Receh.in — Pemegang saham pengendali PT Asri Karya Lestari Tbk. (ASLI), PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM), menambah kepemilikan dengan membeli 62,5 juta saham ASLI pada 21 September 2026.
Transaksi dilakukan pada harga Rp325 per saham, sehingga nilainya mencapai sekitar Rp20,31 miliar. Saham tersebut dibeli WKM dari Sulistiono, yang menurut keterbukaan informasi tidak terafiliasi dengan WKM maupun ASLI.
Setelah transaksi, kepemilikan WKM meningkat dari 3,1875 miliar saham atau 51% menjadi 3,25 miliar saham atau 52% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Yang penting, transaksi tersebut merupakan jual-beli saham existing antar-pemegang saham. ASLI bukan pihak penjual maupun pembeli dan tidak menerima dana Rp20,31 miliar tersebut. Perseroan juga menegaskan tidak memberikan pinjaman, pendanaan, jaminan, atau dukungan keuangan lain kepada WKM untuk transaksi ini.
- WKM membeli 62.500.000 saham ASLI dari Sulistiono pada harga Rp325 per saham.
- Nilai transaksi mencapai Rp20,31 miliar dan kepemilikan WKM naik dari 51% menjadi 52%.
- ASLI menegaskan tidak menerima dana dari transaksi dan tidak memberikan pembiayaan kepada WKM.
WKM Beli 62,5 Juta Saham ASLI Senilai Rp20,31 Miliar
Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, WKM membeli 62.500.000 saham ASLI atau setara 1% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh.
Dengan harga transaksi Rp325 per saham, nilai transaksi dapat dihitung sebagai berikut:
| Keterangan | Sebelum Transaksi | Setelah Transaksi | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Jumlah saham WKM | 3.187.500.000 | 3.250.000.000 | +62.500.000 |
| Porsi kepemilikan | 51% | 52% | +1 ppt |
Dari data tersebut, jumlah saham beredar ASLI secara implisit sekitar 6,25 miliar saham. Angka itu konsisten dengan 62,5 juta saham yang mewakili 1% modal perseroan.
Direktur Utama ASLI Agus Karianto menyampaikan pembelian dilakukan WKM untuk meningkatkan kepemilikan sebagai investasi jangka panjang.
ASLI Tidak Menerima Dana dari Transaksi Ini
Transaksi ini perlu dibedakan dari rights issue, private placement, atau penerbitan saham baru.
WKM membeli saham yang sudah beredar milik Sulistiono. Dengan demikian, dana transaksi berpindah dari pembeli kepada penjual saham dan bukan masuk ke kas ASLI.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Pembeli | PT Wahana Konstruksi Mandiri |
| Penjual | Sulistiono |
| Jumlah saham | 62.500.000 |
| Harga | Rp325 per saham |
| Nilai transaksi | Rp20.312.500.000 |
| Dana masuk ke ASLI? | Tidak |
Perseroan secara eksplisit menyatakan bahwa ASLI bukan penjual maupun pembeli dalam transaksi tersebut dan tidak mengeluarkan ataupun menerima dana terkait transaksi.
ASLI juga menyatakan tidak memberikan pinjaman, pendanaan, penjaminan, atau bentuk dukungan keuangan lainnya kepada WKM.
WKM Semakin Dominan, tapi Free Float Disebut Tetap Terpenuhi
Setelah pembelian, porsi kepemilikan WKM meningkat dari 51% menjadi 52%.
Karena WKM sudah berstatus pemegang saham pengendali sebelum transaksi, pembelian ini tidak menciptakan pengendali baru. Yang berubah adalah tingkat kepemilikan pengendali menjadi sedikit lebih besar.
ASLI juga menyatakan jumlah saham yang dimiliki masyarakat nonpengendali atau bukan pemegang saham utama tetap memenuhi ketentuan free float Bursa Efek Indonesia setelah transaksi.
Informasi tersebut penting karena peningkatan kepemilikan pengendali dapat mengurangi saham yang tersedia di publik jika saham yang dibeli sebelumnya termasuk bagian dari free float.
Namun bahan yang tersedia tidak merinci berapa persentase free float ASLI sebelum dan sesudah transaksi. Karena itu, dampak numeriknya terhadap saham publik tidak dapat dihitung lebih jauh dari informasi yang diberikan.
Apa yang Perlu Dicermati Investor ASLI?
Pembelian oleh pengendali dapat dibaca sebagai informasi mengenai komitmen kepemilikan jangka panjang. Namun transaksi tersebut bukan bukti bahwa saham ASLI murah atau akan naik.
Beberapa hal yang lebih relevan untuk dipantau berikutnya antara lain:
- apakah WKM kembali meningkatkan kepemilikan;
- perkembangan free float dan likuiditas saham ASLI;
- perubahan kepemilikan pemegang saham besar lainnya;
- kinerja pendapatan, margin, dan arus kas operasi perseroan;
- serta perkembangan kontrak baru dan kualitas order book perusahaan konstruksi tersebut.
Pada perusahaan konstruksi, pertumbuhan nilai kontrak belum otomatis menjadi pendapatan atau laba. Investor juga perlu memperhatikan eksekusi proyek, margin, piutang, modal kerja, serta arus kas operasi.
FAQ Pembelian Saham ASLI oleh WKM
Berapa saham ASLI yang dibeli WKM?
Berapa harga pembelian saham ASLI?
Berapa nilai transaksi pembelian saham ASLI?
Berapa kepemilikan WKM setelah transaksi?
Siapa yang menjual saham kepada WKM?
Apakah dana Rp20,31 miliar masuk ke ASLI?
Perhitungan Receh.in: Nilai transaksi dihitung dari 62.500.000 saham × Rp325 = Rp20.312.500.000. Karena 62,5 juta saham mewakili 1%, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh secara implisit sekitar 6,25 miliar saham.
Catatan: Sumber dana disebut berasal dari dana internal WKM. ASLI menegaskan tidak memberikan pinjaman, pendanaan, penjaminan, atau dukungan keuangan lain untuk transaksi. Bahan tidak merinci persentase free float sebelum dan sesudah transaksi, hanya menyatakan bahwa ketentuan BEI tetap terpenuhi.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan analisis, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham ASLI. Pembelian oleh pemegang saham pengendali bukan jaminan kenaikan harga dan perlu dinilai bersama fundamental, valuasi, likuiditas, free float, serta kinerja operasional perseroan.

0 Komentar