Receh.in — Investor asing mencatat penjualan bersih atau net sell sebesar Rp166,2 miliar hingga akhir sesi I perdagangan Senin, 12 Oktober 2026. Di tengah tekanan tersebut, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menjadi saham dengan pembelian asing terbesar, sementara PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) paling banyak dilepas.
Berdasarkan data IPOT X, total nilai pembelian investor asing mencapai sekitar Rp1,6 triliun, sedangkan nilai penjualan berada di kisaran Rp1,7 triliun. Aliran dana asing tersebut sejalan dengan kondisi IHSG yang pada sesi pertama terkoreksi tajam dan turun ke bawah level psikologis 6.000.
Namun tekanan jual asing tidak terjadi merata. GOTO, ASII, ERAA, TINS, dan BRMS masih mencatat pembelian asing cukup besar, sedangkan BMRI, BRIS, dan ICBP muncul dalam kategori net akumulasi berdasarkan indikator yang disajikan IPOT X.
- Investor asing membukukan net sell Rp166,2 miliar hingga sesi I.
- GOTO mencatat pembelian asing terbesar Rp128,5 miliar, sedangkan BUMI menjadi saham dengan penjualan asing terbesar Rp43,3 miliar.
- BMRI memimpin daftar net akumulasi, sementara BBCA muncul pada daftar foreign sell sekaligus net distribusi.
Asing Net Sell Rp166,2 Miliar di Sesi I
Aliran dana investor asing masih negatif hingga paruh pertama perdagangan.
Nilai pembelian asing tercatat sekitar Rp1,6 triliun, lebih rendah dibanding penjualan sekitar Rp1,7 triliun. Selisih keduanya menghasilkan penjualan bersih sebesar Rp166,2 miliar.
| Foreign Flow Sesi I | Nilai |
|---|---|
| Pembelian asing | Rp1,6 triliun |
| Penjualan asing | Rp1,7 triliun |
| Net sell | Rp166,2 miliar |
Posisi tersebut menunjukkan investor asing secara agregat masih lebih banyak menjual dibanding membeli selama sesi pertama.
Namun angka net sell pasar secara keseluruhan tidak berarti seluruh saham mengalami arus keluar asing. Pada beberapa emiten, pembelian justru cukup besar.
GOTO Jadi Saham dengan Foreign Buy Terbesar
GOTO menjadi saham dengan nilai pembelian asing terbesar pada sesi pertama, mencapai Rp128,5 miliar.
Posisi berikutnya ditempati PT Astra International Tbk. (ASII) sebesar Rp48,1 miliar. ERAA, TINS, dan BRMS juga masuk lima besar pembelian asing.
| Top Foreign Buy | Nilai |
|---|---|
| GOTO | Rp128,5 miliar |
| ASII | Rp48,1 miliar |
| ERAA | Rp12,2 miliar |
| TINS | Rp9,8 miliar |
| BRMS | Rp8,6 miliar |
Total nilai lima saham tersebut mencapai sekitar Rp207,2 miliar.
Namun kategori Top Foreign Buy perlu dibaca sesuai metodologi data yang digunakan platform. Angka tersebut tidak otomatis sama dengan net buy, karena sebuah saham dapat memiliki pembelian dan penjualan asing pada saat yang sama.
BUMI dan BBCA Masuk Daftar Penjualan Asing
Pada sisi sebaliknya, BUMI menjadi saham dengan penjualan asing terbesar sebesar Rp43,3 miliar.
BBCA menyusul dengan Rp38,2 miliar, kemudian DEWA Rp23,2 miliar, DSSA Rp18,7 miliar, dan INET Rp15,2 miliar.
| Top Foreign Sell | Nilai |
|---|---|
| BUMI | Rp43,3 miliar |
| BBCA | Rp38,2 miliar |
| DEWA | Rp23,2 miliar |
| DSSA | Rp18,7 miliar |
| INET | Rp15,2 miliar |
Jika dijumlahkan, nilai penjualan asing pada lima saham tersebut sekitar Rp138,6 miliar.
BBCA menarik untuk dicermati karena tidak hanya masuk daftar foreign sell, tetapi juga muncul dalam kategori net distribusi dengan nilai Rp52,5 miliar.
DSSA juga muncul pada kedua kategori, dengan foreign sell Rp18,7 miliar dan net distribusi Rp79 miliar.
BMRI Pimpin Net Akumulasi, TPIA-CUAN Masuk Distribusi
Dalam kategori Top Foreign Net Akumulasi, BMRI berada di posisi teratas dengan nilai Rp11,7 miliar.
Di bawahnya terdapat SMIL Rp5,7 miliar, DOOH Rp5,5 miliar, BRIS Rp3,4 miliar, serta ICBP Rp3 miliar.
| Top Foreign Net Akumulasi | Nilai |
|---|---|
| BMRI | Rp11,7 miliar |
| SMIL | Rp5,7 miliar |
| DOOH | Rp5,5 miliar |
| BRIS | Rp3,4 miliar |
| ICBP | Rp3,0 miliar |
Untuk kategori net distribusi, tekanan terbesar tercatat pada DSSA sebesar Rp79 miliar, kemudian TPIA Rp63,2 miliar, CUAN Rp56,6 miliar, BBCA Rp52,5 miliar, dan PTRO Rp49,7 miliar.
| Top Foreign Net Distribusi | Nilai |
|---|---|
| DSSA | Rp79,0 miliar |
| TPIA | Rp63,2 miliar |
| CUAN | Rp56,6 miliar |
| BBCA | Rp52,5 miliar |
| PTRO | Rp49,7 miliar |
Menariknya, TPIA, CUAN, dan PTRO juga termasuk saham yang mengalami koreksi tajam pada sesi I. Meski demikian, data distribusi tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa arus asing merupakan satu-satunya penyebab penurunan harga karena pergerakan juga dipengaruhi transaksi investor domestik, likuiditas, dan sentimen pasar secara keseluruhan.
FAQ Foreign Flow 12 Oktober 2026
Berapa foreign net sell pada sesi I 12 Oktober 2026?
Saham apa yang paling banyak dibeli asing?
Saham apa yang paling banyak dijual asing?
Saham apa yang mencatat net akumulasi terbesar?
Saham apa yang mencatat net distribusi terbesar?
Apakah data sesi I mencerminkan foreign flow satu hari penuh?
Catatan: Kategori foreign buy/sell dan net akumulasi/distribusi dapat menggunakan metodologi atau cakupan perhitungan berbeda sehingga nilainya tidak selalu dapat dibandingkan secara langsung.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi membeli atau menjual saham.
0 Komentar