Receh.in — PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) melepas seluruh porsi 54% saham yang dimilikinya di PT Interkayu Nusantara (IKN) dengan nilai transaksi Rp31,8 miliar. Divestasi dilakukan kepada Hendra Hasan Kustarjo pada 14 September 2026.
Transaksi tersebut menarik karena IKN bukan sekadar investasi kecil dalam sejarah SINI. Ketika perseroan bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia, bisnis pengolahan kayu IKN pernah menyumbang lebih dari 90% pendapatan konsolidasian.
Kini, manajemen menyebut pelepasan IKN sebagai bagian dari penataan dan optimalisasi portofolio investasi serta menegaskan transaksi tidak memberikan dampak negatif material terhadap operasi, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha SINI.
- SINI menjual 54% saham Interkayu Nusantara senilai Rp31,8 miliar kepada pihak nonafiliasi.
- Transaksi tersebut menyiratkan valuasi 100% IKN sekitar Rp58,9 miliar secara matematis.
- IKN pernah menyumbang lebih dari 90% pendapatan konsolidasian SINI menjelang IPO, tetapi perseroan menyatakan divestasi saat ini tidak berdampak negatif material.
SINI Jual 54% Interkayu Senilai Rp31,8 Miliar
Divestasi dilakukan berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 13 tertanggal 14 September 2026.
Saham yang dilepas mencapai 54% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor dalam IKN. Nilai keseluruhan transaksi mencapai Rp31,8 miliar.
*Perhitungan sederhana Receh.in dari Rp31,8 miliar dibagi 54%.
Direktur Utama Singaraja Putra Amir Antolis menyebut transaksi merupakan bagian dari upaya perseroan menata dan mengoptimalkan portofolio investasi.
Pembelinya, Hendra Hasan Kustarjo, dinyatakan bukan pihak yang memiliki hubungan afiliasi dengan SINI.
Perseroan juga menyatakan transaksi tersebut bukan transaksi benturan kepentingan dan tidak memenuhi kriteria transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 17/POJK.04/2020.
Interkayu Dulu Menyumbang Lebih dari 90% Pendapatan SINI
Hubungan SINI dengan Interkayu bermula pada 26 Desember 2018 ketika perseroan mengambil 54% saham IKN.
IKN bergerak dalam pengolahan industri kayu untuk bahan bangunan dan memiliki fasilitas pabrik sekitar 5 hektare di Curug, Kabupaten Tangerang.
Produknya berorientasi ekspor, terutama menuju pasar Eropa dan Amerika Serikat.
Masuknya IKN membawa perubahan besar terhadap komposisi bisnis SINI.
Meski secara historis Singaraja Putra berasal dari bisnis akomodasi, menjelang IPO justru kegiatan perkayuan melalui IKN menjadi kontributor utama dan menyumbang lebih dari 90% pendapatan konsolidasian.
| Periode | Peristiwa | Arti bagi SINI |
|---|---|---|
| 2005 | Singaraja Putra didirikan | Awal perusahaan |
| 2006 | Mulai bisnis jasa akomodasi | Mengelola Imperial Singaraja di Lippo Cikarang |
| 26 Desember 2018 | Mengambil 54% saham IKN | Bisnis kayu menjadi kontributor utama |
| Agustus 2019 | Berubah menjadi perusahaan terbuka | Persiapan IPO |
| 8 November 2019 | Listing di BEI | SINI resmi menjadi emiten |
| 14 September 2026 | Menjual 54% IKN | Divestasi seluruh porsi yang disebut dimiliki SINI |
Karena itu, penjualan IKN bukan sekadar transaksi pelepasan investasi biasa jika dilihat dari perjalanan historis perusahaan.
Namun bahan yang tersedia tidak memuat kontribusi IKN terhadap pendapatan dan laba SINI pada periode terbaru. Karena itu, tidak tepat mengasumsikan bahwa porsi bisnis kayu saat ini masih sebesar menjelang IPO.
Dari Penginapan ke Kayu, Kini Portofolio Kembali Ditata
SINI memulai kegiatan usaha pada 2006 melalui jasa akomodasi.
Perseroan mengelola Imperial Singaraja di kawasan Lippo Cikarang, Bekasi, dengan konsep penginapan ekonomis.
Kemudian, setelah masuk ke IKN pada 2018, profil pendapatan SINI berubah drastis karena bisnis perkayuan berkembang menjadi sumber utama omzet.
Perusahaan lalu melakukan IPO pada November 2019 dengan menawarkan 175 juta saham baru pada harga Rp108 per saham.
Dana yang dihimpun sekitar Rp18,9 miliar, sedangkan total 450 juta saham tercatat di Bursa Efek Indonesia.
IPO tersebut mengalami kelebihan permintaan sekitar 3,03 kali dengan jumlah pesanan lebih dari 531 juta saham.
| Data IPO SINI | Nilai |
|---|---|
| Saham baru IPO | 175 juta saham |
| Harga IPO | Rp108/saham |
| Dana IPO | ~Rp18,9 miliar |
| Total saham tercatat | 450 juta saham |
| Oversubscription | 3,03x |
| Harga pelaksanaan waran | Rp115/saham |
Jika sekadar dibandingkan secara nominal, nilai divestasi IKN Rp31,8 miliar setara sekitar 1,68 kali dana yang dihimpun SINI ketika IPO.
Perbandingan tersebut hanya memberikan perspektif skala dan tidak berarti keuntungan investasi IKN sebesar angka itu, sebab bahan tidak memuat harga perolehan saham, investasi tambahan, dividen yang pernah diterima, maupun nilai buku IKN saat dijual.
Apa Arti Divestasi IKN bagi Investor SINI?
Manajemen secara eksplisit menyatakan tidak terdapat dampak negatif material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha SINI.
Namun bagi investor, beberapa pertanyaan masih perlu dijawab sebelum kualitas transaksi dapat dinilai.
- Berapa nilai buku investasi SINI di IKN sebelum divestasi?
- Apakah Rp31,8 miliar menghasilkan keuntungan atau kerugian pelepasan aset?
- Berapa kontribusi IKN terhadap pendapatan dan laba SINI saat ini?
- Bagaimana penggunaan dana hasil divestasi?
- Apakah hilangnya bisnis kayu meningkatkan atau justru menurunkan margin konsolidasian?
- Bisnis apa yang akan menjadi sumber recurring earnings setelah IKN keluar dari portofolio?
Poin terakhir menjadi penting karena divestasi yang baik bukan sekadar menjual aset.
Nilai bagi pemegang saham baru tercipta apabila harga pelepasan memadai dan dana hasil transaksi dialokasikan ke bisnis yang menghasilkan return lebih tinggi.
Dalam kasus IKN, informasi yang tersedia baru memastikan nilai transaksi Rp31,8 miliar, porsi 54%, status pembeli nonafiliasi, dan pernyataan manajemen bahwa tidak ada dampak negatif material.
Belum ada informasi dalam bahan mengenai gain on disposal maupun penggunaan spesifik dana setelah transaksi.
FAQ Divestasi SINI dan Interkayu Nusantara
Berapa saham Interkayu yang dijual SINI?
Berapa nilai divestasi Interkayu?
Siapa pembeli saham Interkayu dari SINI?
Apakah divestasi Interkayu merupakan transaksi material?
Seberapa penting Interkayu bagi sejarah bisnis SINI?
Apakah SINI untung dari penjualan Interkayu?
Perhitungan Receh.in: Nilai transaksi Rp31,8 miliar untuk kepemilikan 54% menyiratkan valuasi 100% IKN sekitar Rp58,89 miliar jika dihitung proporsional. Nilai divestasi Rp31,8 miliar setara sekitar 1,68 kali dana IPO SINI sebesar Rp18,9 miliar. Perbandingan tersebut hanya menunjukkan skala transaksi dan bukan perhitungan keuntungan investasi.
Catatan: Bahan tidak memuat nilai buku IKN, harga perolehan saham, gain atau loss atas divestasi, kontribusi terbaru IKN terhadap pendapatan dan laba SINI, maupun rencana spesifik penggunaan dana Rp31,8 miliar. Karena itu, artikel tidak menyimpulkan transaksi menghasilkan keuntungan atau meningkatkan laba perseroan.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan analisis, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham SINI. Investor perlu mempertimbangkan penggunaan dana divestasi, perubahan sumber pendapatan, profitabilitas, arus kas, valuasi, dan strategi bisnis perseroan sebelum mengambil keputusan investasi.
0 Komentar