Daftar IsiTampilkan

Emiten infrastruktur Grup Salim, PT Nusantara Infrastructure Tbk. (META), membukukan peningkatan kontribusi laba dari bisnis jalan tol pada semester I/2026. Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan volume kendaraan di sejumlah ruas tol yang dikelola PT Margautama Nusantara (MUN) Group, entitas asosiasi yang menjadi salah satu penyumbang utama profitabilitas perseroan.
Ringkasan
  • Emiten infrastruktur Grup Salim PT Nusantara Infrastructure Tbk. (META) mencatat kenaikan kontribusi laba dari bisnis jalan tol pada semester I/2026, didorong pertumbuhan lalu lintas kendaraan dan kinerja PT Margautama Nusantara (MUN) Group.
  • Volume lalu lintas MUN Group meningkat 5,9% YoY, sementara laba bersih MUN tumbuh 12% YoY, sehingga kontribusi laba kepada META naik menjadi Rp55,1 miliar.
  • Selain bisnis jalan tol, META terus memperkuat bisnis air bersih dan energi terbarukan, sekaligus memperbaiki struktur keuangan dengan menurunkan liabilitas 8,5% dibandingkan akhir 2025.
Sepanjang Januari—Juni 2026, volume lalu lintas MUN Group meningkat 5,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut didorong kenaikan lalu lintas harian rata-rata (LHR) di Jalan Tol BSD sebesar 5,6% secara tahunan (year-on-year/YoY) dan Jalan Tol Makassar sebesar 6,2%.

Sejalan dengan peningkatan trafik, MUN Group membukukan pendapatan sebesar Rp424,1 miliar atau naik 7,3% YoY. Laba bersih perusahaan juga meningkat 12% berkat perbaikan kinerja operasional serta penurunan beban bunga.

Perbaikan tersebut turut mengerek kontribusi laba entitas asosiasi kepada META. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi, perseroan mencatat share in net profit of associates sebesar Rp55,1 miliar pada semester I/2026, meningkat 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan itu terutama berasal dari kontribusi MUN sebagai salah satu aset jalan tol strategis milik perseroan.

Head of Corporate Communication & CSR Nusantara Infrastructure Indah D.P. Pertiwi mengatakan bisnis jalan tol masih menunjukkan pertumbuhan meski sektor transportasi dan infrastruktur menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, peningkatan laba operasional dan laba bersih MUN mencerminkan keberhasilan perseroan menjaga kualitas operasional sekaligus mengoptimalkan kinerja aset di setiap wilayah.

Indah menambahkan, META akan terus meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional agar dapat memberikan nilai tambah bagi pengguna jalan maupun para pemangku kepentingan.

 

Struktur Keuangan Makin Sehat

Selain ditopang kinerja entitas asosiasi, META juga mencatat perbaikan struktur keuangan sepanjang semester pertama tahun ini.

Dibandingkan posisi akhir 2025, ekuitas perseroan meningkat 0,2%, sementara liabilitas turun 8,5%. Perseroan juga membukukan kebutuhan pengeluaran kas bersih (net cash spending) yang lebih rendah dengan tetap menjaga kecukupan pendanaan operasional.

Pada April 2026, META juga menetapkan pembagian dividen sebesar Rp45,4 miliar yang telah direalisasikan seluruhnya pada Juni 2026.

 

Air Bersih Tumbuh, Energi Terbarukan Tertekan

Di luar bisnis jalan tol, META terus mengembangkan portofolio usaha di sektor air bersih dan energi terbarukan.

Pada segmen air bersih, volume penjualan PT Sarana Tirta Cipta Kencana (SCTK) meningkat 3,9% secara tahunan, didukung bertambahnya pelanggan baru serta ekspansi layanan ke kawasan industri.

Sementara itu, volume penjualan energi terbarukan turun 16,4% YoY. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi keterbatasan pasokan feedstock pada fasilitas Refuse Derived Fuel Power Plant (RDF) yang masih menjadi tantangan bagi industri pengolahan sampah menjadi energi.

Menurut Indah, perseroan akan terus mengoptimalkan seluruh portofolio bisnis melalui peningkatan efisiensi operasional, kualitas layanan, serta penerapan manajemen risiko yang prudent guna mendukung pertumbuhan jangka panjang dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham.