Daftar IsiTampilkan


Indeks Kompas100 menutup perdagangan Senin, 24 Agustus 2026, dengan pelemahan tipis. Namun di balik pergerakan indeks yang hanya turun sekitar 0,1%, rotasi antarsaham berlangsung jauh lebih besar.

Berdasarkan data perdagangan yang ditampilkan aplikasi IDX dan dikutip Ipotnews, Kompas100 berakhir di sekitar 847, setelah bergerak pada rentang 843-853 sepanjang perdagangan.

Pergerakan indeks terlihat relatif tenang. Tetapi komponennya tidak. PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) melesat 10,44%, sedangkan PT Bank Jago Tbk. (ARTO) turun 5,19%. Di sisi aktivitas, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) memperdagangkan sekitar 3 miliar saham senilai Rp675 miliar meski harganya justru turun 1,02%.

Pola ini menunjukkan satu hal penting: saham yang paling ramai diperdagangkan belum tentu saham yang sedang paling kuat diakumulasi. Data aliran dana pada hari yang sama bahkan menunjukkan BUMI termasuk saham dengan distribusi dan penjualan asing besar, sedangkan EMAS justru mendapat dukungan akumulasi dan dana asing.

Ringkasan
  • Kompas100 turun sekitar 0,1% ke level 847, dengan pergerakan intraday pada kisaran 843-853.
  • EMAS menjadi top gainer +10,44% ke Rp8.725, disusul SSIA, TOWR, BRMS dan AADI. ARTO menjadi top loser dengan koreksi 5,19%.
  • BUMI memimpin volume dan nilai transaksi, tetapi tidak berarti terjadi akumulasi. Market summary IPOT justru mencatat net distribution sekitar Rp88,9 miliar dan foreign outflow Rp105,1 miliar pada BUMI.
847 Penutupan Kompas100
+10,44% EMAS, Top Gainer
3 Miliar Volume Saham BUMI
Rp675 M Nilai Transaksi BUMI

Indeks Turun Tipis, tetapi Pergerakan Sahamnya Tidak Tipis

Kompas100 hanya kehilangan sekitar satu poin pada perdagangan Senin. Secara indeks, koreksinya memang terlihat kecil.

Namun rentang pergerakan dari level terendah 843 hingga tertinggi 853 mencapai 10 poin. Artinya, indeks sempat mengalami ayunan sekitar 1,2% jika dihitung dari level terendahnya.

Perhitungan Receh.in:
(853 − 843) ÷ 843 × 100% = sekitar 1,19%.

Jadi penutupan yang hanya turun 0,1% menyembunyikan volatilitas intraday yang lebih besar.

Pergerakan tersebut juga sejalan dengan IHSG yang pada hari yang sama turun 0,37% ke 6.501,67.

Market summary IPOT menunjukkan investor asing membukukan penjualan bersih sekitar Rp350,71 miliar di seluruh pasar pada 24 Agustus. Artinya, tekanan asing masih ada, tetapi tidak terjadi secara merata pada semua saham.

Justru terjadi rotasi cukup jelas antara saham yang dilepas dan saham yang masih diburu.

Di Kompas100, saham komoditas—khususnya emas dan mineral—menjadi kelompok yang paling menonjol di sisi positif. Sementara tekanan terlihat pada bank digital, telekomunikasi, semen, dan beberapa saham pertambangan tertentu.

EMAS Melonjak 10%, BRMS dan AADI Ikut Menguat

PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) menjadi saham dengan kenaikan terbesar di antara konstituen Kompas100 pada perdagangan tersebut.

Harga EMAS melonjak 10,44% menjadi Rp8.725, dengan sekitar 62 juta saham berpindah tangan. Nilai transaksinya mencapai Rp515 miliar, menjadikannya sekaligus salah satu saham dengan nilai perdagangan terbesar di Kompas100.

Top Gainer Kompas100 Harga Perubahan Nilai Transaksi
EMAS Rp8.725 +10,44% Rp515 M
SSIA Rp1.900 +7,04% Rp137 M
TOWR Rp456 +5,07% Rp54 M
BRMS Rp730 +5,04% Rp388 M
AADI Rp10.250 +4,59% Rp141 M

Kenaikan EMAS terlihat lebih menarik ketika dibandingkan dengan data aliran transaksinya.

Market summary IPOT mencatat EMAS memperoleh net accumulation sekitar Rp105,07 miliar pada perdagangan 24 Agustus. Dari sisi investor asing, EMAS juga masuk lima besar saham dengan foreign inflow, sekitar Rp53,1 miliar.

Artinya, kenaikan harga EMAS tidak hanya diikuti volume besar, tetapi juga bertepatan dengan indikator akumulasi dan arus asing positif pada hari tersebut.

BRMS menunjukkan pola yang searah. Saham ini naik 5,04% menjadi Rp730 dengan nilai transaksi Rp388 miliar. Dalam market summary yang sama, BRMS memperoleh foreign inflow sekitar Rp56,2 miliar.

Yang menarik:
EMAS dan BRMS sama-sama mencatat kenaikan harga sekaligus foreign inflow. Namun arus transaksi satu hari tetap belum cukup untuk membuktikan tren akumulasi jangka panjang. Konsistensinya perlu dilihat pada periode beberapa hari hingga beberapa pekan.

SSIA dan TOWR juga naik kuat masing-masing 7,04% dan 5,07%, memperlihatkan bahwa rotasi positif tidak hanya terjadi pada saham komoditas.

BUMI Paling Ramai, tetapi Justru Ada Distribusi

Jika EMAS memimpin kenaikan, BUMI menjadi pusat keramaian.

Saham PT Bumi Resources Tbk. mencatat sekitar 3 miliar saham diperdagangkan dalam sekitar 63 ribu transaksi. Nilai transaksinya mencapai Rp675 miliar—terbesar di antara saham Kompas100 pada data tersebut.

Namun harga BUMI turun 1,02% menjadi Rp194.

Indikator Aktivitas Peringkat 1 Data
Frekuensi INET ~65 ribu transaksi
Volume BUMI ~3 miliar saham
Nilai transaksi BUMI Rp675 miliar

Jumlah transaksi yang sangat besar tidak otomatis menunjukkan pembeli mendominasi.

Data market summary IPOT justru mencatat BUMI mengalami net distribution Rp88,93 miliar. Dari sisi asing, saham ini juga mengalami net outflow sekitar Rp105,1 miliar, terbesar kedua setelah BBRI.

Ini memberi pelajaran penting dalam membaca data pasar.

Volume tinggi ≠ akumulasi.
Volume menunjukkan banyak saham berpindah tangan. Untuk mengetahui kecenderungan tekanan beli atau jual, investor tetap perlu melihat harga, order flow, foreign flow, dan indikator distribusi-akumulasi secara bersamaan.

INET memberikan contoh lain. Saham ini menjadi yang paling sering ditransaksikan di Kompas100 dengan sekitar 65 ribu kali transaksi dan nilai Rp310 miliar, tetapi harganya tidak berubah di Rp330.

Market summary pada hari yang sama mencatat INET termasuk saham dengan net distribution sekitar Rp58,78 miliar.

Jadi tingginya frekuensi menunjukkan minat transaksi, bukan arah harga yang pasti.

KIJA juga sangat aktif dengan sekitar 1 miliar saham senilai Rp282 miliar, tetapi berbeda dari BUMI dan INET, harganya justru naik sekitar 3% menjadi Rp206.

ARTO, EXCL hingga ISAT Tertekan: Pasar Sedang Sangat Selektif

Pada sisi negatif, ARTO menjadi saham Kompas100 dengan koreksi terdalam. Saham Bank Jago turun 5,19% menjadi Rp1.005.

Tekanan berikutnya datang dari dua emiten telekomunikasi. XLSMART Telecom Sejahtera (EXCL) terkoreksi 4,93% ke Rp2.700, sedangkan Indosat (ISAT) turun 3,31% menjadi Rp2.630.

Top Loser Kompas100 Harga Perubahan Nilai Transaksi
ARTO Rp1.005 -5,19% Rp18 M
EXCL Rp2.700 -4,93% Rp28 M
SMGR Rp1.505 -3,83% Rp41 M
ISAT Rp2.630 -3,31% Rp202 M
PTRO Rp5.125 -3,30% Rp160 M

ISAT juga mengalami tekanan asing. Data akhir hari mencatat foreign outflow sekitar Rp67,8 miliar.

PTRO, selain turun 3,30%, masuk daftar saham dengan net distribution sekitar Rp70,05 miliar dalam market summary IPOT.

Yang muncul dari keseluruhan data bukan sekadar pasar yang turun, melainkan pasar yang sangat selektif.

Kompas100 sendiri hanya turun sekitar 0,1%, tetapi selisih antara top gainer dan top loser mencapai lebih dari 15 poin persentase. EMAS naik 10,44%, sedangkan ARTO turun 5,19%.

Perhitungan Receh.in:
10,44% − (-5,19%) = 15,63 poin persentase.

Artinya, ketika indeks nyaris datar, dispersi return antarsaham justru sangat lebar.

Kondisi seperti ini membuat pemilihan saham menjadi jauh lebih menentukan daripada sekadar menebak apakah indeks akan naik atau turun.

Investor yang hanya melihat Kompas100 turun 0,1% dapat kehilangan detail bahwa modal sedang berotasi: emas dan mineral relatif kuat, sementara sejumlah bank, telekomunikasi, semen dan saham lain mengalami tekanan.

Intinya:
Penurunan Kompas100 sebesar 0,1% pada 24 Agustus 2026 terlihat kecil, tetapi pergerakan konstituennya menunjukkan rotasi yang tajam. EMAS naik 10,44% dengan transaksi Rp515 miliar, didukung net accumulation sekitar Rp105 miliar dan foreign inflow Rp53,1 miliar. BRMS juga menguat dengan arus asing positif. Di sisi lain, BUMI menjadi saham paling ramai—3 miliar saham senilai Rp675 miliar—tetapi harga turun 1,02%, disertai net distribution sekitar Rp88,9 miliar dan foreign outflow Rp105,1 miliar. ARTO, EXCL, SMGR, ISAT dan PTRO menjadi kelompok terlemah. Pelajaran terpentingnya: volume dan frekuensi tinggi menunjukkan aktivitas, bukan otomatis akumulasi. Di pasar yang indeksnya relatif datar tetapi dispersi return lebar, memahami arah aliran dana menjadi lebih penting daripada hanya melihat perubahan indeks.

Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)

Berapa penutupan Indeks Kompas100 pada 24 Agustus 2026?
Berdasarkan data IDX yang dikutip Ipotnews, Kompas100 berakhir di sekitar level 847 atau turun sekitar 0,1%.
Apa saham Kompas100 yang naik paling tinggi?
EMAS menjadi top gainer dengan kenaikan 10,44% ke Rp8.725, disusul SSIA, TOWR, BRMS dan AADI.
Apa saham Kompas100 yang turun paling dalam?
ARTO menjadi top loser dengan koreksi 5,19% menjadi Rp1.005, diikuti EXCL, SMGR, ISAT dan PTRO.
Saham apa yang paling aktif di Kompas100?
INET mempunyai frekuensi transaksi tertinggi sekitar 65 ribu kali, sedangkan BUMI memimpin volume sekitar 3 miliar saham dan nilai transaksi Rp675 miliar.
Apakah volume BUMI yang tinggi berarti sedang diakumulasi?
Tidak otomatis. Pada 24 Agustus BUMI memang memimpin volume dan nilai transaksi, tetapi market summary IPOT mencatat net distribution sekitar Rp88,9 miliar dan foreign outflow sekitar Rp105,1 miliar.
Bagaimana arus asing di pasar pada 24 Agustus?
Market summary IPOT mencatat foreign net sell seluruh pasar sekitar Rp350,71 miliar. Namun arusnya tidak merata karena beberapa saham seperti TINS, BRMS dan EMAS tetap memperoleh foreign inflow.
Sumber: Data perdagangan Bursa Efek Indonesia melalui aplikasi IDX sebagaimana dikutip Ipotnews; Indonesia Market Summary IPOT untuk perdagangan 24 Agustus 2026.

Perhitungan Receh.in: Rentang intraday Kompas100 843-853 setara sekitar 1,19% dari titik terendah. Selisih return antara top gainer EMAS dan top loser ARTO mencapai sekitar 15,63 poin persentase.

Catatan: Angka net accumulation, net distribution dan foreign flow berasal dari metodologi market summary IPOT dan tidak secara langsung mengidentifikasi pihak atau motif transaksi. Volume besar juga tidak otomatis berarti akumulasi. Data level penutupan indeks dalam sumber ditampilkan dalam pembulatan.

Disclaimer: Artikel ini untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan rekomendasi membeli atau menjual EMAS, SSIA, TOWR, BRMS, AADI, BUMI, INET, KIJA, ARTO, EXCL, SMGR, ISAT, PTRO atau saham lainnya. Pergerakan harga dan aliran dana satu hari tidak menjamin tren berikutnya.