Emiten otomotif Grup Saratoga, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX), membukukan laba bersih sebesar Rp336 miliar pada semester I/2026 atau meningkat 23% secara tahunan (year-on-year/YoY). Kinerja tersebut ditopang oleh perbaikan margin di hampir seluruh lini bisnis meski pendapatan perseroan relatif stagnan. MPMX dikenal sebagai distributor utama sepeda motor Honda di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur, sekaligus memiliki bisnis ritel otomotif, asuransi umum, transportasi, hingga pembiayaan.
Berdasarkan laporan keuangan semester I/2026, MPMX membukukan pendapatan bersih sebesar Rp7,7 triliun, turun tipis 1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, perseroan berhasil meningkatkan profitabilitas melalui efisiensi biaya dan optimalisasi bauran bisnis.
Laba kotor naik 6% secara tahunan menjadi Rp691 miliar, sementara laba usaha melonjak 25% menjadi Rp366 miliar.
Group Chief Financial Officer (CFO) MPMX Beatrice Kartika mengatakan strategi perusahaan untuk menjaga kualitas pertumbuhan mulai menunjukkan hasil.
"Kami mampu mempertahankan kinerja pendapatan secara relatif stabil sekaligus perbaikan margin di berbagai segmen usaha, melalui disiplin dalam pengelolaan biaya, serta penguatan kualitas portofolio di berbagai lini bisnis," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).
Menurut Beatrice, MPMX akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, kehati-hatian, dan efisiensi agar mampu mempertahankan kinerja yang berkelanjutan.
Perbaikan profitabilitas tersebut juga tercermin dari peningkatan margin. Margin laba kotor naik menjadi 9%, margin laba usaha menjadi 4,7%, sedangkan margin laba bersih meningkat menjadi 4,4%, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Distribusi Honda Masih Jadi Tulang Punggung
Segmen distribusi dan ritel tetap menjadi kontributor utama bagi kinerja perseroan. Pendapatan bersih segmen ini mencapai Rp7,3 triliun atau hanya turun 0,4% dibandingkan semester I/2025.
Penjualan sepeda motor pada bisnis distribusi MPMulia turun 3% menjadi Rp6 triliun. Namun, pendapatan layanan purna jual meningkat 9% menjadi Rp751 miliar.
Di sisi lain, bisnis ritel membukukan pertumbuhan penjualan sepeda motor sebesar 6% menjadi Rp1,7 triliun. Pendapatan layanan purna jual juga meningkat lebih dari 9% menjadi Rp51 miliar.
Perbaikan komposisi pendapatan tersebut mendorong laba kotor segmen distribusi dan ritel naik 6% menjadi Rp616 miliar, dengan margin laba kotor meningkat menjadi 8,5% dari sebelumnya 7,9%.
Bisnis Asuransi dan Rental Makin Efisien
Pada lini asuransi, MPMInsurance membukukan pendapatan asuransi sebesar Rp434 miliar, turun 10% secara tahunan akibat melemahnya kontribusi asuransi kendaraan bermotor dan lini bisnis lainnya.
Meski demikian, perusahaan mampu menekan biaya jasa asuransi sebesar 13% menjadi Rp357 miliar sehingga hasil jasa asuransi meningkat 4% menjadi Rp77 miliar.
Sementara itu, hasil investasi turun 31% menjadi Rp18 miliar akibat lebih rendahnya pendapatan dari instrumen saham.
Di segmen penyewaan kendaraan, MPMRent membukukan pendapatan Rp706 miliar atau turun 4% YoY akibat berkurangnya armada yang disewakan, layanan pengemudi, serta penjualan mobil bekas.
Namun, laba kotor justru meningkat 11% menjadi Rp163 miliar dengan margin laba kotor naik menjadi 23,1% berkat efisiensi biaya dan optimalisasi komposisi bisnis.
Pembiayaan Masih Selektif
Pada bisnis pembiayaan, JACCS MPMFinance Indonesia mencatatkan pendapatan bersih Rp311 miliar atau turun 43% dibandingkan semester I/2025 seiring strategi pembiayaan yang lebih selektif dan prudent.
Meski demikian, beban operasional berhasil ditekan 45% menjadi Rp275 miliar sehingga rugi bersih segmen menyusut 58% menjadi Rp41 miliar dari Rp97 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
MPMX merupakan perusahaan otomotif terintegrasi yang didirikan pada 1987 oleh William Soeryadjaya. Saat ini perseroan mayoritas dimiliki oleh PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) dan mengelola ekosistem bisnis mulai dari distribusi sepeda motor Honda, ritel otomotif, asuransi umum, penyewaan kendaraan, hingga pembiayaan konsumen.

0 Komentar