Receh.in — Hubungan bisnis antara Grup Bakrie dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai membentuk pola yang menarik. Dalam beberapa bulan terakhir, entitas-entitas Grup Bakrie muncul dalam sedikitnya tiga agenda investasi Danantara: minyak dan gas bumi di Amerika Serikat, pendanaan kendaraan listrik di Indonesia, serta proyek pengolahan sampah menjadi energi.
Skalanya tidak kecil. Transaksi yang paling konkret datang dari PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG), yang berkongsi dengan Danantara untuk menanamkan total US$450 juta pada HighPeak Energy Inc., perusahaan migas yang tercatat di Nasdaq dan mengelola aset di Midland Basin, West Texas.
Danantara menyediakan sekitar US$250 juta, sementara ENRG menyiapkan US$200 juta. Dua pihak tersebut secara keseluruhan akan membeli 450.000 saham preferen konversi seri baru HighPeak yang ditetapkan sebagai Series A 6% Perpetual Convertible Preferred Stock.
Di luar migas, Danantara Investment Management juga sedang menjajaki pembiayaan hingga Rp2 triliun bagi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR), emiten kendaraan listrik yang dikendalikan PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR). Entitas BNBR lainnya, PT Bakrie Power, juga masuk konsorsium calon mitra proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL milik Danantara.
Transaksi HighPeak Paling Maju
Dari tiga kerja sama tersebut, investasi HighPeak berada pada tahap yang paling nyata.
HighPeak beroperasi di Midland Basin, bagian dari Permian Basin yang menjadi salah satu kawasan produksi hidrokarbon terbesar di Amerika Serikat. Dalam enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, perusahaan membukukan rata-rata volume penjualan sekitar 45.456 barel setara minyak per hari atau BOEPD.
| Proyek | Entitas Grup Bakrie | Keterlibatan Danantara | Status |
|---|---|---|---|
| HighPeak Energy | ENRG | US$250 juta | Investasi saham preferen konversi |
| Pendanaan VKTR | VKTR / BNBR | Maksimal indikatif Rp2 triliun | Non-binding term sheet |
| PSEL | Bakrie Power / BNBR | Proyek Danantara | Bersyarat, studi kelayakan belum selesai |
ENRG menyebut investasi tersebut membuka akses ke portofolio HighPeak yang mencakup kepemilikan lahan, inventaris lokasi pengeboran, dan infrastruktur di Midland Basin.
Direktur Utama ENRG Syailendra S. Bakrie menekankan potensi sinergi berupa transfer pengetahuan teknis dan penciptaan nilai antara aset HighPeak dan portofolio ENRG yang sudah ada.
Menariknya, ENRG menyatakan porsi investasinya akan didanai secara independen. Artinya, dana US$200 juta yang menjadi bagian ENRG tidak berasal dari Danantara.
Danantara dan ENRG juga memperoleh hak untuk menunjuk satu direktur ke dewan HighPeak.
Struktur Pendanaan HighPeak Lebih Besar dari US$450 Juta
Masuknya Danantara dan ENRG bukan satu-satunya sumber dana baru bagi HighPeak.
Perusahaan tersebut juga memperoleh komitmen pembiayaan dari Citibank dan Fifth Third Bank berupa fasilitas kredit berbasis cadangan atau reserve-based lending senilai US$800 juta.
Dengan begitu, transaksi ekuitas preferen US$450 juta berjalan beriringan dengan pembukaan fasilitas kredit baru yang secara nominal bahkan lebih besar.
VKTR Baru Penjajakan, Nilainya Bisa Rp2 Triliun
Hubungan Danantara dengan Grup Bakrie juga bergerak ke sektor kendaraan listrik melalui VKTR.
Pada 28 Agustus 2026, VKTR dan PT Danantara Investment Management menandatangani indicative non-binding term sheet untuk menjajaki potensi pendanaan bisnis mobility-as-a-service atau MaaS.
Nilai pokok indikatifnya mencapai maksimal Rp2 triliun. Dana itu direncanakan untuk pengadaan bus listrik serta kebutuhan lain yang nantinya disepakati dalam dokumen definitif.
Namun statusnya perlu dibaca dengan hati-hati. Term sheet tersebut belum mengikat dan belum sama dengan pencairan pinjaman.
Danantara sendiri menegaskan keputusan investasi tetap harus melewati proses uji tuntas secara komprehensif.
Artinya, angka Rp2 triliun pada tahap ini lebih tepat dipandang sebagai batas indikatif potensi pembiayaan, bukan dana yang sudah pasti diterima VKTR.
Bakrie Power Masuk Jalur Sampah Jadi Listrik
Entitas lain Grup Bakrie masuk melalui proyek PSEL. PT Bakrie Power bergabung dalam konsorsium Mentari Citra Lestari bersama PT Acritas Karya Persada dan SUS Indonesia Holding Limited.
Peran Bakrie Power dirancang cukup luas. Perusahaan akan terlibat dalam pemilihan kontraktor EPC, membantu pemenuhan ketentuan komponen lokal bagi SUS Indonesia, mendukung pemeliharaan fasilitas PSEL, serta ikut dalam pendanaan proyek.
BNBR menyebut pengalaman Bakrie Power membangun pembangkit listrik untuk PLN menjadi salah satu dasar keterlibatan perusahaan.
Tetapi sebagaimana proyek VKTR, status kerja sama ini juga belum final.
Penetapan konsorsium sebagai mitra Danantara masih bersifat bersyarat. Bakrie Power dan mitra konsorsium harus memenuhi persyaratan dalam conditional letter of award, kemudian menjalani studi kelayakan teknis, komersial, dan finansial.
Tiga Sektor, Tiga Tingkat Kepastian yang Berbeda
Jika ketiganya ditempatkan berdampingan, pola keterlibatan Grup Bakrie dengan Danantara terlihat cukup luas: energi fosil global melalui ENRG, transisi kendaraan listrik melalui VKTR, serta pengelolaan sampah menjadi energi melalui Bakrie Power.
Tetapi tingkat kepastian masing-masing proyek tidak sama.
Investasi HighPeak sudah memiliki struktur nilai dan instrumen yang jelas. Pendanaan VKTR masih berada pada tahap penjajakan melalui non-binding term sheet. Sementara proyek PSEL masih harus melewati persyaratan dalam conditional letter of award dan studi kelayakan.
Perbedaan ini penting agar investor tidak menyamakan potensi pembiayaan dan penunjukan bersyarat dengan transaksi yang sudah efektif.
Catatan HighPeak: Danantara menyiapkan sekitar US$250 juta dan ENRG US$200 juta untuk total investasi US$450 juta dalam 450.000 saham preferen konversi Seri A HighPeak. HighPeak juga memperoleh komitmen fasilitas reserve-based lending US$800 juta dari Citibank dan Fifth Third Bank.
Catatan VKTR: Potensi pembiayaan maksimal Rp2 triliun masih berdasarkan indicative non-binding term sheet dan belum merupakan pencairan dana definitif.
Catatan PSEL: Keterlibatan Bakrie Power masih bersifat bersyarat. Konsorsium dan Danantara masih harus melakukan studi kelayakan teknis, komersial, dan finansial.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi membeli, menjual, atau mempertahankan saham ENRG, VKTR, BNBR, maupun efek lain yang disebutkan.
0 Komentar