JAKARTA — PT ABM Investama Tbk. (ABMM) mencatatkan lonjakan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester I/2026. Emiten jasa pertambangan dan tambang batu bara terintegrasi milik grup Trakindo serta investor kawakan Lo Kheng Hong ini berhasil mengantongi peningkatan laba bersih secara signifikan meski top-line pendapatan berada di level stabil.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, ABMM membukukan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar US$506,20 juta (sekitar Rp8,20 triliun). Angka ini hanya terkoreksi tipis 0,13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$506,89 juta.
Ringkasan
- Laba Bersih Melesat 44,57%: Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi US$39,92 juta (H1/2025: US$27,61 juta).
- Kontraktor Tambang Penopang Utama: Segmen kontraktor tambang dan penjualan batu bara menyumbang porsi terbesar senilai US$360,58 juta.
- Dividen & Laba Entitas Asosiasi: Kontribusi laba dari PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) dan PT Media Djaya Bersama (MDB) mencapai US$58,56 juta.
- Ekspansi Tambang Baru: Anak usaha PT Piranti Jaya Utama (PJU) persiapan operasi penuh di Kapuas dengan cadangan 34,06 juta ton.
1. Breakdown Pendapatan ABMM per Segmen Bisnis (H1/2026)
Pendapatan konsolidasian ABMM ditopang oleh diversifikasi lini bisnis dari jasa kontraktor tambang hingga perdagangan bahan bakar. Berikut rincian kontribusi masing-masing segmen:
← Geser tabel ke samping untuk melihat seluruh kolom →
| Lini Bisnis / Segmen | Pendapatan (H1/2026) | Kontribusi (%) |
|---|---|---|
| Kontraktor Tambang & Penjualan Batu Bara | US$360,58 juta | 71,23% |
| Jasa Logistik & Sewa Kapal | US$65,87 juta | 13,01% |
| Perdagangan Bahan Bakar (Fuel Trading) | US$44,69 juta | 8,83% |
| Jasa Lainnya & Pabrikasi | US$35,06 juta | 6,93% |
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian PT ABM Investama Tbk. per 30 Juni 2026.
2. Kontribusi Entitas Asosiasi & Prospek Tambang PJU
Lonjakan bottom-line ABMM tak lepas dari ciamiknya kinerja entitas asosiasi. ABMM mengantongi bagian atas laba entitas asosiasi sebesar US$58,56 juta, naik dari US$54,84 juta pada H1/2025.
Sumber utamanya berasal dari kepemilikan 30% saham di emiten tambang batu bara PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) serta 40% saham di PT Media Djaya Bersama (MDB).
Anak usaha ABMM, PT Piranti Jaya Utama (PJU) yang berlokasi di Kapuas, Kalimantan Tengah, saat ini bersiap memasuki tahap pengoperasian penuh. PJU memegang izin usaha pertambangan (IUP) seluas 4.800 hektare dengan total estimasi cadangan batu bara sebesar 34,06 juta ton.
3. Struktur Pemegang Saham ABMM per 30 Juni 2026
Berikut adalah komposisi kepemilikan saham perseroan berdasarkan laporan pendaftaran pemegang efek:
← Geser tabel ke samping untuk melihat seluruh kolom →
| Pemegang Saham | Jumlah Saham | Persentase |
|---|---|---|
| PT Tiara Marga Trakindo (Pengendali) | 1.474.573.133 | 53,56% |
| Valle Verde Pte. Ltd. (Singapura) | 702.349.867 | 25,51% |
| Drs. Lo Kheng Hong (Masyarakat) | 155.718.900 | 5,66% |
| Masyarakat & Karyawan (<5%) | 412.985.600 | 15,00% |
| Direksi & Komisaris | 7.537.500 | 0,27% |
Sumber: Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) per 30 Juni 2026.
Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
Berapa laba bersih ABM Investama (ABMM) pada semester I/2026?
Berapa persentase saham ABMM yang dimiliki Lo Kheng Hong?
Apa penopang utama peningkatan laba ABMM di H1/2026?
Disclaimer: Keputusan investasi, jual, atau beli saham sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Ulasan ini disajikan untuk keperluan edukasi dan informasi publik.

0 Komentar