Receh.in — Investor asing kembali mencatat aksi jual bersih di Bursa Efek Indonesia selama pekan 5–9 Oktober 2026. Nilainya berbeda menurut sumber, yakni sekitar Rp2,5 triliun hingga Rp3,75 triliun. Meski demikian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap menguat 0,94% dan ditutup di level 6.093,75 pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Perbedaan data juga muncul pada saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), yang sama-sama disebut menjadi salah satu saham dengan tekanan jual asing terbesar. Satu sumber mencatat net sell sekitar Rp1,45 triliun, sementara sumber lain menyebut sekitar Rp663 miliar.
Di tengah arus keluar asing tersebut, aktivitas investor domestik justru semakin dominan. Porsi transaksi domestik naik menjadi sekitar 77%, sedangkan porsi investor asing turun menjadi 23%.
- Net sell asing pekan 5–9 Oktober 2026 tercatat sekitar Rp2,5 triliun–Rp3,75 triliun menurut sumber yang berbeda.
- IHSG tetap naik 0,94% ke 6.093,75 meski investor asing mencatat penjualan bersih.
- Partisipasi investor domestik meningkat menjadi 77%, sementara porsi asing turun menjadi 23%.
Asing Net Sell, tetapi IHSG Tetap Menguat
Aksi jual bersih investor asing tidak otomatis membuat IHSG turun.
Sepanjang pekan 5–9 Oktober 2026, asing memang mencatat net sell dalam jumlah besar. Namun pada saat yang sama, IHSG justru menguat 0,94% ke level 6.093,75.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual asing masih mampu diserap oleh permintaan dari investor lain, terutama investor domestik.
| Indikator | Data Pekan 5–9 Oktober 2026 |
|---|---|
| Net sell asing | Rp2,5 triliun–Rp3,75 triliun |
| Perubahan IHSG | +0,94% |
| Penutupan IHSG | 6.093,75 |
| Porsi investor asing | 23% |
| Porsi investor domestik | 77% |
GOTO Jadi Salah Satu Saham Paling Banyak Dilepas Asing
GOTO menjadi saham yang paling menonjol dalam daftar penjualan asing selama pekan tersebut.
Namun, terdapat perbedaan cukup besar antara data yang disajikan dua sumber. Kontan disebut mencatat net sell GOTO sekitar Rp1,45 triliun, sedangkan Kompas mencatat sekitar Rp663 miliar.
Perbedaan tersebut bisa berasal dari perbedaan metodologi, cakupan pasar, periode cut-off, atau sumber data yang digunakan. Karena itu, kedua angka sebaiknya tidak langsung digabungkan atau dianggap saling menggantikan.
| Sumber | Net Sell GOTO |
|---|---|
| Kontan | Rp1,45 triliun |
| Kompas | Rp663 miliar |
Selain GOTO, sejumlah saham bank besar seperti BMRI, BBRI, dan BBCA juga disebut mencatat net sell asing di atas Rp240 miliar menurut salah satu sumber.
Di sisi lain, investor asing tercatat membeli sejumlah saham lain seperti PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ), Medco Energi Internasional, dan Merdeka Gold Resources.
Nilai Transaksi Naik, tetapi Volume Turun
Ada dinamika menarik pada aktivitas perdagangan sepanjang pekan tersebut.
Rata-rata nilai transaksi harian naik 28,52% menjadi Rp16,22 triliun. Namun rata-rata volume transaksi harian justru turun 7,62% menjadi sekitar 46,43 miliar saham.
| Indikator Perdagangan | Perubahan | Posisi |
|---|---|---|
| Rata-rata nilai transaksi harian | +28,52% | Rp16,22 triliun |
| Rata-rata volume transaksi harian | -7,62% | 46,43 miliar saham |
Kombinasi nilai transaksi yang naik dan volume saham yang turun menunjukkan bahwa nilai rupiah rata-rata dari saham yang ditransaksikan cenderung lebih besar.
Namun data tersebut tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa pasar hanya berpindah ke saham fundamental kuat. Kesimpulan seperti itu membutuhkan data distribusi transaksi dan komposisi saham yang lebih rinci.
Investor Domestik Makin Dominan
Perubahan komposisi pelaku pasar menjadi salah satu fakta penting dalam periode ini.
Porsi transaksi investor asing turun menjadi sekitar 23% dari sebelumnya 41%, sementara partisipasi investor domestik naik menjadi 77%.
| Investor | Porsi Pekan 5–9 Oktober | Pekan Sebelumnya |
|---|---|---|
| Asing | 23% | 41% |
| Domestik | 77% | 59% |
Dominasi investor domestik membantu menjelaskan mengapa IHSG masih dapat menguat meski asing mencatat penjualan bersih.
Namun perubahan ini juga menunjukkan bahwa arah indeks dalam jangka pendek semakin bergantung pada kekuatan likuiditas domestik jika arus keluar asing terus berlanjut.
Salah satu sumber menyebut akumulasi net sell asing secara year-to-date telah mencapai sekitar Rp111 triliun. Jika angka ini digunakan, maka penjualan bersih pada pekan 5–9 Oktober hanyalah sebagian kecil dari arus keluar yang telah berlangsung sepanjang tahun.
FAQ Foreign Flow 5–9 Oktober 2026
Berapa net sell asing pada pekan 5–9 Oktober 2026?
Bagaimana kinerja IHSG selama pekan tersebut?
Saham apa yang paling banyak dijual asing?
Kenapa data net sell asing berbeda antar-sumber?
Berapa porsi investor domestik dalam perdagangan?
Apakah net sell asing berarti IHSG pasti turun?
Catatan: Terdapat perbedaan angka net sell asing keseluruhan serta net sell GOTO antar-sumber. Artikel ini mempertahankan perbedaan tersebut dan tidak menggabungkannya menjadi satu angka karena metodologi atau basis data yang digunakan dapat berbeda.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi membeli, menjual, atau mempertahankan saham tertentu.
.jpg)
0 Komentar