Daftar IsiTampilkan


Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan masih bergerak di bawah tekanan pada perdagangan Rabu, 29 Juli 2026. Meski demikian, peluang perdagangan jangka pendek tetap terbuka pada sejumlah saham yang dinilai berada di area teknikal menarik.
Ringkasan
  • IHSG diperkirakan menguji area koreksi 6.074–6.107.
  • Area penguatan terdekat diproyeksikan berada di 6.262–6.299.
  • ICBP dan TPIA masuk rekomendasi trading buy, sedangkan ADMR dan DSNG direkomendasikan buy on weakness.
Pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2026, IHSG ditutup turun 0,89% atau 55,19 poin ke posisi 6.130,58.

Indeks dibuka di level 6.175,19 dan sempat mencapai posisi tertinggi 6.199,44 sebelum tekanan jual membawa IHSG kembali melemah hingga penutupan.

Pergerakan pasar juga menunjukkan jumlah saham yang turun lebih banyak dibandingkan saham yang menguat. Sebanyak 265 saham berakhir di zona hijau, 360 saham melemah, dan 172 saham tidak berubah.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat sebesar Rp10.775,76 triliun.


IHSG Menguji Area 6.074–6.107

Tim Riset MNC Sekuritas menilai pelemahan IHSG masih didominasi tekanan jual, meskipun volume transaksi cenderung mengecil.

Dalam jangka pendek, pergerakan indeks diperkirakan masih bergerak mendatar atau sideways di antara rata-rata pergerakan 20 hari dan 60 hari, yang dikenal sebagai MA20 dan MA60.

Berdasarkan pendekatan Elliott Wave, IHSG diperkirakan sedang berada dalam bagian dari wave iv dari wave (c) dari wave [iv].

Area 6.074–6.107 menjadi zona koreksi yang perlu dicermati. Sementara itu, apabila terjadi penguatan, area terdekat yang berpotensi diuji berada pada rentang 6.262–6.299.

Dengan posisi IHSG yang masih rawan berfluktuasi, strategi perdagangan perlu disertai disiplin terhadap batas kerugian atau stop loss.

Ringkasan Rekomendasi Saham Hari Ini

SahamStrategiArea beliTarget hargaStop loss
ADMRBuy on WeaknessRp1.435–Rp1.470Rp1.550–Rp1.615Di bawah Rp1.385
DSNGBuy on WeaknessRp1.270–Rp1.315Rp1.390–Rp1.430Di bawah Rp1.265
ICBPTrading BuyRp6.900–Rp6.950Rp7.075–Rp7.225Di bawah Rp6.875
TPIATrading BuyRp2.050–Rp2.090Rp2.390–Rp2.600Di bawah Rp2.000


ADMR: Buy on Weakness

Saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) terkoreksi 0,34% ke level Rp1.470 dan masih dibayangi tekanan jual yang cenderung meningkat.

MNC Sekuritas memperkirakan ADMR sedang berada dalam bagian dari wave iv dari wave (i) dari wave [c] pada skenario teknikal yang digunakan.

Investor dapat mencermati strategi buy on weakness pada rentang Rp1.435–Rp1.470.

Target kenaikan terdekat berada di Rp1.550, kemudian Rp1.615. Skenario tersebut perlu dievaluasi apabila harga turun menembus Rp1.385.


DSNG: Penguatan Menembus MA60

Saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) menguat 6,77% ke posisi Rp1.340. Kenaikan tersebut disertai peningkatan volume pembelian dan mampu membawa harga menembus MA60.

Secara teknikal, DSNG diperkirakan sedang berada pada tahap awal wave 5 dari wave (A) dari wave [B].

Area buy on weakness berada pada rentang Rp1.270–Rp1.315. Target harga ditetapkan pada Rp1.390 dan Rp1.430.

Investor perlu mewaspadai pelemahan di bawah Rp1.265 karena dapat menggagalkan skenario kenaikan tersebut.


ICBP: Trading Buy di Area Rp6.900

Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) terkoreksi ke level Rp6.950 dan masih didominasi tekanan jual.

Meski demikian, harga saham ICBP masih mampu bertahan di atas kumpulan MA20 dan MA60. Kondisi tersebut membuat peluang kenaikan jangka pendek dinilai masih terbuka.

Selama harga bertahan di atas Rp6.875, ICBP diperkirakan sedang berada pada tahap awal wave (v) dari wave [i] dari wave C.

MNC Sekuritas memberikan rekomendasi trading buy pada area Rp6.900–Rp6.950, dengan target Rp7.075 dan Rp7.225.

Batas kerugian ditempatkan di bawah Rp6.875.

Dari harga Rp6.950 menuju target pertama Rp7.075, potensi kenaikannya sekitar 1,8%. Adapun target kedua Rp7.225 menawarkan peluang sekitar 4%.


TPIA: Volume Pembelian Masih Mendominasi

Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menguat ke level Rp2.090 dan masih ditopang volume pembelian.

Harga juga mampu bertahan di atas MA20. Selama TPIA tidak turun menembus Rp2.000, saham ini diperkirakan sedang berada pada tahap awal wave [iii] dari wave 3.

Area trading buy berada pada rentang Rp2.050–Rp2.090.

Target harga pertama ditetapkan pada Rp2.390, sedangkan target berikutnya berada di Rp2.600. Batas stop loss berada di bawah Rp2.000.

Dibandingkan rekomendasi lainnya, jarak target TPIA relatif lebar. Dari harga Rp2.090 ke target pertama Rp2.390, terdapat potensi kenaikan sekitar 14,4%. Namun, potensi tersebut juga diikuti risiko volatilitas yang lebih tinggi.


Apa Arti Buy on Weakness dan Trading Buy?

Buy on weakness merupakan strategi membeli saham ketika harga mengalami pelemahan menuju area tertentu yang dinilai menarik secara teknikal.

Investor tidak mengejar harga ketika sedang melonjak, melainkan menunggu koreksi untuk memperoleh harga masuk yang lebih rendah.

Sementara itu, trading buy merupakan rekomendasi pembelian untuk memanfaatkan potensi pergerakan harga dalam jangka relatif pendek. Strategi ini biasanya disertai target harga dan batas kerugian yang lebih ketat.

Kedua rekomendasi tersebut bukan berarti harga saham pasti naik. Analisis teknikal dibangun berdasarkan pola harga dan volume yang dapat berubah ketika kondisi pasar bergerak di luar skenario.


Risiko Koreksi IHSG Belum Berakhir

Proyeksi IHSG menuju area 6.074–6.107 menunjukkan ruang pelemahan masih terbuka dari penutupan sebelumnya di 6.130,58.

Apabila tekanan jual semakin besar dan indeks menembus area tersebut, volatilitas pasar dapat kembali meningkat. Saham-saham yang secara teknikal masih menarik pun berpotensi ikut terseret oleh sentimen pasar secara keseluruhan.

Sebaliknya, kemampuan IHSG bertahan di sekitar area koreksi dapat membuka peluang rebound menuju 6.262–6.299.

Karena itu, investor yang melakukan perdagangan jangka pendek perlu memperhatikan pergerakan indeks sekaligus menjaga disiplin pada area beli dan stop loss masing-masing saham.