Hapsoro Sukmonohadi atau lebih dikenal sebagai Happy Hapsoro memiliki salah satu jaringan kepemilikan saham yang menarik di Bursa Efek Indonesia. Berbeda dengan investor individu yang sekadar mengoleksi saham minoritas, jejak Hapsoro membentang dari kepemilikan langsung hingga posisi pengendali melalui sejumlah perusahaan investasi.
Berdasarkan keterbukaan terbaru yang dapat ditelusuri, Hapsoro masih memiliki saham langsung di PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA), PT Sanurhasta Mitra Tbk. (MINA), PT Pakuan Tbk. (UANG), PT Singaraja Putra Tbk. (SINI), dan PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO).
RAJA menjadi posisi paling besar. Setelah penyesuaian jumlah saham akibat aksi korporasi, kepemilikan langsung Hapsoro per Juli 2026 tercatat sebanyak 5,82 miliar saham atau 27,52%. Di luar kepemilikan langsung tersebut, struktur RAJA juga memuat PT Sentosa Bersama Mitra dan PT Tirta Orisa Yasa, dua entitas yang memiliki hubungan kepemilikan dengan Hapsoro.
Jika lima posisi langsung tersebut dihitung secara indikatif menggunakan harga saham pada 27 Agustus 2026, nilainya mencapai sekitar Rp6,62 triliun. Namun angka ini bukan nilai kekayaan bersih Hapsoro, bukan pula harga perolehan investasinya.
- RAJA menjadi saham langsung terbesar Hapsoro dengan kepemilikan 27,52%, disusul MINA 19,68% dan UANG 19,35%.
- Nilai pasar indikatif lima posisi langsung sekitar Rp6,62 triliun berdasarkan harga 27 Agustus 2026, dengan RAJA menyumbang lebih dari Rp4,7 triliun.
- Portofolionya bergerak lintas sektor: gas dan migas, properti, batu bara, hingga pembangkit listrik tenaga air, sementara struktur kendali tidak selalu terlihat hanya dari saham atas nama pribadi.
*Perhitungan indikatif berdasarkan posisi saham publik terbaru yang tersedia dan harga pasar 27 Agustus 2026. Tidak memasukkan kepemilikan melalui perusahaan terafiliasi.
Siapa Happy Hapsoro?
Nama lengkapnya Hapsoro Sukmonohadi. Di pasar modal, ia lebih sering disebut Happy Hapsoro dan dikenal sebagai pengusaha yang mempunyai kepentingan bisnis di sektor energi, infrastruktur, properti, hingga pertambangan.
Jaringan bisnisnya menjadi lebih mudah terlihat ketika struktur kepemilikan perusahaan ditelusuri sampai ke penerima manfaat terakhir atau ultimate beneficial owner.
Salah satu contoh paling jelas adalah MINA. Laporan tahunan Sanurhasta Mitra menyebut PT Tirta Orisa Yasa—sebelumnya bernama PT Basis Utama Prima—sebagai entitas induk, sementara Hapsoro disebut sebagai penerima manfaat terakhir.
Hal serupa membuat pembacaan portofolio Hapsoro berbeda dengan investor seperti Lo Kheng Hong. Pada Lo, saham yang tercatat atas nama pribadi biasanya sudah menggambarkan investasi utamanya. Pada Hapsoro, saham pribadi hanya menjadi satu lapisan karena terdapat kendaraan investasi yang ikut memiliki emiten yang sama.
daftar saham atas nama “Hapsoro” tidak sama dengan keseluruhan eksposur ekonominya. Untuk memahami portofolionya, investor perlu membaca juga struktur PT Sentosa Bersama Mitra, PT Tirta Orisa Yasa dan perusahaan terkait lainnya.
Strateginya pun lebih menyerupai pembentukan ekosistem bisnis dibandingkan sekadar perdagangan saham. RAJA mempunyai anak usaha migas RATU, SINI telah masuk lebih jauh ke bisnis pertambangan, sementara MINA dan UANG memberi eksposur pada properti. ARKO menambahkan elemen energi terbarukan.
RAJA, MINA, UANG hingga ARKO: Berapa Saham yang Dimiliki?
Posisi langsung paling besar berada di RAJA. Laporan registrasi pemegang saham periode Juli 2026 menunjukkan Hapsoro memiliki 5.816.180.500 saham atau 27,52%.
Jumlah saham tersebut melonjak dibandingkan bulan sebelumnya karena basis jumlah saham RAJA berubah setelah aksi korporasi. Persentasenya tetap 27,52%, sehingga kenaikan jumlah lembar tidak berarti Hapsoro membeli tambahan 4,65 miliar saham di pasar.
Ini penting karena perubahan jumlah saham akibat stock split atau aksi serupa sering keliru dibaca sebagai akumulasi.
| Emiten | Bisnis Utama | Saham Hapsoro | Porsi Langsung | Data Terbaru |
|---|---|---|---|---|
| RAJA | Gas & energi | 5.816.180.500 | 27,52% | Jul 2026 |
| MINA | Properti & hospitality | 1.937.224.659 | 19,68% | Jul 2026 |
| UANG | Properti | 234.178.350 | 19,35% | Jun 2026 |
| SINI | Holding / pertambangan | 46.742.500 | 3,89% | Jul 2026 |
| ARKO | Energi terbarukan | 59.605.000 | 2,04% | Mar 2026* |
*Kepemilikan ARKO juga dilaporkan masih berada di level tersebut dalam informasi publik terbaru pada Agustus. Selain posisi pribadi 2,04%, PT Sentosa Bersama Mitra tercatat memiliki sekitar 2,01% saham ARKO.
MINA merupakan posisi besar berikutnya. Hingga laporan pemegang saham Juli, Hapsoro masih menggenggam 1,937 miliar saham atau 19,68%.
Namun kendalinya atas MINA tidak berhenti di sana. PT Tirta Orisa Yasa memiliki 30,48% saham MINA dan laporan resmi perseroan menyebut Hapsoro sebagai penerima manfaat terakhir. Secara ekonomi, struktur ini membuat eksposurnya terhadap MINA jauh lebih besar daripada 19,68% yang tercatat langsung atas nama pribadi.
UANG mempunyai pola serupa. Hapsoro memiliki 234,18 juta saham atau 19,35%, sedangkan PT Tirta Orisa Yasa menguasai sekitar 16,23%.
kepemilikan pribadi dan kepemilikan perusahaan terafiliasi memang menggambarkan jaringan pengaruh ekonomi yang lebih luas, tetapi persentasenya tidak boleh otomatis disebut seluruhnya “milik pribadi Hapsoro” tanpa memperhatikan struktur hukum, pemegang saham lain, dan hak pengendalian masing-masing entitas.
Nilai Saham Langsung Sekitar Rp6,6 Triliun, RAJA Mendominasi
Untuk mengetahui skalanya, Receh.in menghitung nilai pasar lima posisi langsung tersebut menggunakan harga perdagangan 27 Agustus 2026.
RAJA ditutup di sekitar Rp825 per saham. Dengan 5,816 miliar saham, nilai posisi langsung Hapsoro secara indikatif mencapai sekitar Rp4,80 triliun.
MINA di Rp278 memberi nilai sekitar Rp538,55 miliar. UANG pada Rp2.440 menghasilkan nilai sekitar Rp571,40 miliar.
Posisi ARKO dengan harga sekitar Rp5.150 bernilai hampir Rp307 miliar, sedangkan kepemilikan langsung SINI pada harga sekitar Rp8.750 bernilai sekitar Rp409 miliar.
| Saham | Jumlah Saham | Harga 27 Agustus | Nilai Indikatif |
|---|---|---|---|
| RAJA | 5,816 miliar | Rp825 | Rp4,80 T |
| UANG | 234,18 juta | Rp2.440 | Rp571,40 M |
| MINA | 1,937 miliar | Rp278 | Rp538,55 M |
| SINI | 46,74 juta | Rp8.750 | Rp409,00 M |
| ARKO | 59,61 juta | Rp5.150 | Rp306,97 M |
| Total | - | - | ~Rp6,62 T |
RAJA ≈ Rp4,798 triliun
MINA ≈ Rp538,55 miliar
UANG ≈ Rp571,40 miliar
SINI ≈ Rp409,00 miliar
ARKO ≈ Rp306,97 miliar
Total indikatif ≈ Rp6,624 triliun.
Angka tersebut bahkan belum memasukkan nilai ekonomis kepemilikan melalui perusahaan investasi yang dikendalikan atau terafiliasi.
Karena itu, Rp6,62 triliun lebih tepat disebut sebagai nilai pasar saham yang diketahui berada langsung atas nama Hapsoro, bukan keseluruhan portofolio grupnya.
Ada pula perubahan menarik pada SINI. Sebelum rights issue, Hapsoro memiliki 43,29 juta saham atau 9%. Pada 23 Juli ia justru membeli lagi 3,45 juta saham di harga Rp5.000 sehingga jumlah saham naik menjadi 46,74 juta.
Namun karena jumlah saham SINI beredar melonjak akibat aksi korporasi, persentase Hapsoro terdilusi menjadi 3,89%. Jadi penurunan dari 9% menjadi 3,89% bukan berarti ia menjual saham. Ia malah membeli tambahan saham, sementara denominator jumlah saham perusahaan membesar jauh lebih cepat.
Dari RAJA ke SINI, Fundamental Portofolionya Tidak Seragam
Menariknya, saham-saham dalam jaringan Hapsoro tidak bergerak dengan satu cerita fundamental yang sama.
RAJA menjadi salah satu yang sedang menunjukkan pertumbuhan kuat. Semester I/2026, pendapatan Rukun Raharja mencapai sekitar US$131,2 juta, naik sekitar 3% YoY. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak sekitar 100% menjadi US$22,75 juta atau sekitar Rp410 miliar.
Kenaikan itu ditopang antara lain kontribusi investasi dan proyek energi. RAJA juga mempunyai eksposur terhadap bisnis hulu migas melalui anak usahanya PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU).
RATU sendiri kini menjadi salah satu simpul penting dalam ekosistem energi tersebut. Per akhir Juli 2026, RAJA memegang sekitar 68,68% saham RATU.
Berbeda dengan RAJA, MINA masih sangat kecil secara skala laba. Semester I/2026, pendapatannya hanya sekitar Rp4,12 miliar. Perseroan memang berhasil membalik rugi Rp1,9 miliar menjadi laba sekitar Rp248,8 juta, tetapi kegiatan operasinya masih mencatat rugi.
Artinya, kenaikan laba MINA tidak otomatis berarti kualitas bisnisnya sudah setara dengan RAJA. Kapitalisasi pasar, laba, serta aset harus dibaca bersama.
UANG juga masih menghadapi profitabilitas yang fluktuatif. Pada kuartal I/2026, Pakuan mencatat pendapatan Rp9,2 miliar dan rugi bersih Rp19,9 miliar. Bisnis properti seperti UANG sangat bergantung pada waktu pengakuan penjualan sehingga perbandingan satu kuartal dapat sangat volatil.
SINI menawarkan cerita yang lebih ekstrem.
Semester I/2026 perseroan membukukan laba ratusan miliar rupiah, berbalik dari rugi tahun lalu. Tetapi sebagian besar lonjakan tersebut berasal dari keuntungan pembelian dengan diskon atau bargain purchase sekitar Rp662,7 miliar setelah akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti.
laba akuntansi akibat bargain purchase bukan pendapatan operasional berulang. Karena itu, investor sebaiknya tidak mengannualisasi laba SINI semester I secara sederhana untuk memperkirakan laba tahunan berikutnya.
ARKO memberi diversifikasi berbeda karena bergerak di pembangkit listrik tenaga air. Hapsoro memiliki 2,04% saham secara pribadi dan perusahaan investasinya Sentosa Bersama Mitra sekitar 2,01% berdasarkan data publik yang muncul sejak awal 2026.
Kepemilikan itu belum membuatnya menjadi pengendali ARKO. Pemegang saham utama tetap PT Arkora Bakti Indonesia dan PT Energia Prima Nusantara.
ARKO juga sedang memperluas portofolio energinya. Pada Agustus 2026, anak usahanya menyelesaikan akuisisi PT Endorshine Energy Solution, memperluas eksposur grup ke pengembangan energi.
| Emiten | Tema | Kondisi yang Perlu Dipantau |
|---|---|---|
| RAJA | Gas, infrastruktur energi, migas | Kontribusi RATU, proyek baru, leverage |
| MINA | Properti/hospitality | Skala revenue kecil, monetisasi aset |
| UANG | Properti | Penjualan proyek, arus kas, utang |
| SINI | Holding pertambangan | Integrasi KMS, produksi tambang, kualitas laba |
| ARKO | Hydropower | COD proyek, capex, utang proyek |
Pola portofolio ini memperlihatkan bahwa Hapsoro tidak dapat didefinisikan sebagai investor satu sektor. Tetapi energi dan aset riil terlihat menjadi tema dominan.
Ia juga tidak selalu masuk sebagai investor pasif. Di beberapa perusahaan, kepemilikan pribadi dan kendaraan investasinya membentuk posisi pengendalian atau setidaknya memberikan pengaruh besar terhadap struktur pemegang saham.
Portofolio saham publik Happy Hapsoro lebih kompleks daripada sekadar lima kode saham. Secara langsung ia memiliki 27,52% RAJA, 19,68% MINA, 19,35% UANG, 3,89% SINI, dan sekitar 2,04% ARKO. Nilai pasar indikatif lima posisi tersebut mencapai sekitar Rp6,62 triliun pada 27 Agustus 2026. Namun jaringan investasi sesungguhnya lebih luas karena terdapat kepemilikan melalui Sentosa Bersama Mitra dan Tirta Orisa Yasa. RAJA menjadi aset publik paling material dan sekaligus memiliki fundamental paling kuat saat ini, sementara MINA, UANG, SINI, dan ARKO membawa profil risiko serta tahap pengembangan yang berbeda. Bagi investor ritel, jejaring kepemilikan Hapsoro menarik untuk dipantau, tetapi bukan alasan tunggal membeli saham-saham tersebut.
Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
Siapa Happy Hapsoro?
Apa saja saham yang dimiliki langsung Hapsoro?
Berapa saham RAJA milik Hapsoro?
Berapa nilai portofolio saham Hapsoro?
Mengapa saham SINI Hapsoro turun dari 9% menjadi 3,89%?
Apakah semua saham Hapsoro otomatis menarik dibeli?
Perhitungan Receh.in: Nilai pasar indikatif kepemilikan langsung berdasarkan harga 27 Agustus 2026 adalah RAJA sekitar Rp4,80 triliun, MINA Rp538,55 miliar, UANG Rp571,40 miliar, SINI Rp409,00 miliar, dan ARKO Rp306,97 miliar. Total sekitar Rp6,62 triliun.
Catatan: Artikel membedakan tegas kepemilikan saham langsung atas nama Hapsoro dengan kepemilikan melalui perusahaan investasi yang terafiliasi. Nilai pasar bukan harga perolehan, keuntungan investasi atau kekayaan bersih.
Disclaimer: Artikel ini untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan rekomendasi membeli atau menjual RAJA, MINA, UANG, SINI, ARKO maupun saham lainnya.

0 Komentar