JAKARTA — Operator telekomunikasi Indonesia memasuki fase investasi jaringan yang lebih kompleks. Di satu sisi, permintaan terhadap jaringan generasi kelima atau 5G terus meningkat. Di sisi lain, jaringan 4G masih menjadi tulang punggung konektivitas nasional dan tetap membutuhkan ekspansi kapasitas maupun cakupan.
PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. memilih menjalankan kedua agenda secara paralel. Tambahan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz hasil lelang 2026 menjadi modal penting: frekuensi rendah 700 MHz cocok untuk memperluas jangkauan, sementara 2,6 GHz lebih efektif menambah kapasitas di kawasan dengan trafik data tinggi.
Ringkasan
- 4G Tidak Ditinggalkan: Telkomsel dan XLSMART tetap memperkuat jaringan 4G meskipun investasi 5G dipercepat.
- 700 MHz untuk Coverage: Spektrum rendah ini memiliki karakter propagasi yang mendukung jangkauan lebih luas dan kualitas indoor.
- 2,6 GHz untuk Capacity: Pita ini diarahkan untuk kawasan dengan kebutuhan trafik data tinggi dan menjadi salah satu fondasi perluasan 5G.
- XLSMART Bidik 88 Kota: Cakupan 5G blanket coverage telah mencapai lebih dari 50 kota/kabupaten dan ditargetkan melampaui 88 wilayah hingga akhir 2026.
1. Tantangannya: Bangun 5G Tanpa Mengorbankan 4G
Investasi jaringan seluler sekarang tidak sesederhana mengganti teknologi lama dengan teknologi baru.
Meski 5G menawarkan kapasitas lebih besar dan latensi lebih rendah, mayoritas layanan mobile broadband masyarakat Indonesia masih ditopang jaringan 4G.
Operator karena itu harus mengalokasikan modal untuk dua kebutuhan sekaligus: meningkatkan kapasitas serta pemerataan 4G dan memperluas jaringan 5G pada daerah yang memiliki permintaan cukup tinggi.
XLSMART menyatakan spektrum yang digunakan untuk ekspansi 5G dapat dikelola terpisah dari kapasitas utama 4G sehingga pengembangan generasi baru tidak harus menggerus layanan generasi sebelumnya.
Bagi operator, persoalannya bukan sekadar siapa yang memiliki cakupan 5G paling luas. Yang lebih penting adalah apakah tambahan capex jaringan mampu menghasilkan trafik, monetisasi data, dan efisiensi biaya yang cukup untuk memberikan return atas investasi.
2. Lelang Spektrum 2026 Memberi Operator Amunisi Baru
Pemerintah pada Juli 2026 menyelesaikan seleksi pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang diikuti Telkomsel, XLSMART, dan Indosat.
Hasilnya menunjukkan strategi spektrum ketiga operator tidak sepenuhnya sama.
XLSMART memperoleh alokasi terbesar pada pita 700 MHz, yakni 30 MHz atau 2x15 MHz. Telkomsel memperoleh 20 MHz atau 2x10 MHz.
Sebaliknya, pada pita 2,6 GHz Telkomsel memperoleh alokasi paling besar, yakni 80 MHz, sementara XLSMART memperoleh 50 MHz.
| Operator | Spektrum 700 MHz | Spektrum 2,6 GHz | Total Harga Penawaran Seleksi* |
|---|---|---|---|
| XLSMART | 30 MHz | 50 MHz | Rp1,292 triliun |
| Telkomsel | 20 MHz | 80 MHz | Rp1,188 triliun |
| Indosat | 20 MHz | 60 MHz | Rp879,48 miliar |
*Penjumlahan Receh.in berdasarkan hasil seleksi 700 MHz dan 2,6 GHz. Nilai tersebut merupakan harga penawaran dalam seleksi dan tidak dengan sendirinya menggambarkan keseluruhan belanja jaringan operator.
3. Kenapa 700 MHz Sangat Penting?
Pita 700 MHz memiliki karakter frekuensi rendah yang mampu menjangkau wilayah lebih luas dibandingkan spektrum berfrekuensi tinggi.
Sinyalnya juga relatif lebih baik menembus bangunan, sehingga cocok untuk memperluas coverage dan memperbaiki kualitas layanan indoor.
Karakter tersebut membuat 700 MHz relevan bukan hanya untuk kota besar, tetapi juga untuk memperluas konektivitas ke kawasan suburban dan wilayah yang kepadatan BTS-nya lebih rendah.
XLSMART, yang memperoleh 30 MHz pada pita tersebut, memiliki tambahan ruang spektrum yang cukup besar untuk strategi coverage.
Telkomsel memperoleh 20 MHz dan menyatakan frekuensi itu akan digunakan untuk memperluas jangkauan sekaligus meningkatkan kualitas layanan, termasuk di dalam ruangan.
4. Sementara 2,6 GHz Jadi Mesin Kapasitas
Karakter pita 2,6 GHz berbeda.
Frekuensi tersebut memiliki jangkauan lebih pendek dibandingkan 700 MHz, tetapi menyediakan kapasitas yang jauh lebih besar.
Karena itu, penggunaannya lebih cocok untuk wilayah dengan kepadatan pelanggan dan trafik data tinggi seperti pusat kota, kawasan bisnis, pusat aktivitas ekonomi, serta kawasan industri.
Telkomsel memperoleh 80 MHz pada pita 2,6 GHz atau alokasi terbesar dalam lelang tersebut.
Perusahaan menyatakan spektrum itu akan diarahkan untuk menambah kapasitas jaringan di area yang mengalami trafik tinggi.
| Spektrum | Karakter Utama | Penggunaan Potensial |
|---|---|---|
| 700 MHz | Jangkauan luas, penetrasi indoor lebih baik | Pemerataan coverage, suburban, rural, indoor |
| 2,6 GHz | Kapasitas tinggi | Kota besar, kawasan bisnis, industri, high traffic |
5. XLSMART Targetkan 5G Tembus 88 Kota/Kabupaten
XLSMART menjadi salah satu operator yang agresif menetapkan target cakupan.
Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSMART Reza Mirza menyebut jaringan 5G dengan pendekatan blanket coverage telah tersedia di lebih dari 50 kota/kabupaten.
Hingga akhir 2026, jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 88 kota/kabupaten.
Artinya, dari posisi lebih dari 50 wilayah sekarang, perusahaan masih perlu memperluas cakupan sedikitnya ke sekitar 38 kota/kabupaten tambahan untuk mencapai batas bawah target tersebut.
Namun angka wilayah tidak sama dengan persentase coverage populasi. Luas jaringan di masing-masing kota dapat berbeda sehingga jumlah kota tidak sebaiknya langsung diterjemahkan sebagai cakupan nasional.
6. Apa Itu Blanket Coverage?
Strategi blanket coverage berbeda dari pendekatan 5G yang hanya hadir di titik-titik tertentu seperti pusat perbelanjaan, stadion, atau kawasan bisnis.
Dalam pendekatan ini, operator berupaya memberikan cakupan yang lebih menyambung pada suatu wilayah sehingga pengguna tidak terlalu sering berpindah antara jaringan 5G dan 4G.
Manfaatnya adalah pengalaman pengguna yang lebih konsisten, tetapi biaya pembangunan juga lebih besar karena membutuhkan lebih banyak upgrade site, spektrum, transmisi, dan kapasitas jaringan.
Blanket coverage dapat meningkatkan kualitas pengalaman pengguna dan konsumsi data, tetapi operator harus memastikan kenaikan trafik dapat dimonetisasi. Tanpa peningkatan ARPU atau efisiensi jaringan, coverage yang luas belum tentu otomatis menaikkan return on invested capital.
7. Merger Jadi Salah Satu Modal XLSMART Membiayai Jaringan
XLSMART lahir dari konsolidasi XL Axiata, Smartfren Telecom, dan Smart Telecom.
Menurut perusahaan, sinergi dari merger memberi ruang untuk meningkatkan efisiensi spektrum serta operating expenditure atau opex.
Efisiensi tersebut ingin digunakan untuk membiayai pengembangan 4G dan 5G secara paralel.
Secara teori, konsolidasi jaringan dapat mengurangi duplikasi site, menyatukan procurement, meningkatkan utilisasi spektrum, dan menekan biaya operasional per unit trafik.
Namun manfaat merger juga memiliki biaya integrasi. Investor tetap perlu melihat realisasi synergy savings bersih setelah biaya integrasi dan kebutuhan capex.
8. Upgrade BTS Membuat 4G dan 5G Tidak Selalu Jadi Trade-Off
XLSMART juga menekankan bahwa ekspansi 5G dapat dilakukan melalui upgrade BTS yang telah ada.
Model seperti ini berbeda dari membangun seluruh jaringan baru dari nol. Infrastruktur pasif seperti menara, power supply, backhaul, dan sebagian perangkat site dapat digunakan bersama atau ditingkatkan.
Hal ini membuka peluang agar peningkatan 4G dan implementasi 5G dilakukan di site yang sama.
Meski demikian, upgrade tetap membutuhkan radio equipment, antena, transmisi, lisensi spektrum, serta peningkatan kapasitas core network.
Karena itu, pembangunan 5G tetap membutuhkan investasi material meskipun tidak seluruh komponennya merupakan greenfield capex.
9. Telkomsel Punya Basis BTS 4G yang Sangat Besar
Telkomsel memilih pendekatan bertahap dengan tetap menjadikan 4G sebagai fondasi layanan nasional.
Perusahaan mengoperasikan lebih dari 301.000 BTS, dengan lebih dari 246.000 BTS 4G.
Berdasarkan kedua angka tersebut, BTS 4G setara sekitar 81,7% dari total BTS Telkomsel. Perhitungan ini hanya perbandingan sederhana Receh.in dan tidak menunjukkan distribusi teknologi secara detail karena satu site dapat membawa beberapa layer teknologi atau spektrum.
Dengan basis jaringan tersebut, strategi Telkomsel lebih banyak diarahkan pada penambahan kapasitas di lokasi dengan trafik tinggi sekaligus memperkuat coverage di wilayah yang membutuhkannya.
*Perhitungan sederhana Receh.in berdasarkan angka BTS yang disampaikan perusahaan.
10. Telkomsel Memperoleh Total Spektrum Baru Lebih Besar
Jika dua pita dijumlahkan secara nominal, Telkomsel memperoleh total tambahan spektrum 100 MHz: 20 MHz di 700 MHz dan 80 MHz di 2,6 GHz.
XLSMART memperoleh total 80 MHz, terdiri atas 30 MHz di 700 MHz dan 50 MHz di 2,6 GHz.
Namun menjumlahkan MHz antarband tidak berarti seluruh spektrum memiliki nilai ekonomi yang sama.
Spektrum 700 MHz lebih langka dan memiliki manfaat coverage yang tinggi, sedangkan 2,6 GHz memberikan bandwidth lebih besar untuk kapasitas.
Karena itu, kualitas portofolio spektrum perlu dinilai berdasarkan kombinasi coverage dan capacity, bukan sekadar total MHz.
11. Pemerintah Ikut Memastikan 4G Tidak Terpinggirkan
Lelang spektrum 2026 tidak hanya memberikan hak penggunaan frekuensi kepada operator.
Pemerintah juga menetapkan kewajiban pembangunan jaringan.
Dalam jangka waktu paling lama lima tahun, pemenang seleksi diwajibkan menyediakan layanan mobile broadband minimal berbasis 4G di desa dan kelurahan tertentu dari total 538 desa/kelurahan yang telah ditentukan pemerintah.
Untuk 5G, operator juga memiliki komitmen penggelaran pada kota/kabupaten tertentu dengan target sedikitnya 51% cakupan populasi nasional.
Pemerintah mengaitkan pemberian spektrum baru dengan kewajiban pemerataan 4G sekaligus akselerasi 5G. Ini mengurangi peluang operator hanya mengejar wilayah premium tanpa tetap menjalankan agenda coverage.
12. Investasi Jaringan Bisa Menguntungkan Emiten Menara
Ekspansi operator juga memiliki implikasi bagi emiten menara telekomunikasi.
Upgrade 4G dan 5G dapat meningkatkan kebutuhan penambahan perangkat pada site, densifikasi jaringan, fiberisasi BTS, small cell, dan infrastruktur pendukung lainnya.
Hal tersebut berpotensi memberikan peluang tambahan kepada PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL), PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR), dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG).
Namun 5G tidak otomatis berarti jumlah tower baru meningkat secara proporsional karena sebagian ekspansi dilakukan melalui upgrade site eksisting.
Untuk perusahaan menara, indikator yang lebih relevan adalah net tenancy additions, tenancy ratio, fiber revenue, densifikasi site, dan belanja jaringan operator.
13. 700 MHz Bisa Mengurangi Kebutuhan Tower Baru per Area
Ada satu sisi lain yang perlu diperhatikan investor tower company.
Karena 700 MHz memiliki jangkauan luas, operator dapat mencakup area yang lebih besar dengan jumlah site lebih sedikit dibandingkan jika hanya menggunakan frekuensi tinggi.
Jadi, tambahan 700 MHz tidak selalu identik dengan lonjakan pembangunan menara baru.
Sebaliknya, pita 2,6 GHz yang berkapasitas tinggi tetapi memiliki radius lebih pendek berpotensi membutuhkan densifikasi lebih besar di area padat.
Itulah sebabnya efek spektrum baru terhadap MTEL, TOWR, dan TBIG kemungkinan akan berbeda antara kebutuhan coverage dan capacity.
| Pita | Dampak Jaringan | Implikasi Potensial bagi Tower/Fiber |
|---|---|---|
| 700 MHz | Coverage luas | Lebih banyak upgrade existing site; kebutuhan site per area relatif lebih rendah |
| 2,6 GHz | Capacity & densification | Potensi kebutuhan site, small cell dan fiber lebih tinggi di area trafik padat |
14. Fiberisasi Bisa Jadi Penerima Manfaat Besar
Ketika kapasitas radio meningkat, jaringan transmisi dari BTS menuju core network juga harus mampu membawa trafik yang lebih besar.
Karena itu, rollout 5G biasanya meningkatkan kebutuhan fiber backhaul.
Hal ini relevan bagi perusahaan infrastruktur telekomunikasi yang memiliki aset fiber selain menara.
MTEL misalnya telah mengembangkan bisnis fiber sebagai bagian dari diversifikasi digital infrastructure, sementara TOWR juga memiliki eksposur yang semakin besar pada fiber.
Dalam konteks 5G, pertumbuhan fiber dapat menjadi indikator yang sama pentingnya dengan jumlah tenant tower.
15. Apa Dampaknya bagi TLKM?
Bagi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), tambahan spektrum Telkomsel merupakan modal untuk mempertahankan kualitas jaringan sekaligus memenuhi pertumbuhan konsumsi data.
Spektrum baru dapat meningkatkan kapasitas tanpa harus mengandalkan densifikasi BTS secara penuh.
Namun tambahan spektrum juga membawa biaya hak penggunaan dan membutuhkan capex perangkat jaringan.
Bagi investor TLKM, keberhasilan strategi tersebut akan lebih terlihat dari pertumbuhan data traffic, ARPU, EBITDA margin, capital intensity, serta kemampuan Telkomsel mempertahankan monetisasi pengguna.
Spektrum tambahan adalah aset strategis, tetapi belum otomatis meningkatkan laba. Nilai ekonominya baru terlihat jika kapasitas tambahan menghasilkan trafik dan pendapatan yang cukup untuk menutup biaya spektrum dan investasi jaringan.
16. Apa Dampaknya bagi XLSMART?
Untuk XLSMART, cerita investasi jaringan lebih berkaitan dengan kemampuan memonetisasi merger.
Perusahaan mendapatkan 30 MHz di pita 700 MHz, terbesar di antara peserta seleksi, sekaligus 50 MHz pada 2,6 GHz.
Kombinasi tersebut memberi fleksibilitas untuk memperluas coverage sekaligus meningkatkan kapasitas.
Namun investor perlu memantau apakah synergy savings merger benar-benar dapat membiayai ekspansi jaringan tanpa membuat capital intensity terlalu tinggi.
Target perluasan 5G dari lebih dari 50 menjadi lebih dari 88 kota/kabupaten juga menjadi salah satu indikator eksekusi yang dapat dipantau sampai akhir tahun.
17. Pengguna Belum Tentu Membayar Lebih Mahal karena 5G
Tantangan terbesar investasi 5G di banyak pasar adalah monetisasi.
Pelanggan memang memperoleh kecepatan lebih tinggi, tetapi tidak selalu bersedia membayar tarif jauh lebih mahal hanya karena label 5G.
Karena itu, return investasi dapat datang dari beberapa sumber: peningkatan konsumsi data, efisiensi biaya per gigabyte, penurunan congestion, enterprise solution, fixed wireless access, IoT, atau layanan digital lainnya.
Bahan yang tersedia belum memberikan target ARPU ataupun kontribusi revenue khusus 5G dari Telkomsel maupun XLSMART. Karena itu, belum dapat dinilai seberapa cepat investasi jaringan baru akan memberikan payback finansial.
18. Yang Perlu Dipantau Investor Telekomunikasi
Persaingan 5G akan membuat jumlah kota yang tercakup menjadi headline, tetapi investor perlu melihat indikator yang lebih dekat dengan profitabilitas.
| Indikator | Mengapa Penting? |
|---|---|
| Data Traffic | Mengukur utilisasi kapasitas baru |
| ARPU | Menguji kemampuan monetisasi pengguna |
| Capex / Revenue | Mengukur intensitas investasi jaringan |
| EBITDA Margin | Menilai apakah trafik menghasilkan profit |
| 5G Coverage | Mengukur kemajuan rollout |
| Synergy XLSMART | Menilai kemampuan merger mendanai ekspansi |
| Tenancy & Fiber Growth | Mengukur efek investasi operator bagi tower company |
Gelombang 5G Indonesia memasuki fase yang lebih serius setelah lelang 700 MHz dan 2,6 GHz. XLSMART memiliki amunisi besar untuk coverage lewat 30 MHz di pita 700 MHz dan menargetkan 5G hadir di lebih dari 88 kota/kabupaten hingga akhir 2026. Telkomsel memperoleh total spektrum lebih besar, terutama 80 MHz di pita 2,6 GHz untuk menambah kapasitas di area padat. Namun 4G belum akan ditinggalkan. Kewajiban lelang justru memaksa operator menjalankan pemerataan 4G dan akselerasi 5G secara bersamaan. Bagi investor, pertanyaan berikutnya bukan siapa yang paling cepat membangun 5G, melainkan siapa yang paling efisien mengubah spektrum dan capex menjadi trafik, ARPU, EBITDA, dan return investasi.
Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
Berapa target jaringan 5G XLSMART pada 2026?
Apakah pembangunan 5G akan mengurangi jaringan 4G?
Berapa spektrum 700 MHz yang diperoleh XLSMART?
Berapa spektrum baru yang diperoleh Telkomsel?
Apa fungsi spektrum 700 MHz untuk 5G?
Apa fungsi pita 2,6 GHz?
Saham apa yang dapat terdampak ekspansi 5G?
Perhitungan Receh.in: Nilai gabungan harga penawaran seleksi spektrum, estimasi proporsi BTS 4G Telkomsel terhadap total BTS, serta kebutuhan penambahan kota XLSMART menuju target akhir tahun dihitung Receh.in berdasarkan angka yang tersedia.
Catatan: Total MHz antarband tidak dapat dibandingkan secara langsung sebagai ukuran nilai ekonomi karena karakter 700 MHz dan 2,6 GHz berbeda. Harga hasil seleksi juga bukan keseluruhan biaya investasi jaringan. Target lebih dari 88 kota/kabupaten XLSMART tidak identik dengan cakupan populasi nasional.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi pasar modal. Pembahasan TLKM, XLSMART, MTEL, TOWR, dan TBIG bukan merupakan rekomendasi membeli atau menjual saham.

0 Komentar