Daftar IsiTampilkan


Receh.in —
Sujito Ngatiman mengurangi kepemilikan sahamnya di PT Dewi Shri Farmindo Tbk. (DEWI) setelah menjual 12,859 juta saham pada 17 September 2026.

Transaksi dilakukan pada harga Rp176 per saham. Dengan demikian, nilai penjualan secara matematis mencapai sekitar Rp2,26 miliar.

Setelah transaksi, kepemilikan Sujito turun dari 164,82 juta saham atau 8,24% hak suara menjadi 151,96 juta saham atau 7,60%.

Yang lebih penting daripada penurunan persentase tersebut adalah status pengendalian. Dalam laporan perubahan kepemilikan, Sujito disebut sebagai pemegang saham pengendali, tetapi menyatakan tidak akan mempertahankan pengendalian setelah penjualan. Pernyataan ini layak dicermati karena dapat menjadi sinyal adanya perubahan struktur pengendalian, meski transaksi tersebut sendiri belum menjelaskan siapa pihak yang akan menjadi pengendali berikutnya.

Ringkasan
  • Sujito Ngatiman menjual 12.859.000 saham DEWI pada harga Rp176 per saham.
  • Nilai transaksi mencapai sekitar Rp2,26 miliar, sementara kepemilikan turun dari 8,24% menjadi 7,60%.
  • Sujito berstatus pengendali, tetapi menyatakan tidak akan mempertahankan pengendalian setelah penjualan.

Sujito Ngatiman Jual Saham DEWI Rp2,26 Miliar

Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan, Sujito Ngatiman melepas 12.859.000 saham biasa DEWI pada 17 September 2026.

Harga transaksi tercatat Rp176 per saham.

12,86 Juta Saham yang dijual
Rp176 Harga transaksi per saham
Rp2,26 Miliar Nilai transaksi
7,60% Kepemilikan setelah transaksi
Keterangan Sebelum Transaksi Setelah Transaksi Perubahan
Jumlah saham 164.817.300 151.958.300 -12.859.000
Hak suara 8,24% 7,60% -0,64 ppt

Nilai transaksi dihitung dari 12,859 juta saham dikalikan Rp176, menghasilkan sekitar Rp2.263.184.000.

Penurunan kepemilikan secara persentase tidak terlalu besar, hanya sekitar 0,64 poin persentase. Namun konteks pengendalian membuat transaksi ini lebih penting daripada sekadar jual saham biasa.

Tidak Akan Pertahankan Pengendalian, Apa Artinya?

Dalam laporan transaksi, Sujito disebut merupakan pemegang saham pengendali DEWI.

Namun setelah transaksi, ia menyatakan tidak akan mempertahankan pengendalian.

Pernyataan tersebut menjadi informasi penting karena pengendalian perusahaan tidak semata ditentukan oleh persentase saham absolut. Struktur pemegang saham lain, hak suara, kesepakatan antar-pemegang saham, serta kemampuan menentukan kebijakan perusahaan juga dapat menjadi faktor.

Karena itu, kepemilikan 7,60% setelah transaksi belum cukup untuk menjelaskan sendiri bagaimana struktur pengendalian DEWI berikutnya.

Belum bisa disimpulkan siapa pengendali baru DEWI. Bahan yang tersedia hanya menyebut Sujito tidak berniat mempertahankan pengendalian setelah penjualan, tetapi tidak menyebut pembeli saham maupun pihak yang akan mengambil alih kontrol.

Investor sebaiknya menunggu keterbukaan berikutnya apabila terdapat transaksi lanjutan, perubahan pemegang saham utama, perjanjian pengendalian, atau perubahan susunan pengurus perseroan.

Penjualan Saham Pengendali Tidak Sama dengan Dana Masuk ke DEWI

Transaksi ini merupakan penjualan saham existing oleh pemegang saham.

Artinya, nilai sekitar Rp2,26 miliar berpindah dari pembeli kepada Sujito sebagai penjual saham dan bukan merupakan tambahan modal yang masuk ke kas DEWI.

Hal ini berbeda dengan rights issue, private placement, atau penerbitan saham baru yang dapat menambah ekuitas perusahaan.

Jenis Transaksi Dana Masuk ke Perusahaan?
Penjualan saham existing Tidak
Rights issue Ya, jika saham baru diterbitkan
Private placement Ya, jika perusahaan menerbitkan saham baru
IPO Ya, untuk porsi saham baru yang diterbitkan

Dengan demikian, transaksi Sujito tidak secara langsung mengubah kas atau laba DEWI.

Dampak ekonominya bagi pemegang saham publik baru menjadi lebih jelas jika transaksi ini diikuti perubahan pengendalian, strategi bisnis, struktur manajemen, atau aksi korporasi lain.

Apa yang Perlu Dipantau Investor DEWI?

Karena penjual menyatakan tidak akan mempertahankan pengendalian, perkembangan struktur pemegang saham menjadi isu utama setelah transaksi.

Beberapa hal yang perlu dipantau investor antara lain:

  • siapa pembeli saham yang dilepas Sujito;
  • apakah akan ada transaksi lanjutan;
  • siapa yang menjadi pengendali DEWI berikutnya;
  • apakah terjadi perubahan direksi atau komisaris;
  • apakah ada perubahan strategi atau kegiatan usaha;
  • serta apakah muncul aksi korporasi lanjutan.

Investor juga perlu membedakan perubahan kepemilikan dengan perubahan fundamental.

Masuknya pemegang saham baru tidak otomatis meningkatkan pendapatan atau laba. Dampak positif baru terlihat jika perubahan kepemilikan menghasilkan strategi yang lebih baik, permodalan lebih kuat, pertumbuhan bisnis, serta arus kas yang lebih sehat.

Intinya: Sujito Ngatiman menjual 12,86 juta saham DEWI di harga Rp176 senilai sekitar Rp2,26 miliar dan kepemilikannya turun menjadi 7,60%. Yang membuat transaksi ini penting adalah pernyataan bahwa ia tidak akan mempertahankan pengendalian. Namun hingga informasi yang tersedia saat ini, identitas calon pengendali baru maupun struktur transaksi lanjutannya belum diketahui.

FAQ Penjualan Saham DEWI oleh Sujito Ngatiman

Berapa saham DEWI yang dijual Sujito Ngatiman?
Sujito Ngatiman menjual 12.859.000 saham DEWI pada 17 September 2026.
Berapa harga jual saham DEWI?
Harga transaksi tercatat Rp176 per saham.
Berapa nilai transaksi penjualan saham DEWI?
Nilai transaksi secara matematis sekitar Rp2,26 miliar, dihitung dari 12.859.000 saham dikalikan Rp176.
Berapa kepemilikan Sujito setelah transaksi?
Kepemilikannya turun menjadi 151.958.300 saham atau sekitar 7,60% hak suara.
Apakah Sujito masih menjadi pengendali DEWI?
Laporan menyebut Sujito merupakan pemegang saham pengendali tetapi menyatakan tidak akan mempertahankan pengendalian setelah penjualan. Bahan yang tersedia belum menjelaskan siapa pengendali berikutnya.
Apakah hasil penjualan Rp2,26 miliar masuk ke kas DEWI?
Tidak. Transaksi merupakan penjualan saham existing oleh pemegang saham, sehingga dana transaksi dibayarkan kepada penjual dan bukan menjadi setoran modal kepada DEWI.
Sumber: Laporan perubahan kepemilikan saham Sujito Ngatiman pada PT Dewi Shri Farmindo Tbk. yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan dan dipublikasikan pada 23 September 2026 sebagaimana terdapat dalam bahan yang diterima Receh.in.

Perhitungan Receh.in: 12.859.000 saham dikalikan Rp176 menghasilkan nilai transaksi Rp2.263.184.000 atau sekitar Rp2,26 miliar. Hak suara turun dari 8,24% menjadi 7,60%, atau berkurang 0,64 poin persentase.

Catatan: Bahan tidak menyebut identitas pembeli saham, struktur kepemilikan setelah transaksi secara lengkap, maupun siapa yang akan menjadi pengendali baru. Karena itu, artikel tidak menyimpulkan telah terjadi perubahan pengendalian kepada pihak tertentu.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan analisis, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham DEWI. Investor perlu mempertimbangkan perubahan kepemilikan, pengendalian, fundamental, likuiditas, aksi korporasi, dan keterbukaan informasi berikutnya sebelum mengambil keputusan investasi.