JAKARTA — Danamas Stabil memperkuat posisinya sebagai reksa dana terbesar di Indonesia berdasarkan dana kelolaan atau assets under management (AUM) per 31 Juli 2026. Produk pendapatan tetap kelolaan Sinarmas Asset Management itu membukukan AUM Rp16,49 triliun, naik 2,6% dibandingkan akhir Juni.
Di belakangnya, Batavia Dana Kas Maxima justru turun 3% menjadi Rp15,07 triliun. Pergerakan berlawanan tersebut memperlebar jarak antara posisi pertama dan kedua menjadi sekitar Rp1,42 triliun. Pada saat yang sama, sejumlah produk besar lain masih mengalami tekanan dana kelolaan, termasuk Sucorinvest Money Market Fund dan STAR Stable Income Fund Kelas Utama.
3 Poin Penting
- Danamas Stabil makin unggul: AUM naik 2,6% menjadi Rp16,49 triliun, sementara Batavia Dana Kas Maxima turun 3% menjadi Rp15,07 triliun.
- Sucorinvest Money Market kehilangan hampir Rp1 triliun: AUM turun 8,7% menjadi Rp10,03 triliun, atau sekitar Rp956 miliar secara indikatif berdasarkan perhitungan Receh.in.
- Produk obligasi mendominasi: dari 25 produk dalam daftar, 16 merupakan reksa dana pendapatan tetap jika ABF Indonesia Bond Index Fund turut dihitung dalam kelompok berbasis obligasi.
*Perhitungan Receh.in berdasarkan angka AUM yang tercantum dalam tabel. Angka dapat berbeda tipis dari data sumber karena pembulatan.
1. Daftar 25 Reksa Dana Terbesar per Juli 2026
Daftar berikut hanya mencakup reksa dana berdenominasi rupiah. Setiap kelas unit dihitung sebagai produk terpisah sesuai dengan pencatatan dalam laporan sumber.
← Geser tabel ke samping untuk melihat seluruh kolom →
| # | Reksa Dana | Jenis | Manajer Investasi | AUM Jul 2026 | vs Jun |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Danamas Stabil | Pendapatan Tetap | Sinarmas AM | Rp16,49 T | +2,6% |
| 2 | Batavia Dana Kas Maxima | Pasar Uang | Batavia Prosperindo AM | Rp15,07 T | -3,0% |
| 3 | Manulife Obligasi Unggulan Kelas A | Pendapatan Tetap | Manulife AM | Rp11,39 T | — |
| 4 | STAR Stable Income Fund Kelas Utama | Pendapatan Tetap | STAR AM | Rp10,17 T | -8,4% |
| 5 | Sucorinvest Money Market Fund | Pasar Uang | Sucorinvest AM | Rp10,03 T | -8,7% |
| 6 | Ashmore Dana Obligasi Nusantara Kelas A | Pendapatan Tetap | Ashmore AM | Rp9,97 T | -4,4% |
| 7 | TRIM Kas 2 Kelas A | Pasar Uang | Trimegah AM | Rp8,26 T | -3,6% |
| 8 | Mandiri Investa Pasar Uang Kelas A | Pasar Uang | Mandiri MI | Rp8,01 T | -2,2% |
| 9 | Eastspring Investments IDR High Grade Kelas A | Pendapatan Tetap | Eastspring | Rp7,89 T | -3,7% |
| 10 | Sucorinvest Sharia Money Market Fund | Pasar Uang | Sucorinvest AM | Rp7,68 T | — |
| 11 | ABF Indonesia Bond Index Fund | Pendapatan Tetap (Indeks) | Bahana TCW | Rp7,62 T | +0,2% |
| 12 | Trimegah Fixed Income Plan | Pendapatan Tetap | Trimegah AM | Rp7,39 T | -5,7% |
| 13 | BNP Paribas Obligasi Kejora | Pendapatan Tetap | BNP Paribas AM | Rp6,05 T | — |
| 14 | Eastspring IDR Fixed Income Fund Kelas B | Pendapatan Tetap | Eastspring | Rp4,71 T | — |
| 15 | Trimegah Dana Tetap Syariah Kelas A | Pendapatan Tetap | Trimegah AM | Rp4,64 T | -6,2% |
| 16 | Batavia Campuran Nusantara Kelas B | Campuran | Batavia Prosperindo AM | Rp4,37 T | — |
| 17 | Manulife Dana Tetap Utama | Pendapatan Tetap | Manulife AM | Rp4,31 T | — |
| 18 | Sucorinvest Monthly Income Fund Kelas A | Pendapatan Tetap | Sucorinvest AM | Rp4,12 T | — |
| 19 | Bahana Dana Likuid Kelas G | Pasar Uang | Bahana TCW | Rp3,64 T | — |
| 20 | Syailendra Capital Protected Fund 45 | Terproteksi | Syailendra Capital | Rp3,64 T | — |
| 21 | KIM Fixed Income Fund Plus | Pendapatan Tetap | Korea Investment MI | Rp3,62 T | -5,0% |
| 22 | Sucorinvest Sharia Sukuk Fund Kelas A | Pendapatan Tetap | Sucorinvest AM | Rp3,57 T | +3,2% |
| 23 | Manulife Obligasi Negara Indonesia II Income 2 | Pendapatan Tetap | Manulife AM | Rp3,44 T | — |
| 24 | Makara Prima Kelas G | Pendapatan Tetap | Bahana TCW | Rp3,37 T | -19,6% |
| 25 | Bahana Gebyar Dana Likuid | Pasar Uang | Bahana TCW | Rp3,33 T | — |
Sumber: laporan dana kelolaan per produk OJK yang dikompilasi Pasardana per 31 Juli 2026, diolah Receh.in.
2. Total AUM 25 Produk Terbesar Capai Rp172,78 Triliun
Berdasarkan penjumlahan Receh.in, 25 produk dalam tabel mengelola dana sekitar Rp172,78 triliun.
Dua puluh produk teratas sendiri mencakup sekitar Rp155,45 triliun, sejalan dengan angka sekitar Rp155,4 triliun yang disebut dalam bahan sumber.
Sementara sepuluh produk teratas mengelola sekitar Rp104,96 triliun.
| Kelompok | Total AUM* | Porsi dari Top 25* |
|---|---|---|
| 10 Terbesar | Rp104,96 T | ~60,7% |
| 20 Terbesar | Rp155,45 T | ~90,0% |
| 25 Terbesar | Rp172,78 T | 100% |
*Perhitungan Receh.in berdasarkan angka yang telah dibulatkan dalam tabel.
3. Danamas Stabil Memperlebar Jarak
Danamas Stabil tetap menjadi pemimpin dengan AUM Rp16,49 triliun, naik 2,6% dalam satu bulan.
Sebaliknya, Batavia Dana Kas Maxima turun 3% menjadi Rp15,07 triliun.
Berdasarkan data pertumbuhan yang diberikan, AUM Danamas Stabil pada akhir Juni secara indikatif berada di sekitar Rp16,07 triliun, sedangkan Batavia Dana Kas Maxima sekitar Rp15,54 triliun.
Dengan demikian, jarak antara keduanya melebar dari sekitar setengah triliun rupiah pada Juni menjadi sekitar Rp1,42 triliun pada Juli.
Danamas Stabil tidak hanya bertahan sebagai produk terbesar, tetapi memperlebar keunggulan karena bergerak ke arah berlawanan dengan pesaing terdekatnya. Namun AUM tetap dapat berubah karena subscription, redemption, dan perubahan nilai pasar portofolio.
4. Danamas Stabil Besar, tetapi Risiko Kredit Tetap Perlu Dilihat
Ukuran AUM tidak sama dengan tingkat keamanan absolut.
Dalam ulasan Danamas Stabil sebelumnya, salah satu karakter penting produk ini adalah eksposurnya yang besar pada obligasi korporasi.
Portofolio obligasi korporasi dapat menghasilkan profil return yang relatif stabil, tetapi investor tetap menanggung risiko kredit penerbit.
Risiko tersebut sering tidak tampak dari grafik NAB yang tenang selama tidak terjadi penurunan kualitas kredit atau gagal bayar.
5. Sucorinvest Money Market Kehilangan Hampir Rp1 Triliun
Pergerakan paling mencolok di sepuluh besar datang dari Sucorinvest Money Market Fund.
AUM produk tersebut turun 8,7% menjadi Rp10,03 triliun.
Jika persentase itu digunakan untuk mengestimasi posisi Juni, AUM sebelumnya berada sekitar Rp10,99 triliun. Artinya, penurunannya sekitar Rp956 miliar.
Angka tersebut sangat dekat dengan penyebutan sekitar Rp958 miliar dalam bahan.
*Perhitungan Receh.in menggunakan persentase perubahan yang tersedia.
6. STAR Stable Income Juga Turun Tajam
STAR Stable Income Fund Kelas Utama berada di posisi keempat dengan AUM Rp10,17 triliun.
Namun dana kelolaannya turun sekitar 8,4% dibandingkan Juni.
Penurunan tersebut melanjutkan tekanan yang telah terlihat pada periode sebelumnya dan pernah dibahas dalam review STAR Stable Income Fund.
Namun perubahan AUM tidak dapat langsung diartikan seluruhnya sebagai redemption. Nilai portofolio juga dapat bergerak mengikuti harga aset dasar.
7. Dana Bisa Berpindah di Dalam Manajer Investasi yang Sama
Sucorinvest menjadi contoh menarik.
Di satu sisi, Sucorinvest Money Market Fund kehilangan AUM cukup besar. Di sisi lain, Sucorinvest Sharia Sukuk Fund Kelas A justru tumbuh 3,2% menjadi Rp3,57 triliun.
Sucorinvest Sharia Money Market Fund juga sudah menempati posisi kesepuluh dengan dana kelolaan Rp7,68 triliun.
Namun tanpa data transaksi antarproduk, tidak dapat dipastikan bahwa uang yang keluar dari satu produk berpindah langsung ke produk lain dalam grup yang sama.
AUM satu produk dapat turun ketika produk lain dari manajer investasi yang sama naik. Tetapi data agregat tidak cukup untuk membuktikan adanya perpindahan dana langsung antarproduk. Investor perlu membedakan fakta perubahan AUM dengan interpretasi mengenai sumber arus dananya.
8. Produk Pendapatan Tetap Mendominasi Top 25
Dari 25 produk dalam tabel, sebanyak 15 diklasifikasikan sebagai reksa dana pendapatan tetap biasa, ditambah ABF Indonesia Bond Index Fund yang merupakan produk indeks obligasi.
Jika ABF dimasukkan ke kelompok berbasis obligasi, totalnya menjadi 16 dari 25 produk atau sekitar 64%.
Pasar uang mengisi tujuh posisi, sementara masing-masing satu produk berasal dari kategori campuran dan terproteksi.
| Kategori Top 25 | Jumlah Produk | Porsi* |
|---|---|---|
| Pendapatan Tetap + Indeks Obligasi | 16 | 64% |
| Pasar Uang | 7 | 28% |
| Campuran | 1 | 4% |
| Terproteksi | 1 | 4% |
*Perhitungan Receh.in berdasarkan 25 produk yang ditampilkan.
9. Tidak Ada Reksa Dana Saham di Top 25
Daftar 25 terbesar juga tidak memuat reksa dana saham konvensional.
Komposisi tersebut menunjukkan konsentrasi dana besar pada produk pendapatan tetap dan pasar uang.
Namun bahan sumber juga menyebut analisis yang lebih luas terhadap 30 produk terbesar, dengan 17 produk pendapatan tetap dan sembilan pasar uang. Karena tabel yang disediakan hanya memuat 25 produk, angka 17 dan sembilan tersebut sebaiknya dibaca sebagai konteks top 30, bukan top 25.
Sumber juga menyebut Ashmore Saham Sejahtera Nusantara memiliki AUM sekitar Rp2,68 triliun dan berada di luar 30 besar.
10. Syariah Sudah Masuk Papan Atas
Sucorinvest Sharia Money Market Fund dengan AUM Rp7,68 triliun menempati posisi kesepuluh secara keseluruhan dalam daftar rupiah ini.
Di posisi ke-15 terdapat Trimegah Dana Tetap Syariah Kelas A dengan Rp4,64 triliun, sedangkan Sucorinvest Sharia Sukuk Fund berada di posisi ke-22 dengan Rp3,57 triliun.
Dari ketiganya, Sucorinvest Sharia Sukuk Fund mencatat pertumbuhan bulanan 3,2%.
Data tersebut menunjukkan produk syariah sudah memiliki skala material di antara produk reksa dana terbesar.
11. Sucorinvest Sharia Money Market Jadi Produk Syariah Terbesar di Daftar
Dengan AUM Rp7,68 triliun, Sucorinvest Sharia Money Market Fund merupakan reksa dana syariah dengan AUM terbesar dalam kumpulan data yang diberikan.
Posisinya bahkan berada di atas sejumlah reksa dana pendapatan tetap konvensional besar.
Namun data dalam bahan tidak memberikan perubahan bulanannya sehingga belum dapat diketahui apakah posisi tersebut diperoleh karena pertumbuhan Juli atau sudah terbentuk sejak sebelumnya.
12. Makara Prima Mengalami Penurunan Terdalam
Makara Prima Kelas G kelolaan Bahana TCW mencatat perubahan paling tajam di antara 25 produk yang memiliki data komparasi, yaitu turun 19,6% hanya dalam satu bulan.
AUM Juli berada di Rp3,37 triliun.
Bahan juga menyebut produk tersebut sebelumnya telah kehilangan 36,8% dana kelolaan sepanjang kuartal II dan AUM sejak Maret tinggal sekitar setengah.
Penurunan berulang dengan skala besar layak dicermati oleh pemegang unit, terutama untuk memahami apakah perubahan disebabkan redemption, jatuh tempo atau restrukturisasi portofolio, perubahan kelas unit, atau faktor nilai pasar.
Penurunan AUM yang besar tidak otomatis berarti masalah pada produk, tetapi layak diperiksa. Hal yang relevan antara lain arus redemption, likuiditas portofolio, perubahan komposisi aset, konsentrasi investor besar, dan apakah terdapat perpindahan ke kelas unit lain.
13. Hanya Sedikit Produk yang Tercatat Bertumbuh
Dalam kolom perubahan yang tersedia, produk yang jelas mencatat kenaikan antara lain Danamas Stabil, ABF Indonesia Bond Index Fund, dan Sucorinvest Sharia Sukuk Fund.
Bahan sumber menyebut terdapat empat produk dalam kelompok yang dianalisis yang AUM-nya bertambah. Namun karena tidak semua 25 produk memiliki data perubahan Juni, produk keempat tidak dapat diidentifikasi hanya dari tabel yang diberikan.
Karena itu, artikel ini tidak menebak produk mana yang dimaksud.
14. Produk Dolar Bisa Mengubah Peringkat Jika Dikonversi
Peringkat utama hanya mencakup produk rupiah. Jika produk berdenominasi dolar AS dikonversikan ke rupiah, sejumlah nama dapat masuk papan atas.
Dalam bahan, Mandiri Money Market USD disebut mengelola sekitar US$517 juta. Dengan kurs ilustratif Rp18.000 per dolar AS, nilainya setara sekitar Rp9,3 triliun.
Skala tersebut secara kasar cukup untuk berada di sekitar posisi enam atau tujuh jika dibandingkan dengan daftar rupiah.
Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dolar AS disebut setara sekitar Rp6,6 triliun, sementara BNP Paribas Greater China Equity Syariah sekitar Rp4,3 triliun.
| Produk Dolar yang Disebut | AUM/Estimasi | Setara Rupiah* |
|---|---|---|
| Mandiri Money Market USD | ~US$517 juta | ~Rp9,3 T |
| Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dolar AS | — | ~Rp6,6 T |
| BNP Paribas Greater China Equity Syariah | — | ~Rp4,3 T |
*Ilustrasi sumber menggunakan kurs kasar Rp18.000 per dolar AS. Angka ini bukan valuasi resmi dan dapat berubah mengikuti kurs.
15. Peringkat Rupiah Tidak Menggambarkan Seluruh Dana Investor Indonesia
Keberadaan produk dolar berskala besar memperlihatkan keterbatasan ranking berbasis satu mata uang.
Investor Indonesia juga menempatkan dana melalui produk yang berinvestasi dalam aset dolar dan pasar luar negeri.
Karena itu, daftar produk rupiah lebih tepat digunakan untuk membaca struktur pasar reksa dana domestik berdenominasi rupiah, bukan keseluruhan kekayaan yang dikelola industri.
16. Besar AUM Tidak Otomatis Berarti Produk Lebih Baik
AUM besar dapat mencerminkan skala distribusi, kepercayaan investor, basis institusi, atau popularitas produk.
Namun ukuran tidak mengatakan apakah return setelah risiko menarik, biaya kompetitif, atau portofolionya sesuai dengan kebutuhan investor tertentu.
Sebelum memilih produk seperti Batavia Dana Kas Maxima, STAR Stable Income Fund, atau ABF Indonesia Bond Index Fund, investor tetap perlu melihat isi portofolio dan bukan hanya peringkat AUM.
17. Arah AUM Bisa Lebih Informatif daripada Ukuran Absolut
Produk dengan dana kelolaan Rp10 triliun yang turun 20% selama beberapa bulan memberikan informasi berbeda dari produk Rp3 triliun yang tumbuh konsisten.
Arah AUM dapat memberikan petunjuk mengenai subscription dan redemption, meskipun perubahan nilai pasar juga ikut memengaruhi angka tersebut.
Karena itu, tren dana kelolaan lebih berguna jika dibaca bersama return, komposisi aset, dan kondisi pasar.
18. Perhatikan Kelas Unit
Daftar ini menghitung masing-masing kelas unit sebagai produk terpisah mengikuti format laporan.
Konsekuensinya, perubahan AUM pada satu kelas belum tentu berarti investor meninggalkan strategi investasi yang sama secara keseluruhan.
Dana bisa saja berpindah ke kelas lain dengan struktur biaya, minimum investasi, atau segmen investor yang berbeda.
Untuk produk yang memiliki banyak kelas, investor sebaiknya melihat total AUM seluruh kelas apabila ingin menilai skala strategi secara keseluruhan.
19. Apa yang Perlu Dipantau pada Data Agustus?
| Produk / Tema | Yang Perlu Dipantau |
|---|---|
| Danamas Stabil | Apakah keunggulan terhadap Batavia kembali melebar |
| Batavia Dana Kas Maxima | Apakah penurunan Juli berlanjut atau berbalik |
| Sucorinvest Money Market | Apakah AUM kembali stabil setelah turun 8,7% |
| STAR Stable Income | Keberlanjutan tekanan AUM |
| Makara Prima | Apakah penurunan dua digit berlanjut |
| Produk Syariah | Apakah pertumbuhan dan posisi papan atas berlanjut |
20. Hubungkan Peringkat Produk dengan Peta Manajer Investasi
Peringkat produk memberikan lapisan informasi yang berbeda dari peta persaingan 20 manajer investasi terbesar.
Manajer investasi dapat memiliki AUM besar karena satu produk raksasa, beberapa produk menengah, mandat institusi, maupun kombinasi berbagai kelas aset.
Karena itu, membaca ranking perusahaan dan ranking produk secara bersamaan dapat memperlihatkan seberapa terkonsentrasi dana kelolaan sebuah MI pada produk tertentu.
Peringkat Juli 2026 memperlihatkan Danamas Stabil semakin kokoh sebagai reksa dana rupiah terbesar dengan AUM Rp16,49 triliun, sementara Batavia Dana Kas Maxima turun menjadi Rp15,07 triliun. Di bawah keduanya, tekanan AUM masih terlihat pada Sucorinvest Money Market, STAR Stable Income, hingga Makara Prima. Struktur papan atas tetap sangat defensif: 16 dari 25 produk berbasis obligasi dan tujuh merupakan pasar uang, tanpa satu pun reksa dana saham di top 25. Bagi investor, ranking ini berguna untuk membaca ke mana uang besar ditempatkan, tetapi perubahan AUM, likuiditas portofolio, biaya, risiko kredit, dan kualitas kinerja tetap lebih penting daripada ukuran semata.
Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
Apa reksa dana terbesar di Indonesia per Juli 2026?
Berapa AUM Batavia Dana Kas Maxima?
Berapa total AUM 25 reksa dana terbesar?
Berapa penurunan Sucorinvest Money Market?
Apa reksa dana syariah terbesar?
Kenapa reksa dana pendapatan tetap mendominasi?
Apakah reksa dana dengan AUM terbesar selalu paling bagus?
Perhitungan Receh.in: Total AUM 25 besar sekitar Rp172,78 triliun, total top 20 sekitar Rp155,45 triliun, total top 10 sekitar Rp104,96 triliun, estimasi penurunan Sucorinvest Money Market sekitar Rp956 miliar, komposisi kategori top 25, serta sejumlah estimasi AUM bulan sebelumnya dihitung berdasarkan angka yang tersedia.
Catatan: Bahan sumber memuat pembahasan kategori untuk 30 produk terbesar, sedangkan tabel yang diberikan hanya berisi 25 produk. Karena itu, angka 17 reksa dana pendapatan tetap dan sembilan reksa dana pasar uang berlaku untuk dataset top 30 yang disebut sumber, bukan untuk tabel top 25. Dari 25 produk yang ditampilkan, terdapat 16 produk berbasis obligasi jika ABF Indonesia Bond Index Fund dimasukkan dalam kelompok tersebut dan tujuh produk pasar uang. Perubahan AUM juga tidak otomatis sama dengan arus redemption karena dipengaruhi perubahan nilai pasar dan kemungkinan perpindahan kelas unit.
Disclaimer: Artikel ini bukan rekomendasi membeli atau menjual reksa dana tertentu. Dana kelolaan mencerminkan skala, bukan kualitas kinerja. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.

0 Komentar