Daftar IsiTampilkan

Receh.in — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di bawah level psikologis 6.000 pada penutupan perdagangan sesi I Jumat, 2 Oktober 2026. IHSG berakhir di 5.990, turun 19 poin atau 0,32% dari posisi sebelumnya di 6.009.

Tekanan pasar terlihat lebih jelas dari breadth perdagangan. Sebanyak 602 saham melemah, jauh lebih banyak dibandingkan 297 saham yang menguat. Sebanyak 265 saham lainnya stagnan.

Namun cerita terbesar sesi pertama justru datang dari aktivitas transaksi. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) membukukan nilai transaksi sekitar Rp3,601 triliun, jauh melampaui saham lain dan setara sekitar 57% dari total nilai transaksi seluruh pasar yang disebut mencapai Rp6,3 triliun.

Besarnya transaksi GOTO tidak otomatis menunjukkan akumulasi ataupun distribusi oleh pihak tertentu. Angka tersebut hanya memperlihatkan bahwa perdagangan saham GOTO menjadi sangat dominan pada sesi pertama.

Ringkasan
  • IHSG sesi I 2 Oktober 2026 turun 0,32% ke 5.990, dengan rentang perdagangan 5.979–6.044.
  • Market breadth negatif: 602 saham turun, 297 naik, dan 265 stagnan.
  • GOTO mencatat transaksi Rp3,601 triliun, setara sekitar 57% dari total nilai transaksi pasar Rp6,3 triliun.
5.990 IHSG sesi I
-0,32% Perubahan IHSG
602 Saham melemah
Rp3,60 T Nilai transaksi GOTO

IHSG Turun ke 5.990, Mayoritas Saham Melemah

Berdasarkan data perdagangan IPOT X, IHSG bergerak di antara level terendah 5.979 dan tertinggi 6.044 sepanjang sesi pertama.

Indikator Pasar Posisi Sesi I
IHSG 5.990
Perubahan -19 poin / -0,32%
Tertinggi 6.044
Terendah 5.979
Saham naik 297
Saham turun 602
Stagnan 265
Nilai transaksi seluruh pasar ±Rp6,3 triliun

Dari total 1.164 saham dalam data breadth tersebut, sekitar 51,7% berada di zona merah. Saham yang menguat hanya sekitar 25,5%, sementara sisanya stagnan.

Dengan jumlah saham turun lebih dari dua kali saham yang naik, pelemahan indeks pada sesi I tidak hanya berasal dari beberapa saham berkapitalisasi besar. Breadth juga menunjukkan tekanan yang cukup luas.

Market breadth memberi konteks yang berbeda dari indeks. IHSG hanya turun 0,32%, tetapi 602 saham tercatat melemah. Artinya, koreksi di tingkat saham secara individual lebih luas daripada yang terlihat dari persentase indeks.

GOTO Kuasai Transaksi Rp3,601 Triliun

Aktivitas perdagangan paling mencolok terjadi pada GOTO. Nilai transaksi saham tersebut mencapai sekitar Rp3,601 triliun hingga akhir sesi I.

Nilai tersebut jauh melampaui BBCA yang berada di posisi kedua dengan transaksi Rp819 miliar.

Peringkat Saham Nilai Transaksi
1 GOTO Rp3,601 triliun
2 BBCA Rp819,0 miliar
3 BBRI Rp455,4 miliar
4 DSSA Rp407,7 miliar
5 AMMN Rp363,3 miliar

Jika dibandingkan dengan total transaksi pasar Rp6,3 triliun, aktivitas GOTO sendiri setara sekitar 57,2% dari nilai perdagangan yang disebut dalam data tersebut.

Lima saham paling aktif berdasarkan nilai transaksi secara bersama-sama mencatat sekitar Rp5,65 triliun. Secara aritmetika, jumlah tersebut setara hampir 90% dari total transaksi pasar yang disebut Rp6,3 triliun.

Konsentrasi sebesar itu membuat GOTO menjadi saham yang perlu diperhatikan untuk membaca aktivitas pasar sesi pertama. Namun nilai transaksi tinggi tetap tidak berarti harga saham tersebut menjadi penentu tunggal arah IHSG.

Nilai transaksi besar bukan bukti akumulasi. Transaksi selalu memiliki sisi beli dan jual. Untuk mengetahui arah investor tertentu diperlukan data net buy/net sell atau perubahan kepemilikan, bukan hanya turnover.

BSWD dan BLTZ Naik 25%, DADA Kembali Masuk Top Losers

Di tengah IHSG yang melemah, sejumlah saham tetap mencatat kenaikan dua digit.

Top Gainers Kenaikan Harga
BSWD +25,0% Rp3.600
BLTZ +25,0% Rp3.600
ROCK +24,9% Rp2.960
TIFA +24,5% Rp356
PGLI +24,3% Rp266

Sementara itu, ALKA menjadi saham dengan penurunan terbesar dalam daftar sementara top losers, yakni 15% ke Rp4.570.

Top Losers Penurunan Harga
ALKA -15,0% Rp4.570
CCSI -14,9% Rp400
FORU -14,7% Rp163
DADA -14,3% Rp24
WIFI -11,1% Rp1.435

DADA menjadi perhatian karena sehari sebelumnya saham tersebut telah ditutup pada Rp28 setelah beberapa sesi mengalami ARB. Pada sesi I 2 Oktober, harganya kembali turun ke Rp24 atau sekitar 14,3%.

Pergerakan ini memperlihatkan konsekuensi dari mekanisme harga baru di bawah Rp50: saham tetap dapat bergerak lebih rendah dari hari ke hari sepanjang batas auto rejection berikutnya memungkinkan.

Namun tekanan harga beruntun tidak dengan sendirinya menunjukkan seberapa jauh harga akan turun. Antrean order, likuiditas, fundamental, dan respons pasar pada sesi berikutnya tetap menentukan.

Apa yang Perlu Dipantau sampai Penutupan?

Posisi sesi I belum merupakan hasil akhir perdagangan 2 Oktober. Pergerakan pada sesi II masih dapat mengubah level IHSG, breadth, posisi top gainers-losers, maupun ranking saham paling aktif.

Ada beberapa indikator yang layak diperhatikan sampai penutupan:

  • apakah IHSG mampu kembali menembus level 6.000;
  • apakah jumlah saham melemah tetap jauh lebih banyak daripada saham menguat;
  • apakah transaksi GOTO tetap mendominasi pasar;
  • pergerakan saham bank besar seperti BBCA dan BBRI;
  • serta kelanjutan tekanan pada saham-saham yang berada di jajaran top losers.

Level 6.000 memang sering menjadi referensi psikologis, tetapi tidak memiliki sifat fundamental khusus. Yang lebih penting adalah struktur pergerakan pasar, bobot saham besar, serta breadth hingga penutupan.

Garis bawah: IHSG sesi I 2 Oktober 2026 turun 0,32% ke 5.990 dengan breadth yang cukup lemah karena 602 saham turun. GOTO menjadi anomali terbesar dari sisi aktivitas dengan transaksi Rp3,601 triliun, sekitar 57% dari nilai transaksi pasar yang disebut Rp6,3 triliun. Namun sesi I baru separuh perdagangan; posisi akhir masih bergantung pada pergerakan sesi II.

FAQ IHSG Sesi I 2 Oktober 2026

Berapa posisi IHSG pada akhir sesi I 2 Oktober 2026?
IHSG berada di level 5.990, turun 19 poin atau sekitar 0,32% dari penutupan sebelumnya di 6.009.
Berapa saham yang naik dan turun?
Sebanyak 297 saham menguat, 602 saham melemah, dan 265 saham stagnan.
Berapa nilai transaksi pasar pada sesi I?
Nilai transaksi di seluruh pasar disebut mencapai sekitar Rp6,3 triliun.
Saham apa yang paling aktif berdasarkan nilai transaksi?
GOTO menjadi yang terbesar dengan nilai transaksi sekitar Rp3,601 triliun, disusul BBCA Rp819 miliar, BBRI Rp455,4 miliar, DSSA Rp407,7 miliar, dan AMMN Rp363,3 miliar.
Apa top gainer terbesar sesi I?
BSWD dan BLTZ sama-sama naik 25% ke Rp3.600 berdasarkan data sesi I.
Apa saham yang paling turun pada sesi I?
ALKA berada di posisi teratas daftar top losers dengan koreksi 15% ke Rp4.570, disusul CCSI, FORU, DADA, dan WIFI.
Sumber: Data perdagangan IPOT X untuk sesi I Bursa Efek Indonesia pada 2 Oktober 2026 sebagaimana terdapat dalam bahan yang diterima Receh.in.

Perhitungan Receh.in: Sebanyak 602 saham turun dari total breadth 1.164 saham setara sekitar 51,7%. Nilai transaksi GOTO Rp3,601 triliun dibandingkan total transaksi Rp6,3 triliun setara sekitar 57,2%. Lima saham dengan nilai transaksi terbesar berjumlah sekitar Rp5,65 triliun.

Catatan: Data merupakan posisi akhir sesi I dan dapat berubah pada perdagangan sesi II. Nilai transaksi tinggi tidak digunakan sebagai bukti akumulasi atau distribusi investor tertentu.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan analisis, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Pergerakan intraday dapat berubah cepat dan perlu dibaca bersama fundamental, valuasi, likuiditas, serta profil risiko investor.