Receh.in — PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) selangkah lebih dekat memperbesar kendali atas PT Singaraja Putra Tbk. (SINI). Melalui PT Petrosea Tbk. (PTRO) dan PT Kreasi Jasa Persada, kelompok CUAN telah menguasai 27,78% saham SINI dan kini bernegosiasi dengan sejumlah pemegang saham untuk mengambil alih pengendalian perusahaan.
Jika transaksi disepakati dan seluruh persyaratan terpenuhi, CUAN melalui entitas anaknya akan menjadi pemegang saham terbesar sekaligus menentukan arah, kebijakan, dan manajemen SINI.
Rencana ini menarik karena SINI bukan perusahaan tambang sejak lahir. Emiten yang IPO pada 2019 dengan harga Rp108 per saham tersebut awalnya mengelola penginapan ekonomis di Cikarang, kemudian masuk industri kayu, dan dalam beberapa tahun terakhir berubah menjadi pemilik portofolio batu bara. Perjalanan bisnisnya boleh dibilang cukup ekstrem: dari kamar penginapan ke konsesi tambang hanya dalam beberapa bab laporan tahunan.
- CUAN melalui PTRO dan PT Kreasi Jasa Persada telah menguasai 27,78% saham SINI dan sedang bernegosiasi untuk mengambil alih pengendalian.
- SINI telah bertransformasi dari bisnis akomodasi dan kayu menjadi perusahaan dengan portofolio pertambangan batu bara, termasuk aset yang sebelumnya berada di PTRO.
- Jika akuisisi berlanjut, nilai strategis SINI bagi CUAN kemungkinan terletak pada integrasi aset pertambangan, jasa tambang, dan struktur grup, bukan sekadar penambahan kepemilikan saham.
CUAN Sudah Kuasai 27,78% Saham SINI
Dalam keterbukaan informasi 4 September 2026, Direktur Utama CUAN Michael menyatakan perseroan sedang bernegosiasi dengan pemegang saham SINI mengenai mekanisme, harga, dan waktu penyelesaian transaksi.
Posisi awal CUAN sebenarnya sudah cukup besar. PTRO menguasai 19,88% saham SINI, sedangkan PT Kreasi Jasa Persada memiliki 7,90%.
Dengan demikian, dua entitas dalam kelompok CUAN secara bersama-sama sudah memiliki lebih dari seperempat modal SINI.
| Pemegang Saham SINI | Jumlah Saham | Kepemilikan |
|---|---|---|
| PT Petrosea Tbk. (PTRO) | 239.105.000 | 19,88% |
| PT Autum Prima | 204.300.000 | 16,99% |
| PT Kreasi Jasa Persada | 94.940.000 | 7,90% |
| Ever Grace International | 90.000.000 | 7,48% |
| Batubara Development | 74.530.000 | 6,20% |
| Pemegang saham <5% | 499.575.000 | 41,55% |
| Total | 1.202.450.000 | 100,00% |
Struktur tersebut menunjukkan bahwa CUAN tidak mulai dari nol. Bahkan tanpa transaksi tambahan, kelompoknya sudah merupakan blok pemegang saham terbesar secara agregat dibandingkan pemegang saham lain yang disebut satu per satu.
Namun status sebagai pemegang saham pengendali adalah persoalan berbeda dari sekadar menjadi kelompok pemilik saham terbesar. Karena itulah negosiasi yang sedang berjalan menjadi penting: tujuannya bukan hanya menambah persentase, tetapi memperoleh kendali formal atas arah perusahaan.
Dari Hotel, Kayu, lalu Berubah Menjadi Emiten Batu Bara
Untuk memahami mengapa CUAN tertarik pada SINI, investor perlu melihat evolusi perusahaan tersebut.
Singaraja Putra didirikan pada September 2005 dan mulai beroperasi pada 2006 sebagai perusahaan jasa akomodasi. Bisnis awalnya adalah Imperial Singaraja di Lippo Cikarang, Bekasi.
Transformasi pertama terjadi pada Desember 2018 ketika SINI mengambil 54% saham PT Interkayu Nusantara (IKN), perusahaan pengolahan kayu di Tangerang. Menjelang IPO, bisnis kayu bahkan menyumbang lebih dari 90% pendapatan konsolidasi.
| Periode | Peristiwa | Arti Strategis |
|---|---|---|
| 2005–2006 | SINI didirikan dan masuk bisnis akomodasi | Bisnis awal penginapan |
| Desember 2018 | Mengakuisisi 54% PT Interkayu Nusantara | Ekspansi ke industri kayu |
| November 2019 | IPO dengan harga Rp108 per saham | Menjadi perusahaan terbuka |
| November 2022 | Masuk kelompok pengendali baru | Awal perubahan struktur pemilik |
| 2025–2026 | Portofolio tambang semakin besar | Transformasi menuju batu bara |
| September 2026 | CUAN negosiasi mengambil kendali | Potensi integrasi ke grup pertambangan CUAN |
SINI melantai di Bursa Efek Indonesia pada 8 November 2019 dengan menawarkan 175 juta saham baru seharga Rp108 per saham. Dana yang dihimpun sekitar Rp18,9 miliar.
Pada saat IPO, total saham yang tercatat sebanyak 450 juta lembar. Kini jumlahnya telah mencapai 1,20245 miliar saham.
Secara sederhana, jumlah saham beredar sekarang sekitar 2,67 kali jumlah saham ketika IPO. Perubahan tersebut terjadi melalui berbagai aksi korporasi setelah pencatatan, termasuk rights issue.
Masuknya PTRO Mengubah SINI Menjadi Bagian Penting Ekosistem Tambang
Transformasi terbesar SINI terjadi ketika bisnis pertambangan mulai menjadi bagian utama portofolio.
Perusahaan kini memiliki keterkaitan dengan sejumlah entitas batu bara, antara lain PT Persada Kapuas Prima, PT Pasir Bara Prima, PT Pesona Bara Cakrawala, PT Cakrawala Bara Persada, dan PT Cristian Eka Pratama (CEP).
Pada Juli 2026, PTRO semakin memperkuat posisi di SINI melalui rights issue dengan penyertaan modal sekitar Rp1,19 triliun. Setelah aksi tersebut, kepemilikannya naik menjadi 19,88%.
PTRO juga mendivestasikan 99,99% saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) kepada SINI. KMS memiliki penyertaan pada CEP yang memegang IUP Operasi Produksi batu bara di Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Transaksi tersebut penting karena menggambarkan bahwa hubungan PTRO dan SINI sudah melampaui investasi saham biasa. Ada pemindahan aset pertambangan ke SINI yang membuat perusahaan tersebut semakin relevan dalam struktur bisnis grup.
Namun investor tetap perlu berhati-hati membedakan potensi dengan fakta. Belum ada informasi dalam bahan mengenai aset baru apa yang akan dimasukkan setelah pengambilalihan, struktur pendanaan transaksi, maupun target kontribusi pendapatan dan laba.
Jadi, membayangkan SINI akan langsung berubah menjadi raksasa tambang setelah CUAN masuk jelas terlalu jauh. Pasar saham memang senang mendahului cerita, kadang bahkan sebelum penulis skenarionya selesai mengetik bab pertama.
Dari Happy Hapsoro ke Prajogo Pangestu, Struktur Pemilik Terus Bergerak
Perubahan pengendali bukan hal baru bagi SINI.
Pada November 2022, konsorsium PT Autum Prima Indonesia, PT Basis Energi Prima, dan Batubara Development Pte. Ltd. masuk sebagai kelompok pemegang saham pengendali.
Basis Energi Prima terafiliasi dengan Hapsoro Sukmonohadi atau Happy Hapsoro melalui PT Basis Utama Prima.
Pada Maret 2025, Hapsoro membeli langsung sekitar 43,29 juta saham SINI atau 9% dengan harga Rp1.000 per saham. Nilai transaksinya sekitar Rp43,29 miliar.
Dua bulan kemudian, Basis Energi Prima melepas 57,72 juta saham atau 12% SINI dengan harga Rp3.800 per saham senilai sekitar Rp219,33 miliar.
| Transaksi | Saham | Harga | Nilai |
|---|---|---|---|
| Hapsoro membeli dari Batubara Development | 43,29 juta | Rp1.000 | Rp43,29 miliar |
| Basis Energi Prima melepas saham SINI | 57,72 juta | Rp3.800 | ~Rp219,33 miliar |
Pada laporan pemegang saham per akhir Juli 2026, nama Hapsoro tidak lagi muncul dalam daftar pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5%.
Namun hal tersebut tidak otomatis berarti Hapsoro telah menjual seluruh sahamnya. Informasi tersebut hanya menunjukkan kepemilikannya berada di bawah ambang pelaporan lebih dari 5% dalam daftar yang digunakan pada bahan.
Kini, episentrum kepemilikan kembali bergeser ke kelompok CUAN milik Prajogo Pangestu melalui PTRO dan Kreasi Jasa Persada.
FAQ CUAN Akuisisi SINI
Apakah CUAN sudah mengakuisisi SINI?
Berapa saham SINI yang sudah dimiliki grup CUAN?
Siapa pemegang saham terbesar SINI?
Apa bisnis utama SINI?
Berapa harga IPO saham SINI?
Apa hubungan PTRO dengan SINI?
Apakah masuknya CUAN otomatis membuat saham SINI menarik?
Perhitungan Receh.in: Kepemilikan grup CUAN sebesar 27,78% berasal dari PTRO 19,88% ditambah PT Kreasi Jasa Persada 7,90%. Total saham SINI saat ini 1,20245 miliar lembar atau sekitar 2,67 kali jumlah 450 juta saham yang tercatat saat IPO. Nilai transaksi Hapsoro pada Maret 2025 sekitar Rp43,29 miliar, sedangkan pelepasan 57,72 juta saham oleh Basis Energi Prima pada Rp3.800 per saham bernilai sekitar Rp219,33 miliar.
Catatan: Negosiasi pengambilalihan masih berlangsung. Bahan belum memuat harga transaksi, jumlah saham yang akan diambil alih, identitas seluruh pihak penjual, struktur pendanaan, maupun proyeksi dampak terhadap pendapatan dan laba. Tidak tercantumnya seorang investor dalam daftar pemegang saham di atas 5% juga tidak berarti kepemilikannya otomatis menjadi nol.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan analisis, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham CUAN, SINI, atau PTRO. Aksi akuisisi dapat mengubah struktur bisnis dan pengendalian, tetapi dampaknya terhadap valuasi bergantung pada harga transaksi, pendanaan, kinerja aset, dilusi, serta realisasi sinergi.

0 Komentar