Emiten telekomunikasi pelat merah PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) mencatat pemulihan kinerja pada kuartal II/2026 setelah laba bersih sempat melemah pada awal tahun. Hasil tersebut membuat kinerja semester pertama perseroan dinilai melampaui ekspektasi analis.
- Emiten telekomunikasi BUMN PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) membukukan laba bersih ternormalisasi Rp11,3 triliun pada semester I/2026, atau naik 6% secara tahunan dan melampaui ekspektasi pasar.
- Kinerja ditopang kenaikan ARPU Telkomsel, stabilnya jumlah pelanggan seluler, serta pertumbuhan EBITDA yang menjaga margin di kisaran 49%.
- Free cash flow meningkat hampir 13% berkat belanja modal yang lebih rendah, memberikan ruang lebih besar bagi TLKM untuk menurunkan utang maupun mempertahankan kebijakan dividen.
Berdasarkan ulasan riset Stockbit, TLKM membukukan laba bersih sekitar Rp6,3 triliun pada kuartal II/2026 atau meningkat 28% secara tahunan (year-on-year/YoY) dan melonjak 45% dibanding kuartal sebelumnya (quarter-to-quarter/QoQ). Dengan demikian, laba bersih semester I/2026 mencapai sekitar Rp10,6 triliun, naik 1% YoY.
Jika mengeluarkan sejumlah pos nonberulang, laba bersih ternormalisasi TLKM mencapai Rp11,3 triliun, tumbuh 6% YoY. Realisasi tersebut telah mencapai sekitar 55% dari estimasi laba sepanjang 2026, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pencapaian tiga tahun terakhir yang berada di kisaran 50%.
Kinerja operasional juga menunjukkan perbaikan. EBITDA naik menjadi sekitar Rp37,4 triliun atau tumbuh 4% YoY, sementara margin EBITDA tetap terjaga di level 49,4%.
Telkomsel Jadi Motor Pertumbuhan
Perbaikan kinerja terutama ditopang bisnis seluler Telkomsel.
Pendapatan segmen mobile meningkat menjadi sekitar Rp42,8 triliun, naik 5,6% YoY. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan average revenue per user (ARPU) menjadi sekitar Rp46 ribu, atau meningkat hampir 12% dibandingkan tahun lalu.
Di sisi lain, jumlah pelanggan seluler mulai stabil di kisaran 153,5 juta pelanggan. Manajemen disebut tetap berfokus meningkatkan kualitas pelanggan dengan strategi mempertahankan pengguna yang memiliki kontribusi pendapatan lebih tinggi dan tingkat perpindahan pelanggan yang rendah.
Sebaliknya, bisnis fixed broadband IndiHome masih menghadapi tekanan. Pendapatan turun sekitar 3,8% YoY menjadi Rp12,8 triliun seiring penurunan jumlah pelanggan menjadi sekitar 9,5 juta.
Penurunan tersebut merupakan bagian dari proses penyesuaian basis pelanggan, yakni dengan menghapus pelanggan yang tidak lagi aktif dan tidak memberikan kontribusi pendapatan dalam jangka waktu yang panjang.
Restrukturisasi Bisnis Berlanjut
Selain memperbaiki kinerja operasional, TLKM juga terus melanjutkan restrukturisasi bisnis.
Hingga akhir Juni 2026, perseroan telah menyelesaikan dua divestasi, dua merger, serta menutup delapan unit bisnis. Divestasi bisnis kesehatan, yakni AdMedika dan Telkomedika, memberikan keuntungan setelah pajak sekitar Rp429 miliar.
Manajemen juga menargetkan penyelesaian enam divestasi tambahan, dua merger, dan empat penutupan bisnis hingga akhir tahun.
Pada bisnis infrastruktur fiber, TLKM tengah mempersiapkan penyelesaian tahap kedua transfer aset Infranexia sekaligus mencari mitra strategis. Sementara itu, untuk bisnis data center, perseroan juga masih menjalankan proses pencarian strategic partner sebagai bagian dari upaya membuka nilai aset (value unlocking).
Free Cash Flow Meningkat
Meski pertumbuhan pendapatan semester pertama telah melampaui target manajemen sebesar 1–3% untuk sepanjang tahun, TLKM masih mempertahankan guidance tersebut.
Manajemen memperkirakan proses divestasi sejumlah bisnis pada paruh kedua tahun ini berpotensi menekan pertumbuhan pendapatan dalam jangka pendek.
Di sisi lain, belanja modal (capex) yang hanya mencapai 14,2% terhadap pendapatan, lebih rendah dibandingkan target 17–19%, berhasil mendorong free cash flow meningkat sekitar 12,8% YoY.
Menurut Stockbit, kondisi tersebut memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi TLKM untuk memperkuat neraca keuangan melalui penurunan utang maupun menjaga potensi pembagian dividen di masa mendatang.
Sentimen positif tersebut ikut direspons pasar. Saham TLKM ditutup menguat sekitar 4,2% pada perdagangan Senin (3/8/2026), setelah perseroan mengumumkan kinerja keuangan semester pertama tahun ini.

0 Komentar