukan potensi keuntungan investasi secara keseluruhan.

0 Komentar