Rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) menghapus batas minimum harga saham Rp50 membuka kemungkinan baru bagi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO). Saham yang sejak Mei 2026 tertahan di level gocap itu secara teori dapat kembali bergerak di bawah Rp50 apabila perdagangan hingga Rp1 diberlakukan di pasar reguler dan pasar tunai.
Tetapi kemungkinan teknis turun hingga Rp1 tidak berarti harga GOTO akan otomatis menuju level tersebut. Harga tetap akan ditentukan oleh fundamental perusahaan, sentimen pasar, serta keseimbangan permintaan dan penawaran. Justru di sinilah perubahan aturan menjadi penting: Rp50 tidak lagi berfungsi sebagai lantai harga yang menahan proses pembentukan harga GOTO.
3 Poin Penting
- Secara teori GOTO dapat diperdagangkan hingga Rp1 jika BEI benar-benar menghapus batas minimum Rp50, tetapi perubahan aturan tidak otomatis membuat harga turun ke level tersebut.
- Manfaat utamanya adalah membuka kembali proses pembentukan harga. Penjual tidak lagi menumpuk di Rp50 dan transaksi dapat terjadi pada harga keseimbangan baru.
- Risiko spekulasi meningkat drastis di harga sangat rendah. Dari Rp2 ke Rp1 berarti rugi 50%, sementara Rp1 ke Rp2 menghasilkan kenaikan 100%.
*Perhitungan Receh.in. Penurunan dari Rp50 menjadi Rp1 setara 98%. Angka ini merupakan ilustrasi matematis, bukan proyeksi harga GOTO.
GOTO Bisa Turun Sampai Rp1, tetapi Itu Bukan Prediksi
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menjelaskan bahwa secara teori GOTO dapat bergerak perlahan hingga Rp1 jika batas harga minimum baru diterapkan.
Namun poin terpenting justru ada pada kata “secara teori”. Batas Rp1 hanya menentukan seberapa rendah harga diperbolehkan bergerak oleh sistem perdagangan, bukan menentukan harga wajarnya.
Artinya, perubahan regulasi tidak dengan sendirinya menyebabkan GOTO turun dari Rp50 menjadi Rp40, Rp20, Rp10, apalagi Rp1. Untuk bergerak ke bawah, tetap harus terdapat tekanan jual yang lebih besar daripada permintaan pada setiap level harga.
Jika fundamental membaik atau permintaan investor menguat, harga bahkan dapat bergerak menjauh dari batas bawah tersebut. Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut, penghapusan lantai Rp50 memberikan ruang bagi pasar untuk mencari keseimbangan di harga yang lebih rendah.
| Skenario Harga GOTO | Penurunan dari Rp50* | Nilai Posisi Rp10 Juta* |
|---|---|---|
| Rp40 | -20% | Rp8,0 juta |
| Rp30 | -40% | Rp6,0 juta |
| Rp25 | -50% | Rp5,0 juta |
| Rp20 | -60% | Rp4,0 juta |
| Rp10 | -80% | Rp2,0 juta |
| Rp1 | -98% | Rp200.000 |
*Perhitungan Receh.in untuk ilustrasi matematis dan mengabaikan biaya transaksi. Bukan target atau proyeksi harga saham GOTO.
Ilustrasi tersebut menunjukkan mengapa asumsi bahwa saham Rp50 “sudah tidak bisa turun lagi” menjadi berbahaya jika lantai harga dihapus.
Harga minimum Rp1 adalah batas sistem perdagangan, bukan target harga GOTO. Menyatakan GOTO “bisa Rp1” sangat berbeda dengan menyatakan GOTO “akan Rp1”.
Mengapa Penghapusan Gocap Justru Bisa Membantu GOTO?
Meski terdengar negatif karena membuka ruang penurunan lebih dalam, penghapusan batas Rp50 sebenarnya mempunyai sisi positif bagi mekanisme perdagangan.
Selama saham tertahan pada harga minimum, investor yang ingin menjual hanya dapat memasang order di Rp50. Jika jumlah penjual jauh lebih besar daripada pembeli, antrean jual dapat terus menumpuk tanpa harga mempunyai ruang untuk menyesuaikan lebih rendah.
Kondisi tersebut membuat proses price discovery tidak berjalan secara optimal.
Pengamat Pasar Modal Universitas Indonesia Budi Frensidy menilai kasus GOTO menjadi salah satu contoh. Menurutnya, GOTO tertahan di Rp50 sejak Mei 2026 sehingga likuiditas menurun. Dalam bahan juga disebut kondisi itu berkaitan dengan persoalan index replicability yang kemudian berujung pada dikeluarkannya saham tersebut dari indeks MSCI.
Jika batas Rp50 dihapus, penjual dapat menawarkan GOTO pada Rp49, Rp48, Rp45, dan seterusnya sampai ditemukan harga yang kembali mempertemukan penjual dengan pembeli.
| Dengan Lantai Rp50 | Jika Minimum Menjadi Rp1 |
|---|---|
| Harga tidak bisa turun di bawah Rp50 | Harga dapat bergerak di bawah Rp50 |
| Antrean jual dapat menumpuk di Rp50 | Penjual dapat menurunkan harga penawaran |
| Price discovery terbatas | Price discovery lebih leluasa |
| Likuiditas dapat terkunci | Peluang transaksi pada harga baru terbuka |
Dengan kata lain, harga yang lebih rendah tidak selalu berarti mekanisme pasar menjadi lebih buruk. Dari sudut mikrostruktur, harga yang dapat menyesuaikan justru bisa membuat transaksi kembali terjadi.
Tetapi likuiditas yang meningkat juga tidak boleh otomatis dianggap sehat.
Liza mengingatkan kenaikan frekuensi atau nilai transaksi pada saham berharga sangat rendah dapat pula berasal dari spekulasi yang semakin ramai. Saham bisa sangat aktif diperdagangkan tanpa adanya perbaikan fundamental perusahaan.
Harga Rp10 atau Rp1 Bisa Membuat GOTO Sangat Volatil
Konsekuensi lain dari penghapusan gocap adalah besarnya perubahan persentase ketika harga sudah memasuki satu digit.
Pada harga Rp50, pergerakan Rp1 hanya setara 2%. Tetapi pada harga Rp10, perubahan Rp1 sudah berarti 10%. Pada Rp5, satu rupiah setara 20%.
Situasinya menjadi ekstrem ketika harga mencapai Rp1-Rp2.
| Perubahan Harga | Perubahan Persentase* |
|---|---|
| Rp50 → Rp49 | -2,0% |
| Rp20 → Rp19 | -5,0% |
| Rp10 → Rp9 | -10,0% |
| Rp5 → Rp4 | -20,0% |
| Rp2 → Rp1 | -50,0% |
| Rp1 → Rp2 | +100,0% |
*Perhitungan Receh.in.
Karakter tersebut dapat membuat saham berharga sangat rendah terlihat menggiurkan bagi trader. Harga yang hanya bergerak satu atau dua rupiah dapat menghasilkan keuntungan persentase besar.
Namun logika yang sama berlaku saat harga turun.
Investor yang membeli di Rp2 hanya membutuhkan penurunan satu rupiah untuk kehilangan separuh nilai investasinya.
GOTO di Rp20 tidak otomatis lebih menarik dibandingkan GOTO di Rp50. Investor tetap harus membandingkan harga tersebut dengan fundamental, jumlah saham beredar, kapitalisasi pasar, prospek laba, arus kas, dan risiko bisnis.
Jadi, Apa yang Menentukan Harga Wajar GOTO?
Jika batas Rp50 benar-benar dihapus, perhatian investor seharusnya bergeser dari pertanyaan “seberapa rendah GOTO boleh diperdagangkan?” menjadi “pada harga berapa investor bersedia membeli GOTO berdasarkan prospek bisnisnya?”
Itulah inti price discovery.
Liza menekankan harga tetap dipengaruhi fundamental, sentimen, serta kekuatan permintaan dan penawaran. Bagi investor institusi maupun asing, harga nominal rendah juga bukan alasan utama untuk masuk.
Mereka akan tetap memperhitungkan kualitas fundamental, tata kelola, transparansi, free float, kedalaman likuiditas, serta kemampuan membeli dan menjual saham tanpa terlalu banyak menggerakkan harga.
Bagi investor ritel, justru ada risiko psikologis yang lebih besar. Saham Rp10 atau Rp5 dapat tampak “murah” hanya karena angka nominalnya kecil, padahal kapitalisasi pasar dan valuasinya belum tentu murah.
Karena itu, jika aturan baru diberlakukan, empat hal berikut menjadi lebih penting untuk diperhatikan pada GOTO:
| Yang Perlu Dipantau | Mengapa Penting? |
|---|---|
| Fundamental | Menentukan kemampuan bisnis menciptakan nilai jangka panjang |
| Arus kas & profitabilitas | Menjadi dasar menilai perbaikan kualitas bisnis |
| Permintaan & penawaran | Menentukan harga keseimbangan baru setelah lantai Rp50 dihapus |
| Likuiditas | Menunjukkan apakah transaksi kembali sehat atau hanya meningkat karena spekulasi |
Penghapusan lantai Rp50 juga tidak serta-merta membuat GOTO kembali menarik bagi investor institusi atau indeks global. Persyaratan likuiditas, keterwakilan harga, akses perdagangan, free float, dan faktor lainnya tetap relevan.
Jika BEI menghapus batas harga minimum Rp50 dan membuka perdagangan hingga Rp1, GOTO secara teknis memang dapat diperdagangkan di bawah gocap. Bahkan Rp1 menjadi batas bawah teoritis. Namun hal itu tidak berarti GOTO akan turun ke Rp1. Kebijakan tersebut hanya menghilangkan lantai buatan sehingga harga dapat mencari keseimbangan baru berdasarkan permintaan, penawaran, sentimen, dan fundamental. Bagi investor, risiko terbesar justru muncul jika harga nominal yang semakin rendah dianggap otomatis semakin murah. Dari Rp50 ke Rp25 berarti nilai investasi turun 50%, sedangkan jika secara ekstrem bergerak ke Rp1, penurunannya mencapai 98%. Sebaliknya, kemampuan harga bergerak bebas juga dapat memperbaiki price discovery dan memungkinkan transaksi kembali terjadi setelah lama tertahan di gocap.
Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
Apakah saham GOTO bisa turun di bawah Rp50?
Apakah GOTO bisa turun sampai Rp1?
Berapa kerugian jika GOTO turun dari Rp50 menjadi Rp25?
Berapa penurunan dari Rp50 menjadi Rp1?
Apakah harga GOTO yang lebih rendah otomatis lebih murah?
Apa manfaat penghapusan batas Rp50 bagi GOTO?
Perhitungan Receh.in: Penurunan Rp50 ke Rp25 setara 50%, Rp50 ke Rp10 sebesar 80%, dan Rp50 ke Rp1 sebesar 98%. Seluruh skenario harga merupakan ilustrasi matematis, bukan target harga.
Disclaimer: Artikel ini untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham GOTO. Ketentuan BEI masih dapat berubah sebelum diterapkan dan harga saham tidak dapat diprediksi hanya berdasarkan perubahan batas minimum perdagangan.
0 Komentar