Daftar IsiTampilkan


Receh.in —
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) kembali menghimpun pendanaan melalui pasar obligasi dengan menawarkan Obligasi Berwawasan Sosial Tahap II Tahun 2026 senilai total Rp2 triliun.

Instrumen tersebut dibagi menjadi dua seri dengan kupon tetap berbeda. Seri A menawarkan bunga 7,05% per tahun dengan tenor 370 hari, sedangkan Seri B memberikan kupon 7,25% per tahun untuk tenor tiga tahun.

Dari sisi profil risiko kredit, obligasi ini memperoleh peringkat AAA dari PEFINDO. Penawaran juga dilakukan dengan skema full commitment oleh empat perusahaan sekuritas.

Bagi investor obligasi, hal yang perlu dibandingkan bukan hanya kupon. Tenor, risiko suku bunga, likuiditas sekunder, pajak, dan alternatif imbal hasil instrumen lain tetap menentukan apakah yield bersihnya menarik.

Ringkasan
  • BTN menawarkan Obligasi Berwawasan Sosial Tahap II 2026 senilai Rp2 triliun.
  • Seri A memberi kupon 7,05% tenor 370 hari, sedangkan Seri B 7,25% tenor tiga tahun.
  • Obligasi berperingkat AAA PEFINDO dan dijadwalkan tercatat di BEI pada 7 Oktober 2026.

BTN Bidik Dana Rp2 Triliun

Berdasarkan prospektus dan term sheet yang telah disetujui Otoritas Jasa Keuangan, BTN menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp2 triliun.

Penerbitan dibagi menjadi dua seri dengan komposisi pokok yang relatif berimbang.

Seri Pokok Kupon Tetap Tenor
Seri A Rp950 miliar 7,05% per tahun 370 hari
Seri B Rp1,05 triliun 7,25% per tahun 3 tahun
Total Rp2 triliun

Seri B mendapat alokasi lebih besar, yakni sekitar 52,5% dari total penerbitan, sedangkan Seri A sekitar 47,5%.

Rp2 T Total dana yang dihimpun
7,05% Kupon Seri A
7,25% Kupon Seri B
AAA Peringkat PEFINDO

Berapa Bunga yang Dibayar BTN?

Dengan asumsi seluruh obligasi diterbitkan sesuai nilai pokok yang diumumkan, beban kupon tahunan secara sederhana dapat dihitung dari masing-masing seri.

Seri A senilai Rp950 miliar dengan kupon 7,05% menghasilkan beban bunga sekitar Rp66,98 miliar per tahun secara annualized.

Sementara Seri B senilai Rp1,05 triliun dengan kupon 7,25% menghasilkan bunga sekitar Rp76,13 miliar per tahun.

Secara agregat, kupon tahunan indikatif berada di kisaran Rp143,1 miliar, sebelum memperhitungkan perbedaan tenor aktual Seri A dan biaya penerbitan.

Seri Pokok Kupon Bunga Tahunan Indikatif
Seri A Rp950 miliar 7,05% ~Rp66,98 miliar
Seri B Rp1,05 triliun 7,25% ~Rp76,13 miliar
Total indikatif Rp2 triliun ~Rp143,1 miliar
Catatan penting: angka Rp143,1 miliar adalah annualized coupon sederhana. Seri A hanya berjangka 370 hari, sehingga arus bunga aktual mengikuti ketentuan pembayaran kupon dalam prospektus.

Jadwal Penawaran Obligasi BBTN

Masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 29 September hingga 1 Oktober 2026.

Penjatahan dilakukan pada 2 Oktober 2026, sedangkan distribusi secara elektronik dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan pada 7 Oktober 2026.

Tahapan Jadwal
Efektif 4 Desember 2025
Masa penawaran 29 September–1 Oktober 2026
Penjatahan 2 Oktober 2026
Distribusi elektronik 7 Oktober 2026
Pencatatan di BEI 7 Oktober 2026
Pembayaran bunga pertama 6 Januari 2027

Jadwal efektif yang tercatat sejak 4 Desember 2025 kemungkinan berkaitan dengan struktur penawaran umum berkelanjutan yang menjadi payung penerbitan tahap ini.

Rating AAA, Tapi Tetap Ada Risiko

Obligasi ini memperoleh peringkat AAA dari PEFINDO, yang menunjukkan kemampuan relatif sangat kuat dalam memenuhi kewajiban finansial dibandingkan penerbit lain dalam skala pemeringkatan domestik.

Namun rating tinggi bukan berarti instrumen bebas risiko.

Investor tetap perlu mempertimbangkan:

  • risiko perubahan suku bunga;
  • risiko likuiditas di pasar sekunder;
  • risiko reinvestasi setelah Seri A jatuh tempo;
  • risiko perubahan kondisi keuangan emiten;
  • dan yield bersih setelah pajak.

Penawaran ini dijamin penuh oleh PT BCA Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bertindak sebagai Wali Amanat.

Garis bawah: obligasi sosial BBTN menawarkan kupon 7,05%–7,25% dengan rating AAA dan tenor pendek hingga menengah. Namun daya tariknya tetap harus dibandingkan dengan yield obligasi pemerintah, deposito, dan instrumen pendapatan tetap lain pada periode penawaran. Kupon tinggi secara nominal belum tentu berarti return bersih paling menarik.

FAQ Obligasi Sosial BBTN 2026

Berapa nilai obligasi sosial BTN Tahap II 2026?
Total dana yang ditargetkan sebesar Rp2 triliun.
Berapa kupon Obligasi Seri A BBTN?
Seri A menawarkan kupon tetap 7,05% per tahun dengan tenor 370 hari dan nilai pokok Rp950 miliar.
Berapa kupon Obligasi Seri B BBTN?
Seri B menawarkan kupon tetap 7,25% per tahun dengan tenor tiga tahun dan nilai pokok Rp1,05 triliun.
Kapan obligasi BBTN ditawarkan?
Masa penawaran dijadwalkan pada 29 September hingga 1 Oktober 2026, dengan pencatatan di BEI pada 7 Oktober 2026.
Berapa rating obligasi BBTN?
Obligasi memperoleh peringkat AAA dari PEFINDO.
Siapa penjamin emisi obligasi BBTN?
Penjamin pelaksana emisi dengan komitmen penuh adalah PT BCA Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.
Sumber: Prospektus dan term sheet PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. untuk Penawaran Umum Perdana Obligasi Berwawasan Sosial Tahap II Tahun 2026 sebagaimana terdapat dalam bahan yang diterima Receh.in.

Perhitungan Receh.in: Seri A sebesar Rp950 miliar dengan kupon 7,05% menghasilkan bunga annualized sekitar Rp66,98 miliar. Seri B sebesar Rp1,05 triliun dengan kupon 7,25% menghasilkan sekitar Rp76,13 miliar. Total annualized sekitar Rp143,1 miliar. Porsi Seri B sekitar 52,5% dari total penerbitan.

Catatan: Perhitungan bunga merupakan ilustrasi sederhana sebelum biaya penerbitan, pajak, dan penyesuaian hari aktual pembayaran kupon. Rating AAA bukan jaminan bahwa obligasi bebas risiko.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan analisis, bukan rekomendasi membeli obligasi atau saham BBTN. Investor perlu mempertimbangkan yield to maturity, pajak, risiko suku bunga, likuiditas, profil kredit penerbit, dan alternatif instrumen sebelum mengambil keputusan.