Daftar IsiTampilkan


Receh.in —
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menguat 1,82% sepanjang pekan 31 Agustus–4 September 2026 dan berakhir di level 6.636. Namun kenaikan indeks tidak dinikmati seluruh saham.

Statistik Bursa Efek Indonesia menunjukkan sejumlah emiten justru mengalami koreksi dua digit. PT Kian Santang Muliatama Tbk. (RGAS) menjadi saham dengan penurunan terdalam setelah anjlok 38,14% dalam sepekan, dari Rp194 menjadi Rp120 per saham.

Tekanan juga terjadi pada FUJI, TMPO, BAPA, hingga DWGL. Bahkan tujuh dari sepuluh saham dalam daftar top losers turun lebih dari 10% hanya dalam satu pekan perdagangan.

Ringkasan
  • RGAS menjadi top loser pekan ini dengan penurunan 38,14% dari Rp194 menjadi Rp120.
  • FUJI turun 26,06%, TMPO 21,30%, dan BAPA 21,26%, ketika IHSG justru naik 1,82% sepekan.
  • Pada perdagangan Jumat, IHSG ditutup 6.636,475 atau turun 0,47%; MDIA, EKAD, dan VKTR juga masuk jajaran saham yang tertekan pada hari terakhir pekan tersebut.

Daftar 10 Saham Top Losers Pekan Ini

Berikut 10 saham dengan penurunan terbesar di Bursa Efek Indonesia sepanjang perdagangan 31 Agustus hingga 4 September 2026 berdasarkan statistik BEI dalam bahan yang diterima Receh.in.

Peringkat Kode Emiten Perubahan Mingguan
1 RGAS PT Kian Santang Muliatama Tbk. -38,14%
2 FUJI PT Fuji Finance Indonesia Tbk. -26,06%
3 TMPO PT Tempo Intimedia Tbk. -21,30%
4 BAPA PT Bekasi Asri Pemula Tbk. -21,26%
5 DWGL PT Dwi Guna Laksana Tbk. -15,65%
6 FUTR PT Futura Energi Global Tbk. -11,67%
7 EKAD PT Ekadharma International Tbk. -10,53%
8 VKTR PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. -10,36%
9 MDIA PT Intermedia Capital Tbk. -10,00%
10 INTD PT Inter Delta Tbk. -9,72%
-38,14% Penurunan RGAS
7 Saham Turun lebih dari 10%
+1,82% Kinerja IHSG sepekan
6.636 Level penutupan IHSG

RGAS menjadi outlier paling jelas dalam daftar tersebut. Dari Rp194 ke Rp120, harga saham kehilangan Rp74 per lembar dalam satu pekan.

Penurunan itu setara 38,14%. Dengan kata lain, investor yang memegang saham tersebut sejak awal pekan mengalami penyusutan nilai pasar lebih dari sepertiga dalam hitungan lima hari perdagangan.

Jarak antara RGAS dengan saham terburuk kedua juga cukup lebar. Penurunan RGAS lebih dalam sekitar 12,08 poin persentase dibandingkan FUJI yang terkoreksi 26,06%.

IHSG Naik, Kenapa Banyak Saham Justru Turun Tajam?

Kondisi ini menunjukkan satu hal penting: penguatan IHSG tidak berarti mayoritas saham otomatis naik dengan besaran yang sama.

IHSG merupakan indeks berbobot kapitalisasi pasar. Artinya, pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar dapat memberikan pengaruh lebih besar terhadap indeks dibandingkan saham berkapitalisasi kecil.

Karena itu, sangat mungkin IHSG mencetak kenaikan mingguan sementara sejumlah saham individual tetap terkoreksi tajam.

Pada hari terakhir perdagangan, Jumat 4 September, IHSG bahkan turun 0,47% menjadi 6.636,475. Statistik BEI menunjukkan terdapat 129 saham yang naik lebih dari 2%, 250 saham naik hingga 2%, 308 saham stagnan, 168 saham turun hingga 2%, serta 108 saham melemah lebih dari 2%.

Pergerakan Saham Jumat Jumlah Saham Porsi
Naik lebih dari 2% 129 13%
Naik 0%–2% 250 26%
Stagnan 308 32%
Turun 0%–2% 168 17%
Turun lebih dari 2% 108 11%

Data tersebut menggambarkan pasar yang tidak bergerak satu arah. Bahkan pada satu sesi perdagangan, terdapat ratusan saham yang bergerak berbeda dari arah indeks.

Poin penting: kenaikan IHSG tidak bisa digunakan sendirian untuk menyimpulkan seluruh pasar saham sedang menguat. Investor tetap perlu melihat breadth pasar, likuiditas, pergerakan saham individual, dan fundamental masing-masing emiten.

MDIA, EKAD, dan VKTR Juga Tertekan pada Jumat

Beberapa saham yang masuk top losers mingguan juga masih mengalami tekanan pada perdagangan terakhir pekan.

Statistik harian BEI menunjukkan MDIA turun 14,29% pada Jumat dari Rp252 menjadi Rp216. EKAD turun 6,50% dari Rp400 menjadi Rp374, sementara VKTR melemah 5,46% dari Rp915 menjadi Rp865.

Saham Kinerja Mingguan Kinerja Jumat Harga Jumat
MDIA -10,00% -14,29% Rp216
EKAD -10,53% -6,50% Rp374
VKTR -10,36% -5,46% Rp865

EKAD sendiri sebelumnya sempat mendapatkan perhatian pasar setelah muncul sentimen terkait aksi akuisisi. Koreksi mingguan yang terjadi setelah kenaikan sebelumnya dapat dibaca sebagai konsolidasi harga, tetapi penyebab pasti pergerakan tetap perlu dilihat bersama keterbukaan informasi, transaksi, dan kondisi fundamental perusahaan.

Hal serupa berlaku untuk saham lain dalam daftar. Penurunan harga dalam satu pekan tidak otomatis berarti kinerja bisnis perusahaan memburuk. Harga dapat dipengaruhi profit taking, perubahan likuiditas, berakhirnya sentimen tertentu, maupun faktor teknikal.

Pasar Jumat Ramai, Asing Masih Net Sell YTD

Aktivitas pasar pada Jumat tetap tergolong besar. Total volume transaksi saham mencapai sekitar 34,29 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp15 triliun dan frekuensi lebih dari 2 juta kali.

Investor asing membukukan net sell sekitar Rp29,76 miliar pada hari tersebut. Secara year to date, net sell asing mencapai sekitar Rp68,05 triliun.

Statistik Pasar 4 September 2026 Nilai
IHSG 6.636,475
Perubahan harian -0,47%
Volume 34,285 miliar saham
Nilai transaksi Rp15,001 triliun
Frekuensi 2,028 juta kali
Net foreign Jumat -Rp29,76 miliar
Net foreign YtD -Rp68,05 triliun

BEI juga mencatat valuasi pasar secara agregat berada pada price to earnings ratio sekitar 13,14 kali dan price to book value sekitar 1,76 kali pada akhir perdagangan Jumat.

Angka valuasi pasar tersebut tentu tidak dapat langsung diterapkan kepada saham-saham top losers. Setiap emiten memiliki tingkat profitabilitas, neraca, prospek bisnis, dan valuasi sendiri.

Intinya: IHSG berhasil menguat 1,82% sepanjang pekan, tetapi pergerakan saham individual sangat timpang. RGAS jatuh 38,14%, FUJI 26,06%, serta TMPO dan BAPA lebih dari 21%. Penurunan besar dapat membuka ruang pantulan teknikal, tetapi harga yang sudah turun tajam tidak otomatis berarti saham menjadi murah. Investor tetap harus memeriksa fundamental, valuasi, likuiditas, serta alasan di balik perubahan harga.

FAQ Top Losers Saham 31 Agustus–4 September 2026

Saham apa yang paling turun pada pekan 31 Agustus–4 September 2026?
RGAS menjadi saham dengan penurunan terbesar, yakni 38,14% dalam sepekan dari Rp194 menjadi Rp120.
Apa saja lima saham top losers terbesar pekan ini?
Lima teratas adalah RGAS turun 38,14%, FUJI 26,06%, TMPO 21,30%, BAPA 21,26%, dan DWGL 15,65%.
Bagaimana kinerja IHSG sepanjang pekan?
Berdasarkan bahan yang diterima, IHSG menguat 1,82% sepanjang pekan dan berakhir di sekitar level 6.636.
Kenapa saham bisa turun ketika IHSG naik?
IHSG berbobot kapitalisasi pasar sehingga saham besar dapat menopang indeks meskipun sejumlah saham individual turun. Pergerakan tiap saham juga dipengaruhi sentimen, likuiditas, aksi korporasi, fundamental, dan faktor teknikal masing-masing.
Apakah saham yang turun puluhan persen otomatis menjadi murah?
Tidak. Harga nominal yang lebih rendah tidak otomatis berarti valuasinya murah. Investor tetap perlu menilai laba, arus kas, neraca, prospek bisnis, PER, PBV, dan faktor fundamental lainnya.
Berapa IHSG pada 4 September 2026?
IHSG ditutup di level 6.636,475 pada Jumat, 4 September 2026, turun 0,47% dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Sumber: Statistik Bursa Efek Indonesia periode 31 Agustus–4 September 2026 dan IDX Daily Statistics 4 September 2026 sebagaimana terdapat dalam bahan yang diterima Receh.in.

Perhitungan Receh.in: RGAS turun Rp74 per saham dari Rp194 menjadi Rp120 atau sekitar 38,14%. Penurunannya lebih dalam sekitar 12,08 poin persentase dibandingkan FUJI. Tujuh dari sepuluh saham dalam daftar mengalami koreksi lebih dari 10%.

Catatan: Daftar top losers mingguan mengikuti statistik yang disampaikan dalam bahan. Statistik perdagangan harian Jumat digunakan sebagai konteks tambahan. Penurunan harga tidak otomatis menunjukkan penurunan fundamental dan tidak otomatis menjadikan valuasi saham murah.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Saham dengan penurunan tajam dapat memiliki volatilitas dan risiko likuiditas tinggi. Investor perlu memeriksa keterbukaan informasi, laporan keuangan, valuasi, dan profil risiko sebelum mengambil keputusan.