Daftar IsiTampilkan


Receh.in —
Rumor mengenai pelepasan mayoritas saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) akhirnya mendapat titik terang. Keterbukaan resmi perseroan mengonfirmasi bahwa saham yang direncanakan dialihkan oleh Low Tuck Kwong dan Elaine Low kepada PT Jhonlin Baratama bukan 62%, melainkan sekitar 30% saham BYAN.

Low Tuck Kwong dan Elaine Low telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat pada 16 September 2026 untuk mengalihkan sebanyak 10.000.000.500 saham kepada Jhonlin Baratama, perusahaan yang dikaitkan dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.

Jumlah itu setara hampir tepat 30% dari total 33,33 miliar saham BYAN. Sebelumnya, rumor pasar menyebut entitas yang dikendalikan Haji Isam tengah membahas pembelian seluruh kepemilikan gabungan Low Tuck Kwong dan Elaine Low sebesar 62,25% dengan tawaran sekitar US$3 miliar.

Namun informasi resmi yang telah diumumkan perusahaan saat ini hanya mengonfirmasi transaksi sekitar 30%. Harga jual, nilai total transaksi, sumber pendanaan, serta pembagian saham yang dilepas oleh masing-masing penjual belum diungkapkan.

Ringkasan
  • Low Tuck Kwong dan Elaine Low menandatangani perjanjian bersyarat untuk menjual 10.000.000.500 saham BYAN atau sekitar 30% kepada Jhonlin Baratama.
  • Keterbukaan resmi berbeda dari rumor sebelumnya yang menyebut potensi pengalihan 62% saham BYAN dengan tawaran sekitar US$3 miliar.
  • Jika transaksi 30% selesai, kepemilikan gabungan Low Tuck Kwong dan Elaine Low secara matematis akan turun dari 62,25% menjadi sekitar 32,25%.

Jhonlin Beli 30% BYAN, Bukan 62% yang Sempat Dirumorkan

Direktur Bayan Resources Jenny Quantero menyampaikan bahwa Low Tuck Kwong dan Elaine Low telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan Jhonlin Baratama pada Rabu, 16 September 2026.

Objek transaksi adalah 10.000.000.500 saham biasa BYAN.

Bila dibandingkan dengan total saham perseroan sebanyak 33.333.335.000 lembar, jumlah tersebut setara sekitar 30,00%.

10,0 Miliar Saham yang akan dialihkan
~30% Porsi saham BYAN
62,25% Kepemilikan gabungan Low dan Elaine sebelum transaksi
~32,25% Sisa gabungan setelah transaksi*

*Perhitungan sederhana jika transaksi 10.000.000.500 saham seluruhnya diselesaikan dari kepemilikan gabungan Low Tuck Kwong dan Elaine Low.

Konfirmasi tersebut penting karena sebelumnya pasar diramaikan kabar bahwa pihak yang terkait Haji Isam menawarkan sekitar US$3 miliar tunai untuk membeli sekitar 62% saham BYAN.

Rumor itu bahkan menyebut pembayaran dapat dilakukan bertahap dan transaksi masih berada dalam tahap pembicaraan.

Dengan keterbukaan terbaru, angka yang secara resmi disebut dalam perjanjian adalah sekitar 30%, bukan seluruh 62,25% saham gabungan Low Tuck Kwong dan Elaine Low.

Yang resmi sejauh ini adalah 30%. Rumor mengenai penjualan 62% dan tawaran US$3 miliar tidak boleh diperlakukan sebagai fakta transaksi karena harga maupun nilai transaksi resmi belum diumumkan.

Low Tuck Kwong dan Elaine Low Masih Bisa Pegang Sekitar 32,25%

Berdasarkan data pemegang saham per 30 Juni 2026, Low Tuck Kwong menguasai 13.416.921.870 saham atau 40,25%.

Elaine Low memiliki 7.333.833.700 saham atau 22%.

Gabungan keduanya mencapai 20.750.755.570 saham atau 62,25% dari modal BYAN.

Pemegang Saham Jumlah Saham Porsi
Low Tuck Kwong 13,42 miliar 40,25%
Elaine Low 7,33 miliar 22,00%
SSP 3,33 miliar 10,00%
Lim Chai Hock 1,09 miliar 3,26%
Jenny Quantero 994,98 juta 2,98%
Low Yi Ngo 62,36 juta 0,19%
Ulina Fitriani 5 juta 0,01%
Alastair McLeod 4 juta 0,01%
Lainnya 7,10 miliar 21,30%

Jika 10.000.000.500 saham benar-benar berpindah kepada Jhonlin, kepemilikan gabungan Low Tuck Kwong dan Elaine Low akan tersisa sekitar 10,75 miliar saham.

Secara persentase, porsinya turun dari 62,25% menjadi sekitar 32,25%.

Namun bahan yang tersedia belum mengungkap berapa saham yang dilepas Low Tuck Kwong dan berapa yang berasal dari Elaine Low. Karena itu, komposisi kepemilikan masing-masing setelah transaksi belum dapat dihitung secara pasti.

Jangan langsung mengasumsikan Low Tuck Kwong tinggal 10,25% atau Elaine Low keluar seluruhnya. Keterbukaan belum merinci pembagian 10 miliar saham yang dijual oleh masing-masing pihak.

Rumor US$3 Miliar Menyiratkan Diskon Sangat Besar

Sebelum keterbukaan resmi muncul, pasar sempat diramaikan rumor bahwa sekitar 62% saham BYAN ditawarkan kepada pihak terkait Haji Isam dengan nilai sekitar US$3 miliar.

Pada saat yang sama, kapitalisasi pasar BYAN disebut sekitar US$26 miliar.

Secara matematis, nilai pasar 62% saham dari kapitalisasi US$26 miliar adalah sekitar US$16,12 miliar.

Jika dibandingkan dengan rumor harga US$3 miliar, nilainya hanya sekitar 18,6% dari nilai pasar proporsional tersebut, atau menyiratkan diskon sekitar 81,4%.

Ilustrasi Rumor Nilai
Kapitalisasi pasar BYAN ~US$26 miliar
Nilai pasar 62% ~US$16,12 miliar
Rumor nilai tawaran ~US$3 miliar
Diskon tersirat ~81,4%

Angka itu menjelaskan mengapa rumor sebelumnya menarik perhatian pasar: selisihnya terhadap valuasi pasar sangat besar.

Namun kini ada masalah mendasar untuk membandingkan angka tersebut dengan transaksi aktual: objek transaksi resmi berbeda. Yang ditandatangani hanya sekitar 30%, sementara harga resminya belum tersedia.

Karena itu, belum ada dasar untuk menyimpulkan apakah Jhonlin membeli saham BYAN dengan diskon, premium, atau mendekati harga pasar.

Harga adalah informasi yang paling ditunggu. Tanpa mengetahui consideration per saham, investor belum dapat menilai valuasi transaksi maupun membandingkannya secara wajar dengan harga BYAN di Bursa.

Transaksi Masih Bersyarat, Apa yang Perlu Dipantau?

Perjanjian antara Low Tuck Kwong, Elaine Low, dan Jhonlin Baratama masih bergantung pada pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan.

Artinya, penandatanganan perjanjian belum sama dengan penyelesaian transaksi.

Manajemen BYAN menyatakan rencana pengalihan tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

Namun dari perspektif investor, ada beberapa informasi lanjutan yang jauh lebih penting:

  • harga transaksi per saham;
  • total nilai transaksi;
  • sumber pendanaan Jhonlin Baratama;
  • jumlah saham yang dilepas masing-masing oleh Low Tuck Kwong dan Elaine Low;
  • status pengendalian BYAN setelah transaksi;
  • ada atau tidaknya perjanjian pemegang saham;
  • perubahan direksi atau komisaris;
  • serta konsekuensi regulasi setelah transaksi selesai.

Kepemilikan sekitar 30% menjadikan Jhonlin pemegang saham yang sangat signifikan jika transaksi rampung. Tetapi status pemegang saham besar tidak otomatis sama dengan menjadi pengendali secara hukum.

Penentuan pengendalian juga perlu melihat hak suara, kemampuan menentukan kebijakan, struktur pemegang saham lain, dan ketentuan dalam perjanjian transaksi.

Intinya: keterbukaan BYAN mengubah narasi yang sebelumnya berkembang di pasar. Bukan 62% saham yang dikonfirmasi akan berpindah, melainkan sekitar 30% atau 10 miliar saham. Low Tuck Kwong dan Elaine Low secara matematis masih memiliki sekitar 32,25% secara gabungan setelah transaksi jika seluruh pengalihan terealisasi. Namun teka-teki terbesarnya belum terjawab: berapa harga yang dibayar Jhonlin, bagaimana struktur pengendalian akhirnya, dan siapa yang akan menjadi pemegang kendali efektif BYAN setelah transaksi?

FAQ Transaksi Jhonlin dan Saham BYAN

Berapa saham BYAN yang akan dibeli Jhonlin Baratama?
Jhonlin Baratama direncanakan menerima 10.000.000.500 saham BYAN atau sekitar 30% dari total saham perseroan.
Apakah benar Jhonlin membeli 62% saham BYAN?
Keterbukaan resmi saat ini hanya mengonfirmasi rencana pengalihan sekitar 30% saham. Angka 62% sebelumnya beredar sebagai rumor pasar dan belum menjadi objek transaksi yang diumumkan secara resmi.
Berapa sisa saham Low Tuck Kwong dan Elaine Low setelah transaksi?
Secara gabungan, kepemilikan keduanya akan turun dari 62,25% menjadi sekitar 32,25% jika seluruh 10.000.000.500 saham berhasil dialihkan. Namun pembagian sisa saham masing-masing belum dapat dihitung karena porsi penjualan masing-masing penjual belum diumumkan.
Berapa harga transaksi saham BYAN dengan Jhonlin?
Harga per saham dan nilai total transaksi belum diungkapkan dalam bahan yang tersedia.
Apakah transaksi saham BYAN sudah selesai?
Belum. Perjanjian merupakan jual beli saham bersyarat dan penyelesaiannya masih bergantung pada pemenuhan kondisi pendahuluan.
Apakah Jhonlin akan menjadi pengendali BYAN?
Belum dapat disimpulkan hanya dari porsi sekitar 30%. Status pengendalian memerlukan informasi mengenai struktur kepemilikan akhir, hak suara, perjanjian pemegang saham, dan ketentuan transaksi lainnya.
Sumber: Keterbukaan informasi PT Bayan Resources Tbk. mengenai Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat Low Tuck Kwong dan Elaine Low dengan PT Jhonlin Baratama tertanggal 16 September 2026; data pemegang saham BYAN per 30 Juni 2026; serta pemberitaan mengenai rumor transaksi sebelumnya sebagaimana terdapat dalam bahan yang diterima Receh.in.

Perhitungan Receh.in: 10.000.000.500 saham dibanding total 33.333.335.000 saham setara sekitar 30%. Kepemilikan gabungan Low Tuck Kwong dan Elaine Low sebesar 62,25% dikurangi sekitar 30% menghasilkan sisa sekitar 32,25%. Rumor valuasi 62% dari kapitalisasi US$26 miliar setara sekitar US$16,12 miliar; dibanding rumor tawaran US$3 miliar menyiratkan diskon sekitar 81,4%.

Catatan: Nilai US$3 miliar, transaksi 62%, dan diskon sekitar 80% merupakan bagian dari rumor yang beredar sebelum keterbukaan resmi, bukan nilai transaksi yang telah dikonfirmasi. Informasi resmi saat ini hanya menyebut pengalihan 10.000.000.500 saham dan belum mengungkap harga, nilai transaksi, sumber pendanaan, maupun struktur pengendalian akhir.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan analisis, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham BYAN. Investor perlu menunggu keterbukaan lanjutan dan mempertimbangkan valuasi, struktur pengendalian, likuiditas saham, fundamental perusahaan, serta risiko penyelesaian transaksi sebelum mengambil keputusan investasi.