Daftar IsiTampilkan


Receh.in —
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada perdagangan sesi I Jumat, 23 Oktober 2026. Indeks naik 58,84 poin atau 1,09% ke level 5.446,74.

Penguatan berlangsung cukup luas. Sebanyak 542 saham naik, 155 saham turun, dan 266 saham lainnya stagnan. Volume perdagangan mencapai 20,87 miliar saham dengan nilai transaksi Rp8,04 triliun dari sekitar 1,05 juta kali transaksi.

Kapitalisasi pasar tercatat sekitar Rp9.589 triliun.

Energi Kembali Memimpin

Sebanyak 10 dari 11 indeks sektoral berada di zona hijau. Sektor energi kembali menjadi motor utama pasar dengan kenaikan 3,13%, disusul sektor industri 2,66% dan konsumer siklikal 2,10%.

Indikator Sesi I 23 Oktober 2026
IHSG 5.446,74
Perubahan +58,84 poin / +1,09%
Saham naik 542
Saham turun 155
Saham stagnan 266
Volume 20,87 miliar saham
Nilai transaksi Rp8,04 triliun
Frekuensi 1,05 juta kali
Kapitalisasi pasar Rp9.589 triliun

Lebarnya penguatan terlihat dari jumlah saham yang naik lebih dari tiga kali lipat dibandingkan saham yang turun. Ini menunjukkan reli sesi pertama tidak hanya bergantung pada segelintir saham berkapitalisasi besar.

PTSP dan FAST Naik 25%

Dalam daftar penguat terbesar, RDI Insight ETF FTSE Indonesia Low Volat (XILV) naik 28,87% ke Rp125. Perlu dicatat, XILV merupakan produk ETF, bukan saham emiten biasa.

PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. (PTSP) kembali masuk jajaran penguat terbesar dengan kenaikan 25% menjadi Rp2.250. Sehari sebelumnya, PTSP juga sempat mencatat kenaikan 25%.

PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST), pengelola jaringan KFC Indonesia, turut melesat 25% menjadi Rp380.

Top Gainers Harga Perubahan
XILV Rp125 +28,87%
PTSP Rp2.250 +25,00%
FAST Rp380 +25,00%

Di sisi lain, PT Habco Trans Maritima Tbk. (HATM) turun 6,90% ke Rp540, PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk. (SMLE) melemah 6,83% ke Rp300, sedangkan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO) terkoreksi 6,77% menjadi Rp3.030.

Rebound Masih Berlanjut

Penguatan hari ini melanjutkan fase pemulihan IHSG setelah tekanan besar pada pertengahan Oktober. Sehari sebelumnya, pada sesi I Kamis, IHSG juga menguat 1,70% ke 5.419,00.

Menariknya, sektor energi menjadi pemimpin penguatan dalam dua sesi siang berturut-turut: naik 3,24% pada Kamis dan kembali menguat 3,13% pada Jumat.

Pola ini menunjukkan bahwa rebound pasar tidak hanya berlangsung pada level indeks, tetapi juga memiliki kepemimpinan sektoral yang cukup jelas.

Meski demikian, kenaikan beberapa hari belum cukup untuk menyimpulkan tren turun sepenuhnya berakhir. Pasar masih berada dalam fase volatilitas tinggi, sehingga keberlanjutan penguatan pada sesi II dan beberapa hari berikutnya akan jauh lebih penting dibandingkan satu angka intraday.

Catatan Recehin
IHSG kembali menguat dengan breadth yang lebar: 542 saham naik dan 10 dari 11 sektor berada di zona hijau. Energi kembali memimpin, sementara PTSP dan FAST mencatat kenaikan 25%. Ini menunjukkan rebound masih punya tenaga, tetapi pasar belum sepenuhnya keluar dari fase volatil. Setelah tekanan tajam pertengahan Oktober, yang perlu dilihat bukan sekadar satu atau dua sesi hijau, melainkan apakah indeks mampu membentuk kenaikan yang lebih konsisten dan bertahan di atas level-level pemulihan berikutnya.
Sumber: Data perdagangan Bursa Efek Indonesia hingga penutupan sesi I Jumat, 23 Oktober 2026.

Catatan: Seluruh data harga, indeks, volume, nilai transaksi, dan top gainers/losers merupakan posisi intraday sesi I dan dapat berubah pada perdagangan sesi II.

Catatan XILV: XILV merupakan Exchange Traded Fund (ETF), bukan saham emiten biasa, meskipun tampil dalam daftar instrumen dengan kenaikan harga terbesar.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi membeli, menjual, atau mempertahankan saham maupun ETF tertentu.