Daftar IsiTampilkan


Receh.in —
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Selasa, 13 Oktober 2026, masih dibayangi tekanan hingga akhir sesi pertama. IHSG turun 0,42% ke level 5.911, tetapi pelemahan tidak terjadi merata di semua sektor.

Tekanan paling berat datang dari sektor teknologi. Indeks IDXTECHNO anjlok 1,24%, terutama karena saham-saham berkapitalisasi besar di sektor ini ikut melemah.

PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), yang disebut memiliki kapitalisasi pasar terbesar di IDXTECHNO sekitar Rp460 triliun, turun 3,18% ke Rp193.125. PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT), pemilik kapitalisasi pasar terbesar kedua sekitar Rp44 triliun, jatuh lebih dalam 5,53% ke Rp940.

-0,42% IHSG sesi I
-1,24% IDXTECHNO, sektor terlemah
+0,62% IDXENERGY, sektor terkuat
+0,57% IDXPROPERT

Sektor Teknologi Jadi Beban Utama

Penurunan IDXTECHNO tidak hanya datang dari DCII dan MLPT. Saham UVCR turun 5,6%, RUNS melemah 4,3%, dan GOTO terkoreksi 3,7%.

Karena DCII memiliki bobot kapitalisasi yang sangat besar di sektornya, penurunan 3,18% pada saham tersebut punya pengaruh yang lebih besar terhadap indeks sektoral dibandingkan saham teknologi berkapitalisasi kecil.

Hal serupa terlihat pada MLPT. Meski market cap-nya jauh di bawah DCII, koreksi 5,53% membuat tekanan terhadap IDXTECHNO semakin dalam.

Indeks sektor tidak bergerak berdasarkan jumlah saham yang turun
Pergerakan indeks sektoral sangat dipengaruhi bobot masing-masing emiten. Karena itu, penurunan saham berkapitalisasi besar bisa membuat sektor melemah meski ada sejumlah saham lain yang bertahan atau menguat.

Sektor Siklikal dan Keuangan Ikut Melemah

Indeks barang konsumen siklikal atau IDXCYCLIC turun 0,67%.

Menariknya, saham dengan kapitalisasi terbesar di sektor ini justru menguat. MGLV naik 7,72% ke Rp13.250. Namun penguatan itu belum cukup menahan tekanan dari saham lain.

VKTR, dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp24,9 triliun, anjlok 10,24% ke Rp570. MAPI juga melemah tipis 0,35% ke Rp1.440.

Koreksi paling tajam di sektor ini terjadi pada KDTN yang turun 12,9% dan MGNA yang melemah 11,4%.

Di sektor keuangan, IDXFINANCE turun 0,56%. Tiga bank besar sama-sama melemah:

Saham Harga Perubahan Kapitalisasi Pasar
BBCA Rp5.925 -0,42% ±Rp723 triliun
BBRI Rp3.080 -0,96% ±Rp462 triliun
BMRI Rp3.990 -0,50% ±Rp368 triliun

Tekanan paling dalam di sektor keuangan justru datang dari saham berkapitalisasi lebih kecil. ASMI mengalami auto rejection bawah (ARB) dengan penurunan 14,7%, sementara STAR turun 8,8%.

Barang Baku, Industri, dan Infrastruktur Turun Tipis

IDXBASIC melemah 0,26%. Penurunan terbesar di sektor ini terjadi pada IFSH yang turun 10,8% dan DAAZ yang terkoreksi 9,9%.

IDXINDUST turun 0,19%, dipimpin penurunan FOLK sebesar 11,8% dan SOSS sebesar 8,3%.

Sementara IDXINFRA hanya turun tipis 0,02%. RONY menjadi salah satu saham yang paling tertekan dengan koreksi 7%, disusul HADE yang turun 4,2%.

Energi dan Properti Justru Menguat

Di tengah IHSG yang masih merah, sektor energi menjadi salah satu kantong penguatan.

IDXENERGY naik 0,62%. BYAN, emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor energi sekitar Rp377 triliun, naik 0,22% ke Rp11.325.

CUAN juga menguat 3,82% ke Rp680, setelah pada perdagangan sebelumnya mengalami koreksi tajam.

Kenaikan terbesar di sektor energi terjadi pada ARII yang naik 14,2% dan GTBO yang menguat 8,5%.

Properti juga bergerak lebih kuat. IDXPROPERT naik 0,57%, dipimpin SMRA yang melonjak 24,9% dan BSBK yang naik 4,9%.

Pasar tidak sepenuhnya risk-off
Meski IHSG masih turun, penguatan sektor energi, properti, kesehatan, barang konsumen non-siklikal, serta transportasi menunjukkan adanya rotasi dana. Tekanan pasar tidak terjadi seragam di semua sektor.

Transportasi, Konsumer Non-Siklikal, dan Kesehatan Bertahan Hijau

IDXTRANS naik tipis 0,03%, dengan SAPX menguat 11,8% dan MITI naik 8,9%.

IDXNONCYC bertambah 0,08%, dipimpin DAYA yang naik 14,2% dan COCO yang menguat 8%.

Sementara IDXHEALTH naik 0,09%. DKHH menjadi salah satu penguat terbesar dengan kenaikan 9%, disusul PEHA yang naik 3,6%.

Gambaran Sesi I: Tekanan Masih Terkonsentrasi di Saham Berbobot Besar

Perdagangan sesi pertama memperlihatkan satu pola yang cukup jelas: IHSG masih tertekan karena saham-saham besar di beberapa sektor utama belum pulih.

Teknologi menjadi contoh paling nyata karena DCII dan MLPT sama-sama turun. Di keuangan, BBCA, BBRI, dan BMRI juga masih berada di zona merah.

Namun pasar tidak jatuh secara menyeluruh. Energi, properti, transportasi, kesehatan, dan konsumer non-siklikal masih mencatatkan kenaikan.

Itu berarti pergerakan indeks pada sesi kedua akan sangat bergantung pada apakah tekanan di saham berkapitalisasi besar berlanjut atau mulai mereda.

Catatan Recehin
Sesi I menunjukkan bahwa masalah IHSG hari ini bukan sekadar jumlah saham yang turun, melainkan saham mana yang turun. Ketika DCII, BBCA, BBRI, dan BMRI melemah, dampaknya terhadap indeks bisa jauh lebih besar dibandingkan penguatan puluhan saham kecil. Di saat yang sama, sektor energi dan properti yang masih hijau menunjukkan pasar belum sepenuhnya kehilangan minat terhadap risiko.

FAQ IHSG dan Sektor Bursa 13 Oktober 2026

Berapa posisi IHSG pada penutupan sesi I?
IHSG turun 0,42% ke level 5.911 pada penutupan sesi pertama perdagangan Selasa, 13 Oktober 2026.
Sektor apa yang turun paling dalam?
IDXTECHNO menjadi indeks sektoral dengan penurunan terdalam, turun 1,24%.
Saham apa yang paling membebani sektor teknologi?
DCII turun 3,18% ke Rp193.125 dan MLPT turun 5,53% ke Rp940. Keduanya merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di IDXTECHNO menurut data IPOT dalam materi sumber.
Sektor apa yang paling menguat?
IDXENERGY menjadi salah satu sektor terkuat dengan kenaikan 0,62%, disusul IDXPROPERT yang naik 0,57%.
Bagaimana pergerakan saham bank besar?
BBCA turun 0,42%, BBRI melemah 0,96%, dan BMRI terkoreksi 0,50% pada sesi pertama.
Apakah semua sektor turun saat IHSG melemah?
Tidak. Sejumlah sektor masih menguat, antara lain energi, properti, kesehatan, barang konsumen non-siklikal, serta transportasi dan logistik.
Sumber: IndoPremier/IPOTNews dan data aplikasi IPOT untuk perdagangan Bursa Efek Indonesia sesi I, Selasa, 13 Oktober 2026.

Catatan waktu: Seluruh harga dan persentase perubahan dalam artikel ini merupakan posisi pada penutupan sesi pertama, bukan penutupan perdagangan satu hari penuh.

Catatan: Kapitalisasi pasar dan persentase perubahan mengikuti data yang tercantum dalam materi IndoPremier/IPOTNews. Angka dapat berubah pada sesi kedua.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi membeli atau menjual saham.