Receh.in — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pekan perdagangan 5–9 Oktober 2026 di zona hijau. IHSG naik sekitar 0,94% secara mingguan dan berakhir di level 6.093,75 pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Kenaikan mingguan tersebut terjadi meski pasar sempat menghadapi tekanan dari sentimen eksternal dan aksi ambil untung. Aktivitas transaksi justru meningkat cukup signifikan, tercermin dari rata-rata nilai transaksi harian yang naik 28,52% menjadi Rp16,23 triliun dari Rp12,63 triliun pada pekan sebelumnya.
Di level saham, pergerakan jauh lebih agresif. Saham lapis dua mendominasi daftar top gainers, dengan AKKU melonjak lebih dari 100% dalam sepekan. Sementara dari sisi nilai transaksi, BYAN mencatat angka yang jauh di atas emiten lain.
- IHSG menguat 0,94% sepekan dan ditutup di 6.093,75.
- AKKU menjadi top gainer mingguan dengan kenaikan 102,5%.
- BYAN memimpin nilai transaksi mingguan Rp53,40 triliun, sementara GOTO memimpin domestic net buy.
IHSG Menguat 0,94% dalam Sepekan
IHSG berhasil mempertahankan kenaikan mingguan meski volatilitas pasar cukup tinggi sepanjang pekan.
Pada perdagangan Jumat, indeks naik 1,04% ke area 6.093 setelah sebelumnya sempat tertekan. Kinerja hari terakhir membantu membawa indeks mencatat kenaikan mingguan sekitar 0,94%.
| Indikator Mingguan | Data |
|---|---|
| IHSG akhir pekan | 6.093,75 |
| Kinerja mingguan | +0,94% |
| Rata-rata transaksi harian | Rp16,23 triliun |
| Pekan sebelumnya | Rp12,63 triliun |
| Pertumbuhan transaksi harian | +28,52% |
Kenaikan nilai transaksi menunjukkan aktivitas perdagangan meningkat cukup tajam dibanding pekan sebelumnya.
Namun tingginya transaksi tidak otomatis berarti seluruh pasar bergerak bullish. Perbedaan antara saham top gainers dan top losers tetap sangat lebar.
AKKU Melonjak 102%, Saham Lapis Dua Dominasi Top Gainers
AKKU menjadi saham dengan kenaikan mingguan tertinggi dalam daftar tersebut.
| Top Gainers WoW | Harga Akhir | Perubahan |
|---|---|---|
| AKKU | Rp81 | +102,5% |
| ASMI | Rp39 | +85,7% |
| STRK | Rp83 | +59,6% |
| KKES | Rp82 | +57,7% |
| ALKA | Rp7.125 | +55,9% |
Lonjakan mingguan di atas 50% menunjukkan volatilitas yang sangat tinggi. Dalam situasi seperti ini, kenaikan harga tidak selalu berjalan seiring perubahan fundamental emiten.
Investor perlu melihat likuiditas, keterbukaan informasi, perubahan kepemilikan, aksi korporasi, serta struktur order book sebelum mengejar saham yang sudah naik tajam.
Di sisi berlawanan, DOOH mencatat penurunan mingguan terbesar.
| Top Losers WoW | Harga Akhir | Perubahan |
|---|---|---|
| DOOH | Rp270 | -26,2% |
| INTD | Rp300 | -22,7% |
| TRIN | Rp204 | -21,5% |
| SONA | Rp3.070 | -18,4% |
| ACST | Rp74 | -17,8% |
BYAN Pimpin Nilai Transaksi Rp53,4 Triliun
Dari sisi nilai transaksi mingguan, BYAN mencatat angka terbesar dengan Rp53,40 triliun.
Nilai tersebut jauh melampaui saham-saham likuid lain seperti BBCA, GOTO, BBRI, dan TLKM.
| Top Value WoW | Nilai Transaksi |
|---|---|
| BYAN | Rp53,40 triliun |
| BBCA | Rp8,74 triliun |
| GOTO | Rp5,53 triliun |
| BBRI | Rp4,41 triliun |
| TLKM | Rp4,02 triliun |
Besarnya nilai transaksi BYAN perlu dibaca dengan konteks.
Aktivitas BYAN pada pekan tersebut dipengaruhi transaksi besar di pasar negosiasi terkait pengalihan saham dalam jumlah jumbo. Karena itu, angka Rp53,40 triliun tidak bisa langsung disamakan dengan aktivitas jual-beli reguler investor ritel maupun institusi di pasar reguler.
Investor Domestik Banyak Akumulasi GOTO dan Bank Besar
Data domestic net buy menunjukkan investor dalam negeri banyak melakukan akumulasi pada GOTO serta sejumlah saham berkapitalisasi besar.
| Top Domestic Net Buy | Nilai |
|---|---|
| GOTO | Rp670,7 miliar |
| BBCA | Rp288,3 miliar |
| BMRI | Rp234,8 miliar |
| BBRI | Rp183,5 miliar |
| TLKM | Rp170,2 miliar |
Komposisi tersebut menarik karena empat dari lima saham merupakan emiten berkapitalisasi besar dan likuid.
GOTO menjadi pengecualian dengan nilai domestic net buy paling tinggi, sekitar Rp670,7 miliar.
Sementara itu, investor domestik mencatat net sell terbesar pada INPP, disusul ULTJ, RLCO, MAPI, dan MEDC.
| Top Domestic Net Sell | Nilai |
|---|---|
| INPP | Rp119,1 miliar |
| ULTJ | Rp111,4 miliar |
| RLCO | Rp82,0 miliar |
| MAPI | Rp77,4 miliar |
| MEDC | Rp48,4 miliar |
Domestic net buy berarti pembelian bersih investor domestik lebih besar dibanding penjualannya pada saham tersebut selama periode yang dihitung.
Namun data ini tidak otomatis menunjukkan bahwa investor domestik bullish secara fundamental terhadap seluruh saham dalam daftar. Arus tersebut bisa dipengaruhi rebalancing, aktivitas institusi, block trade, maupun perubahan posisi jangka pendek.
FAQ IHSG Mingguan 9 Oktober 2026
Berapa kenaikan IHSG dalam sepekan?
Saham apa yang paling naik dalam sepekan?
Saham apa yang paling turun dalam sepekan?
Saham apa yang memiliki nilai transaksi terbesar?
Saham apa yang paling banyak dibeli investor domestik?
Apa arti domestic net buy?
Catatan: Data top value dapat mencakup transaksi pasar reguler maupun negosiasi. Nilai transaksi besar tidak selalu mencerminkan likuiditas organik saham di pasar reguler.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi membeli atau menjual saham.
.jpg)
0 Komentar