Daftar IsiTampilkan


Receh.in —
Investor asing kembali mencatat pembelian bersih di Bursa Efek Indonesia pada Selasa, 8 September 2026. Di seluruh pasar, asing membukukan net foreign buy Rp398,1 miliar ketika IHSG melonjak 1,01% ke level 6.686.

Arus beli tersebut terutama tertuju pada saham-saham berkapitalisasi besar. BBCA menjadi saham dengan net buy asing terbesar senilai Rp269,6 miliar, disusul BBRI Rp177,1 miliar dan AMMN Rp118,9 miliar.

Namun arus dana tidak merata. BUMI justru menjadi saham dengan net foreign sell terbesar di seluruh pasar sebesar Rp178 miliar, diikuti TPIA Rp85,7 miliar dan ASII Rp69,5 miliar. Jadi, IHSG hijau dan asing net buy bukan berarti semua saham otomatis sedang dikoleksi.

Ringkasan
  • Investor asing mencatat net buy Rp398,1 miliar di seluruh pasar pada 8 September 2026.
  • BBCA, BBRI, dan AMMN menjadi tiga saham dengan net foreign buy terbesar.
  • BUMI, TPIA, dan ASII menjadi saham dengan net foreign sell terbesar, menunjukkan foreign flow tetap sangat selektif.

Asing Masuk Rp398,1 Miliar, BBCA dan BBRI Jadi Magnet

Di pasar reguler, total pembelian investor asing mencapai Rp4,16 triliun, sedangkan penjualan sebesar Rp3,78 triliun.

Dengan demikian, investor asing membukukan net foreign buy sekitar Rp379,3 miliar.

Rp4,16 T Pembelian asing pasar reguler
Rp3,78 T Penjualan asing pasar reguler
Rp379,3 M Net buy pasar reguler
+1,01% Kenaikan IHSG

BBCA menjadi tujuan utama dana asing dengan net buy Rp269,6 miliar. BBRI menyusul dengan Rp166 miliar di pasar reguler, sedangkan AMMN mencatat Rp118,9 miliar.

Top Foreign Buy Pasar Reguler Net Buy
BBCA Rp269,6 miliar
BBRI Rp166,0 miliar
AMMN Rp118,9 miliar

Dominasi BBCA dan BBRI menarik karena keduanya merupakan saham perbankan besar dengan bobot penting terhadap IHSG.

Secara sederhana, foreign buy pada saham berkapitalisasi besar memiliki potensi pengaruh lebih besar terhadap indeks dibandingkan pembelian dalam jumlah sama pada saham dengan bobot kecil.

Poin penting: kualitas foreign flow tidak hanya ditentukan oleh berapa rupiah yang masuk, tetapi juga ke saham apa dana tersebut diarahkan. Net buy pada big caps bisa lebih relevan terhadap IHSG dibandingkan aliran dana yang tersebar di saham kecil.

BUMI Justru Dilepas Asing Rp178 Miliar

Di sisi lain, BUMI menjadi saham dengan tekanan jual asing terbesar pada pasar reguler maupun seluruh pasar, masing-masing sekitar Rp178 miliar.

TPIA menyusul dengan net foreign sell Rp85,7 miliar dan ASII Rp69,5 miliar.

Top Foreign Sell Pasar Reguler Net Sell
BUMI Rp178,0 miliar
TPIA Rp85,7 miliar
ASII Rp69,5 miliar

Data tersebut penting terutama karena BUMI dalam beberapa sesi sebelumnya sempat menjadi salah satu saham yang banyak ditransaksikan investor asing.

Perubahan dari net buy ke net sell dalam waktu singkat menunjukkan bahwa foreign flow harian bisa sangat dinamis. Karena itu, satu hari pembelian besar belum cukup membuktikan adanya akumulasi jangka panjang.

BUMI juga tetap menjadi saham dengan karakter volatilitas tinggi. Arus asing harian bisa membantu membaca tekanan beli-jual, tetapi tidak menggantikan analisis harga batu bara, volume produksi, margin, arus kas, dan aksi korporasi perseroan.

Pasar Nego Tipis Positif, MGLV Paling Banyak Dibeli

Di pasar negosiasi, investor asing mencatat pembelian sebesar Rp504,8 miliar dan penjualan Rp486,1 miliar.

Dengan demikian, net foreign buy pasar nego mencapai sekitar Rp18,7 miliar.

Top Foreign Buy Pasar Nego Net Buy
MGLV Rp35,0 miliar
BBRI Rp11,0 miliar
SSIA Rp2,9 miliar

Sementara itu, JPFA mencatat net foreign sell terbesar di pasar nego sebesar Rp12,1 miliar, disusul TLKM Rp8 miliar dan ISAT Rp7,1 miliar.

GOTO menarik perhatian karena tidak lagi mencatat net sell asing. Investor asing justru membukukan net buy tipis sekitar Rp46,5 juta dengan harga rata-rata transaksi di pasar negosiasi Rp29,8 per saham.

Catatan untuk GOTO: harga rata-rata Rp29,8 di pasar negosiasi bukan target harga, fair value, ataupun harga pasar reguler. Transaksi nego memiliki karakter berbeda dan tidak boleh langsung dipakai sebagai patokan valuasi.

All Trade: Net Buy Rp398,1 Miliar, Tapi Alirannya Terkonsentrasi

Jika seluruh pasar digabungkan, pembelian asing mencapai Rp4,67 triliun dan penjualan Rp4,27 triliun.

Hasil akhirnya adalah net foreign buy sebesar Rp398,1 miliar.

Saham Net Foreign Flow All Trade Arah
BBCA Rp269,6 miliar Net Buy
BBRI Rp177,1 miliar Net Buy
AMMN Rp118,9 miliar Net Buy
BUMI Rp178,0 miliar Net Sell
TPIA Rp85,7 miliar Net Sell
ASII Rp69,5 miliar Net Sell

Menariknya, tiga saham dengan net buy terbesar secara total mencapai sekitar Rp565,6 miliar. Angka tersebut lebih besar daripada net buy asing seluruh pasar Rp398,1 miliar.

Artinya, sebagian pembelian besar di BBCA, BBRI, dan AMMN dikompensasi oleh aksi jual di saham lain seperti BUMI, TPIA, dan ASII.

Ini menunjukkan foreign flow pada hari tersebut cukup terkonsentrasi dan tidak menyebar merata ke seluruh pasar.

Intinya: investor asing memang masuk sekitar Rp398,1 miliar ketika IHSG naik 1,01%, tetapi alirannya sangat selektif. BBCA, BBRI, dan AMMN menjadi tujuan utama, sementara BUMI, TPIA, dan ASII justru dilepas. Foreign buy layak diperhatikan, tetapi satu hari aliran dana belum cukup untuk disebut tren. Yang lebih berguna adalah melihat apakah pola tersebut bertahan beberapa sesi, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar.

FAQ Foreign Flow 8 September 2026

Berapa net foreign buy pada 8 September 2026?
Di seluruh pasar, investor asing mencatat net buy sekitar Rp398,1 miliar. Di pasar reguler saja, net buy mencapai Rp379,3 miliar.
Saham apa yang paling banyak dibeli asing?
BBCA mencatat net foreign buy terbesar di seluruh pasar sebesar Rp269,6 miliar, diikuti BBRI Rp177,1 miliar dan AMMN Rp118,9 miliar.
Saham apa yang paling banyak dijual asing?
BUMI mencatat net foreign sell terbesar sebesar Rp178 miliar, disusul TPIA Rp85,7 miliar dan ASII Rp69,5 miliar.
Berapa net buy asing di pasar negosiasi?
Investor asing mencatat net buy sekitar Rp18,7 miliar di pasar negosiasi, dengan MGLV menjadi saham dengan pembelian bersih terbesar.
Apakah GOTO dibeli asing?
Dalam data pasar negosiasi, GOTO mencatat net foreign buy tipis sekitar Rp46,5 juta dengan harga rata-rata Rp29,8 per saham.
Apakah net foreign buy berarti IHSG pasti naik?
Tidak. Foreign flow merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pasar. Arah IHSG juga ditentukan investor domestik, bobot saham, kondisi makro, laba emiten, valuasi, dan sentimen global.
Sumber: Data aplikasi IPOT mengenai transaksi investor asing di pasar reguler, pasar negosiasi, dan seluruh pasar pada perdagangan 8 September 2026 sebagaimana terdapat dalam bahan yang diterima Receh.in.

Perhitungan Receh.in: Tiga net foreign buy terbesar di seluruh pasar, yakni BBCA Rp269,6 miliar, BBRI Rp177,1 miliar, dan AMMN Rp118,9 miliar, berjumlah sekitar Rp565,6 miliar. Angka ini lebih tinggi daripada net foreign buy pasar secara keseluruhan Rp398,1 miliar, menunjukkan sebagian arus masuk dikompensasi aksi jual di saham lain.

Catatan: Penjumlahan net buy pasar reguler Rp379,3 miliar dan pasar negosiasi Rp18,7 miliar menghasilkan sekitar Rp398,0 miliar, sedikit berbeda dari angka all trade Rp398,1 miliar. Selisih Rp0,1 miliar kemungkinan berasal dari pembulatan angka dalam bahan, sehingga artikel mempertahankan angka all trade Rp398,1 miliar sebagaimana disampaikan sumber. Harga rata-rata GOTO Rp29,8 merupakan transaksi pasar negosiasi dan bukan acuan harga reguler atau fair value.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan analisis, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Foreign flow harian dapat berubah cepat dan tidak cukup digunakan sebagai satu-satunya dasar keputusan investasi.