Daftar IsiTampilkan


Receh.in —
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun tajam 1,69% ke level 6.277,04 pada perdagangan Selasa, 22 September 2026, ketika mayoritas saham melemah dan investor asing membukukan penjualan bersih Rp131,72 miliar di seluruh pasar.

Tekanan pasar cukup luas. Sebanyak 533 saham melemah, sementara hanya 139 saham menguat. Volume transaksi mencapai sekitar 33,71 miliar saham dengan nilai perdagangan sekitar Rp14,45 triliun.

Di antara saham yang paling banyak dijual investor asing, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menempati posisi teratas dengan net sell sekitar Rp339,42 miliar, disusul PT Timah Tbk. (TINS) Rp104,75 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Rp101,44 miliar.

Namun pergerakan IHSG sebaiknya tidak dijelaskan hanya dengan satu angka arus dana asing. Net sell asing merupakan salah satu indikator tekanan pasar, tetapi penurunan indeks juga dipengaruhi pergerakan saham berbobot besar, breadth pasar, sentimen makro, serta transaksi investor domestik.

Ringkasan
  • IHSG turun 1,69% ke 6.277,04 pada 22 September 2026 dengan 533 saham melemah.
  • Investor asing membukukan net sell Rp131,72 miliar di seluruh pasar berdasarkan bahan yang diterima.
  • BBRI menjadi saham dengan tekanan jual asing terbesar, mencapai Rp339,42 miliar.

IHSG Turun 1,69%, Mayoritas Saham Melemah

Penurunan IHSG pada perdagangan 22 September 2026 terjadi bersamaan dengan pelemahan mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia.

-1,69% Perubahan IHSG
6.277,04 Posisi penutupan IHSG
Rp14,45 T Nilai transaksi
33,71 Miliar Volume saham
Indikator Pasar 22 September 2026
IHSG 6.277,04 (-1,69%)
Saham menguat 139
Saham melemah 533
Volume perdagangan 33,71 miliar saham
Nilai transaksi ~Rp14,45 triliun
Net sell asing seluruh pasar Rp131,72 miliar

Dengan jumlah saham turun hampir empat kali lebih banyak daripada yang naik, pelemahan hari itu tidak hanya terkonsentrasi pada satu atau dua emiten.

Meski demikian, breadth yang buruk tidak otomatis menjelaskan besarnya penurunan indeks. IHSG merupakan indeks berbobot kapitalisasi, sehingga pergerakan saham-saham besar dapat memberi pengaruh jauh lebih besar daripada jumlah saham yang naik atau turun.

533 saham turun bukan berarti semuanya memiliki bobot sama terhadap IHSG. Saham berkapitalisasi besar seperti perbankan dapat memberi dampak indeks jauh lebih besar dibanding puluhan saham berkapitalisasi kecil.

BBRI Paling Banyak Dijual Asing

Tekanan jual investor asing terlihat cukup besar pada sejumlah saham likuid dan berkapitalisasi besar.

BBRI mencatat net sell asing sekitar Rp339,42 miliar, jauh lebih besar dibandingkan nilai net sell asing seluruh pasar sebesar Rp131,72 miliar.

Hal itu tidak kontradiktif karena net foreign flow seluruh pasar merupakan hasil bersih antara pembelian dan penjualan di banyak saham. Penjualan besar pada satu saham dapat diimbangi pembelian asing pada saham lainnya.

Saham Net Sell Asing
BBRI Rp339,42 miliar
TINS Rp104,75 miliar
BBCA Rp101,44 miliar

Bahan yang diterima menyebut terdapat sepuluh saham dengan net sell asing terbesar, tetapi hanya tiga nama beserta angkanya yang tersedia secara lengkap dalam naskah. Karena itu, Receh.in tidak menambahkan tujuh nama lainnya tanpa data pendukung.

Tekanan jual asing pada BBRI dan BBCA patut diperhatikan karena keduanya merupakan saham berkapitalisasi besar dan biasanya memiliki bobot signifikan terhadap indeks.

Namun net sell asing tidak otomatis berarti harga saham tersebut turun hanya karena investor asing keluar. Harga tetap merupakan hasil interaksi seluruh permintaan dan penawaran, termasuk investor domestik.

Net Sell Rp131 Miliar Kecil Dibanding Nilai Transaksi Rp14,45 Triliun

Jika dibandingkan secara sederhana, net sell asing Rp131,72 miliar hanya setara sekitar 0,91% dari nilai transaksi pasar Rp14,45 triliun.

Rasio tersebut menunjukkan bahwa aliran asing negatif memang ada, tetapi skalanya relatif kecil dibandingkan keseluruhan nilai perdagangan hari itu.

Karena itu, kurang tepat menyebut net sell asing Rp131,72 miliar sebagai satu-satunya penyebab IHSG turun 1,69%. Foreign flow lebih baik digunakan sebagai salah satu petunjuk, bukan penjelasan tunggal.

Investor juga perlu membedakan transaksi di Pasar Reguler dengan Pasar Negosiasi.

Transaksi negosiasi dapat berupa perpindahan saham dalam jumlah besar pada harga yang disepakati antar-pihak dan tidak selalu mencerminkan tekanan jual yang sama seperti order di Pasar Reguler.

Karena itu, foreign flow di pasar negosiasi sebaiknya tidak langsung digunakan untuk menyimpulkan sentimen pasar reguler.

Ada Inkonsistensi Data Pasar Negosiasi

Bahan awal memuat dua keterangan yang berbeda mengenai transaksi asing di Pasar Negosiasi.

Pada bagian poin penting disebut bahwa terdapat penjualan bersih Rp539,91 miliar di Pasar Negosiasi. Namun pada bagian berikutnya disebut investor asing justru mencatat pembelian bersih Rp539,91 miliar di pasar yang sama.

Kedua informasi tersebut tidak mungkin benar secara bersamaan.

Receh.in tidak menggunakan angka Rp539,91 miliar untuk menarik kesimpulan arah foreign flow Pasar Negosiasi sampai statusnya—net buy atau net sell—dapat dipastikan dari sumber data asli.

Perbedaan ini penting karena arah transaksi negosiasi dapat mengubah interpretasi foreign flow keseluruhan.

Jika Rp539,91 miliar merupakan net buy, berarti pembelian asing di Pasar Negosiasi cukup besar dan kemungkinan terdapat tekanan jual yang lebih besar di Pasar Reguler. Jika justru net sell, interpretasinya menjadi berbeda.

Karena itu, investor sebaiknya melihat foreign flow berdasarkan segmentasi pasar sebelum mengaitkannya dengan pergerakan indeks.

Intinya: IHSG turun tajam 1,69% ke 6.277,04 pada 22 September 2026 dengan breadth pasar yang buruk dan net sell asing Rp131,72 miliar. BBRI menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing berdasarkan data yang tersedia. Namun net sell asing tidak cukup untuk menjelaskan seluruh penurunan IHSG, terlebih nilainya hanya sekitar 0,91% dari total transaksi harian dan terdapat inkonsistensi data mengenai arah transaksi di Pasar Negosiasi.

FAQ IHSG dan Net Sell Asing 22 September 2026

Berapa posisi IHSG pada 22 September 2026?
IHSG ditutup di level 6.277,04 atau turun 1,69% pada perdagangan Selasa, 22 September 2026.
Berapa net sell asing pada perdagangan tersebut?
Berdasarkan bahan yang diterima, investor asing mencatat penjualan bersih Rp131,72 miliar di seluruh pasar.
Saham apa yang paling banyak dijual asing?
BBRI mencatat net sell asing terbesar dalam data yang tersedia, sekitar Rp339,42 miliar, disusul TINS Rp104,75 miliar dan BBCA Rp101,44 miliar.
Kenapa net sell BBRI lebih besar daripada net sell asing seluruh pasar?
Karena angka seluruh pasar merupakan nilai bersih. Penjualan asing besar pada BBRI dapat diimbangi pembelian bersih asing pada saham lain sehingga net sell keseluruhan menjadi lebih kecil.
Apakah net sell asing menyebabkan IHSG turun?
Net sell asing dapat menjadi salah satu sumber tekanan, tetapi tidak dapat dipastikan sebagai penyebab tunggal. IHSG juga dipengaruhi pergerakan saham berkapitalisasi besar, investor domestik, sentimen makro, dan kondisi pasar secara keseluruhan.
Berapa foreign flow di Pasar Negosiasi?
Bahan yang tersedia memuat angka Rp539,91 miliar tetapi memberikan keterangan yang bertentangan mengenai apakah angka tersebut merupakan net buy atau net sell. Karena itu, arahnya perlu diverifikasi kembali dari sumber asli sebelum digunakan.
Sumber: Data perdagangan Bursa Efek Indonesia dan data aliran dana investor asing sebagaimana terdapat dalam bahan yang diterima Receh.in, termasuk angka IHSG, breadth pasar, volume, nilai transaksi, dan saham dengan net sell asing terbesar.

Perhitungan Receh.in: Net sell asing Rp131,72 miliar dibandingkan nilai transaksi sekitar Rp14,45 triliun setara sekitar 0,91%. Rasio ini hanya menunjukkan skala relatif foreign flow bersih terhadap total nilai transaksi dan bukan ukuran kontribusi langsung terhadap penurunan IHSG.

Catatan: Bahan memuat inkonsistensi mengenai transaksi Rp539,91 miliar di Pasar Negosiasi—pada satu bagian disebut net sell, sementara bagian lain menyebut net buy. Karena itu, artikel tidak menggunakan arah transaksi tersebut sebagai fakta sampai dapat diverifikasi. Bahan juga menyebut sepuluh saham dengan net sell terbesar, tetapi hanya BBRI, TINS, dan BBCA yang disertai angka lengkap.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan analisis, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Arus dana asing harian dapat berubah cepat dan tidak boleh digunakan sendirian sebagai dasar keputusan investasi.