Daftar IsiTampilkan


Receh.in —
Tekanan jual investor asing di Bursa Efek Indonesia mulai mereda pada perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026. Hingga berakhirnya sesi I, investor asing membukukan net sell sekitar Rp32 miliar, jauh lebih kecil dibandingkan tekanan keluar dana dalam beberapa hari perdagangan sebelumnya.

Nilai pembelian asing tercatat sekitar Rp1,2 triliun dan nilai penjualan berada pada kisaran yang sama. Di tengah arus dana yang relatif seimbang tersebut, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing.

GOTO mencatat foreign sell terbesar sekitar Rp27,4 miliar, diikuti BUMI Rp22,3 miliar dan BBRI Rp20,8 miliar.

Sebaliknya, asing terlihat mengakumulasi sejumlah saham seperti SINI, CUAN, ARCI, BBCA, dan EMAS.

Ringkasan Sesi I
  • Investor asing mencatat net sell Rp32 miliar hingga sesi I perdagangan 9 Oktober 2026.
  • GOTO, BUMI, dan BBRI menjadi saham dengan foreign sell terbesar.
  • SINI, CUAN, ARCI, BBCA, dan EMAS masuk jajaran foreign buy terbesar.
Rp32 M Foreign net sell sesi I
Rp1,2 T Estimasi foreign buy
Rp27,4 M Foreign sell GOTO
Rp16,8 M Foreign buy SINI

GOTO, BUMI, dan BBRI Paling Banyak Dilepas Asing

Data IPOT X menunjukkan tekanan jual asing terbesar hingga sesi I terjadi pada GOTO.

Top Foreign Sell Nilai
GOTO Rp27,4 miliar
BUMI Rp22,3 miliar
BBRI Rp20,8 miliar
PACK Rp15,9 miliar
ITMG Rp11,2 miliar

Lima saham tersebut mencatat total foreign sell sekitar Rp97,6 miliar.

Menariknya, tekanan jual tersebar di beberapa sektor berbeda, mulai dari teknologi melalui GOTO, komoditas melalui BUMI dan ITMG, hingga perbankan melalui BBRI.

Foreign sell belum tentu berarti investor asing keluar dari pasar secara keseluruhan
Yang lebih penting adalah selisih antara pembelian dan penjualan. Meski sejumlah saham mengalami foreign sell cukup besar, total net sell pasar hingga sesi I hanya Rp32 miliar karena di sisi lain terdapat pembelian asing pada saham lain.

CUAN dan BBCA Masuk Top Foreign Buy

Di sisi pembelian, investor asing paling banyak mengakumulasi SINI dengan nilai sekitar Rp16,8 miliar.

CUAN berada di posisi kedua dengan foreign buy Rp12,8 miliar, diikuti ARCI Rp9,6 miliar, BBCA Rp9,2 miliar, dan EMAS Rp9,1 miliar.

Top Foreign Buy Nilai
SINI Rp16,8 miliar
CUAN Rp12,8 miliar
ARCI Rp9,6 miliar
BBCA Rp9,2 miliar
EMAS Rp9,1 miliar

Masuknya CUAN ke daftar pembelian asing menarik dicermati setelah saham tersebut sehari sebelumnya jatuh 8,93% ke Rp765 di tengah koreksi tajam IHSG.

Adapun BBCA muncul sebagai salah satu saham perbankan yang mendapat aliran dana asing, berbeda dengan BBRI yang masih mengalami tekanan jual.

Kenapa GOTO Bisa Masuk Daftar Sell dan Akumulasi Sekaligus?

Data yang beredar juga menunjukkan GOTO masuk daftar net accumulation sebesar Rp31,7 miliar, meski pada saat bersamaan berada di posisi teratas foreign sell sebesar Rp27,4 miliar.

Hal serupa terjadi pada BBRI, yang tercatat foreign sell Rp20,8 miliar tetapi juga muncul dalam daftar net accumulation Rp17,6 miliar.

Angka-angka tersebut tidak sebaiknya dibaca sebagai kontradiksi secara langsung. Istilah foreign buy/sell menggambarkan transaksi berdasarkan status investor asing, sedangkan indikator net accumulation atau yang kerap disebut smart money dapat menggunakan metodologi berbeda, misalnya berdasarkan pola broker, transaksi tertentu, atau klasifikasi arus dana dalam platform.

Saham Foreign Sell Net Accumulation
GOTO Rp27,4 M Rp31,7 M
BBRI Rp20,8 M Rp17,6 M
EMAS — Rp16,0 M
TLKM — Rp19,3 M
TOWR — Rp21,8 M
Jangan samakan smart money dengan foreign flow
Investor sebaiknya tidak menganggap daftar net accumulation sebagai foreign net buy tanpa mengetahui metodologi datanya. GOTO dan BBRI menjadi contoh bahwa sebuah saham bisa mengalami foreign sell tetapi pada indikator lain tetap terlihat mengalami akumulasi.

Tekanan Asing Mulai Mereda Setelah Net Sell Besar

Foreign net sell Rp32 miliar pada sesi I relatif kecil jika dibandingkan perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026.

Sehari sebelumnya, investor asing membukukan net sell sekitar Rp867,27 miliar di seluruh pasar. Penjualan terbesar ketika itu terjadi pada BBRI sekitar Rp207,3 miliar dan BMRI Rp189,9 miliar.

Dengan demikian, arus asing pada Jumat pagi menunjukkan tekanan yang jauh lebih ringan, meskipun belum bisa disimpulkan bahwa tren foreign outflow telah berbalik.

Pergerakan IHSG sendiri masih fluktuatif. Indeks dibuka menguat 0,13% ke 6.039,01 tetapi kemudian kembali bergerak di sekitar area 6.000 pada sesi pagi. :chatgpt-content-reference{index="0"}

Kondisi tersebut menunjukkan pasar masih berhati-hati setelah IHSG pada Kamis anjlok 1,88% dan ditutup di 6.031,28. :chatgpt-content-reference{index="1"}

Catatan Recehin
Penyusutan foreign net sell menjadi hanya Rp32 miliar adalah sinyal tekanan jual mereda, tetapi belum cukup untuk disebut reversal arus asing. Yang perlu diperhatikan adalah apakah pola ini bertahan hingga penutupan dan beberapa sesi berikutnya. Untuk saham individual, foreign flow juga perlu dibaca bersama volume, harga, dan fundamental. GOTO serta BBRI menunjukkan contohnya: keduanya masih dilepas asing, tetapi pada indikator akumulasi justru muncul arus masuk. Artinya, satu jenis data flow saja belum cukup menjadi dasar keputusan investasi.

FAQ Foreign Flow 9 Oktober 2026

Berapa foreign net sell hingga sesi I 9 Oktober 2026?
Investor asing mencatat net sell sekitar Rp32 miliar hingga paruh pertama perdagangan.
Saham apa yang paling banyak dijual investor asing?
GOTO mencatat foreign sell sekitar Rp27,4 miliar, disusul BUMI Rp22,3 miliar dan BBRI Rp20,8 miliar.
Saham apa yang paling banyak dibeli asing?
SINI mencatat foreign buy terbesar sekitar Rp16,8 miliar, disusul CUAN Rp12,8 miliar, ARCI Rp9,6 miliar, BBCA Rp9,2 miliar, dan EMAS Rp9,1 miliar.
Kenapa GOTO bisa masuk foreign sell dan net accumulation sekaligus?
Foreign flow dan indikator net accumulation dapat menggunakan metodologi berbeda. Karena itu, net accumulation tidak boleh otomatis dianggap sebagai foreign net buy.
Apakah tekanan jual asing sudah berakhir?
Belum dapat disimpulkan. Net sell Rp32 miliar memang jauh lebih kecil dibandingkan hari sebelumnya, tetapi arah arus asing baru lebih meyakinkan jika pola tersebut bertahan sampai penutupan dan beberapa sesi berikutnya.
Sumber: Data IPOT dan IPOT X sesi I perdagangan 9 Oktober 2026, Bursa Efek Indonesia, serta data perdagangan pasar saham Indonesia.

Catatan: Data bersifat intraday dan dapat berubah hingga penutupan perdagangan. Indikator net accumulation tidak selalu identik dengan foreign net buy karena dapat menggunakan metodologi penghitungan yang berbeda.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi membeli atau menjual saham.